06 April 2024

Meo Makenat adalah istilah yang diberikan kepada seorang panglima perang di Timor pada zaman dahulu. Meo Makenat menduduki posisi yang cukup penting dalam sistem kerajaan di Pulau Timor, hierarkhinya berada tepat dibawah Raja atau Kaisar yang berperan sebagai penanggungjawab keamanan kerajaan dan sekaligus sebagai penasehat raja. Meo Makenat adalah sosok pahlawan yang sering pulang membawa kepala musuh dari medan perang. Ia sungguh dihargai dan disegani, bahkan di wilayah selatan kerajaan Amanuban, Meo Makenat biasanya memakai hiasan kepala yang menutupi matanya agar tidak dilihat atau ditatap langsung oleh rakyat biasa karena Meo Makenat juga dianggap mempunyai kekuatan magis supranatural. Meo Makenat yang terkenal dari kerajaan Amanatun adalah Meo Seky Tafuli yang menembak Kepala Pasukan Belanda yang hingga saat ini di tempat tersebut dinamakan "Min Fafi''. Dengan peristiwa itu maka dalam beberapa catatan sejarah Pulau Timor dikisahkan bahwa penjajah Belanda takut memasuki wilayah Amanatun karena ada Meo Makenat yang perkasa. Gelar Meo Makenat di Pulau Timor diwariskan turun-temurun melalui marga suku (nonot), misalnya Tafuli di Anas - Amanatun, Tauho di None - Amanuban, Sanam di Binaus - Mollo, dan Tanesib di Maubesi - Insana..

 Meo Makenat adalah istilah yang diberikan kepada seorang panglima perang di Timor pada zaman dahulu. Meo Makenat menduduki posisi yang cukup penting dalam sistem kerajaan di Pulau Timor, hierarkhinya berada tepat dibawah Raja atau Kaisar yang berperan sebagai penanggungjawab keamanan kerajaan dan sekaligus sebagai penasehat raja.



Meo Makenat adalah sosok pahlawan yang sering pulang membawa kepala musuh dari medan perang. Ia sungguh dihargai dan disegani, bahkan di wilayah selatan kerajaan Amanuban, Meo Makenat biasanya memakai hiasan kepala yang menutupi matanya agar tidak dilihat atau ditatap langsung oleh rakyat biasa karena Meo Makenat juga dianggap mempunyai kekuatan magis supranatural.

Meo Makenat yang terkenal dari kerajaan Amanatun adalah Meo Seky Tafuli yang menembak Kepala Pasukan Belanda yang hingga saat ini di tempat tersebut dinamakan "Min Fafi''. Dengan peristiwa itu maka dalam beberapa catatan sejarah Pulau Timor dikisahkan bahwa penjajah Belanda takut memasuki wilayah Amanatun karena ada Meo Makenat yang perkasa.

Gelar Meo Makenat di Pulau Timor diwariskan turun-temurun melalui marga suku (nonot), misalnya Tafuli di Anas - Amanatun, Tauho di None - Amanuban, Sanam di Binaus - Mollo, dan Tanesib di Maubesi - Insana..

No comments:

Post a Comment