26 December 2019

Bappeda Kota magelang - 40 Event Siap Ramaikan Gelaran Magelang Moncer Serius 2020

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Tak sekadar jargon, Magelang "Moncer Serius" (Modern, Cerdas, Sejahtera dan Religius) benar-benar ingin diwujudkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang tahun 2020.
Sedikitnya ada 40 event akan diselenggarakan di Kota Magelang sepanjang 2020 mendatang.
Event-event tersebut meliputi berbagai bidang, mulai dari seni, budaya, pariwisata, pendidikan, pertanian, Olahraga dan sebagainya.

40 Event Siap Ramaikan Gelaran Magelang Moncer Serius 2020

40 Event Siap Ramaikan Gelaran Magelang Moncer Serius 2020
dok.Humas Pemkot Magelang
Kegiatan Ekspose Magelang Moncer Serius 2020 di Aula Adipura Kencana, Kamis(31/10/2019). 
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Tak sekadar jargon, Magelang "Moncer Serius" (Modern, Cerdas, Sejahtera dan Religius) benar-benar ingin diwujudkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang tahun 2020.
Sedikitnya ada 40 event akan diselenggarakan di Kota Magelang sepanjang 2020 mendatang.
Event-event tersebut meliputi berbagai bidang, mulai dari seni, budaya, pariwisata, pendidikan, pertanian, Olahraga dan sebagainya.
Untuk penyelenggaraan event-event tersebut Pemkot Magelang telah menganggarkan sekitar Rp5,6 miliar.
Seluruh OPD akan bergerak mewujudkan rangkaian kegiatan tersebut.
"Ada event yang sudah rutin digelar, seperti Grebeg Getuk, Rally Mobil Kuno, Festival Tidar, Agriflori, Kontes Kelinci dan lainnya. Lalu ada event baru juga, misalnya Pesona Tabebuya, Seminar Internasional, Kontes Taman Aquarium (Aquascape)dan sebagainya," papar Kepala Bappeda Kota Magelang, Joko Soeparno, dalam Ekspose Magelang Moncer Serius di Aula Adipura Kencana Magelang, Kamis (31/10/2019).
Sejumlah strategi telah dirumuskan untuk dilaksanakan semua unsur Pemkot Magelang, antara lain penyelenggaraan event yang sudah ada dan terselenggara secara berkala, dikemas dan dipoles agar lebih menarik dan memenuhi nilai kepantasan.


Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul 40 Event Siap Ramaikan Gelaran Magelang Moncer Serius 2020, https://jogja.tribunnews.com/2019/11/01/40-event-siap-ramaikan-gelaran-magelang-moncer-serius-2020.

Editor: Muhammad Fatoni

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul 40 Event Siap Ramaikan Gelaran Magelang Moncer Serius 2020, https://jogja.tribunnews.com/2019/11/01/40-event-siap-ramaikan-gelaran-magelang-moncer-serius-2020.

Editor: Muhammad Fatoni

23 December 2019

Tentang Sejarah Magelang - Pecinan

Mari diskusikan , mengapa di kemudian hari rel di pecinan dipaving. Apa gunanya paving block itu kira2 ya?

Tentang Sejarah Magelang - Johanna Gerarda Jacoba (An) Wiegmans en mevrouw Meyer (rechts) aan het afdingen met verkopers op de galerij van de woning aan de Bajemanweg te Magelang. .

Johanna Gerarda Jacoba (An) Wiegmans en mevrouw Meyer (rechts) aan het afdingen met verkopers op de galerij van de woning aan de Bajemanweg te Magelang.
.
Johanna Gerarda Jacoba (An) Wiegmans dan Mrs. Meyer (kanan) tawar-menawar dengan penjual di galeri properti di Bajemanweg di Magelang.
.
Foto di atas diambil sekitar tahun 1927-1934.
.
Sumber foto: KITLV Leiden Digital lib.
Colored by: Wisnu Pratama (@wisnudewa69)

Tentang Sejarah Magelang - Tiket Bus , Sukoredjo - Sala, via Magelang PO Srie telp 2785 Magelang

. Ejaan DJ entah Bus tahun berapa

22 December 2019

Pangeran Diponegoro

Muhammad Nafi 
Kapiten Hermanus Folkert Van Ingen di Nanggulan, saat masih berbentuk sempurna, dan foto saat sekarang. Beliau meninggal 28 Desember 1828.
Makam ini memiliki prasasti berbahasa Belanda yang dipahatkan di atas permukaan lempengan batu andesit. Sayangnya, tulisan dalam prasasti tersebut sekarang sudah sangat sulit dibaca secara utuh. Akan tetapi ada selarik tulisan yang masih cukup jelas berbunyi Hier Onder Rust ‘di sini beristirahat’ Onkh Hermanus Olkert Van Ingen.
Beliau seorang Belanda pimpinan sekompi serdadu yang bertugas mencari pasukan Pangeran Diponegoro saat Perang Jawa berkecamuk.
Beliau bersama pasukannya tewas di daerah Nanggulan oleh pasukan Diponegoro sehingga dikebumikan di Jatingaran, Nanggulan. Di sekitar makam ini juga ada makam 40 orang pasukannya. Beserta satu anjing kesayangan Van Ingen, jenis irish red setter.
Pasukan Diponegoro sendiri bergerilya menghindari pencarian musuh di Punggung Menoreh bahkan sampai wilayah Purworejo. Nanggulan adalah salah satu basis perlawanan Diponegoro.
Latar Belakang
Perang Jawa/Perang Diponegoro/de Java Oorlog pecah tanggal 20 Juli 1825. Perang ini berlangsung selama 5 tahun dan sempat membuat pemerintah Negeri Belanda diliputi kecemasan yang luar biasa. Keuangan Belanda bisa dikatakan hampir bangkrut, tenaga militer kurang, dan banyak jatuh korban.
Siasat gerilya yang diterapkan Pangeran Diponegoro dengan pasukannya waktu itu hampir tidak bisa ditandingi. Belanda dibuat pontang-panting oleh pergerakan pasukan lawan yang sangat mobile dan militansi yang sangat kuat. Untuk memotong dan membendung jalur-jalur mobilitas itu Belanda menerapkan strategi perang yang terkenal dengan nama benteng stelsel. Benteng stelsel ini sangat efektif untuk untuk menguasai dan mengontrol daerah-daerah di sekitar benteng; mencegah mobilitas dan perhubungan pasukan rakyat pimpinan Pangeran Diponegoro; memadamkan benih perlawanan rakyat di sekitar benteng; mengurung pergerakan pasukan Pangeran Diponegoro.
.
Seperti biasa, Belanda mengetrapkan politik licik dan rendahnya yakni, devide et impera-nya. Banyak keluarga raja-raja Jawa baik dari Kasultanan, Kasunanan, Paku Alaman, dan Mangkunegaran yang dibujuk rayu dan direkrut untuk membantu Belanda dengan banyak iming-iming. Mulai dari kedudukan, gelar, hadiah material (kain, emas, minuman keras), dan uang. Akibatnya mereka pun saling bunuh dengan pasukan Pangeran Diponegoro.
.
Strategi benteng stelsel ini mengakibatkan benteng-benteng atau pos pertahanan Belanda dibangun di banyak tempat. Tidak kurang dari 200-an benteng yang dibangun Belanda di Jawa, khususnya Jawa Tengah-Yogyakarta-Surakarta sehingga seolah-olah Belanda menaburkan benteng di tanah Jawa. Benteng-benteng itu di antaranya dibuat di Bantul, Brosot, Puluwatu, Kejiwan, Telagapinian, Delanggu, Pasar Gede, Kemulaka, Trayem, Jatianom, Delanggu, Pijenan, Tegalwaru, Beliga, tepian Sungai Bedog, Kanigoro, Mangir, Grogol, Brosot, Danalaya, Grobyak, dan sebagainya.
.
Salah satu benteng Belanda dibuat pula di Nanggulan, Kulon Progo. Hanya saja benteng Belanda di Nanggulan ini tidak aman dari serbuan pengikut Pangeran Diponegoro. Pada tanggal 20 Desember 1828 benteng di Nanggulan ini diserbu pasukan Pangeran Diponegoro yang dikepalai oleh Alibasyah Sentot Prawirodirdjo. Penyerbuan itu diulanginya lagi pada tanggal 28 Desember 1828. Penyerangan yang kedua ini mengakibatkan pertempuran sengit. Berpuluh-puluh orang tewas di pihak Belanda bersama sekutunya maupun di pihak pasukan penyerang. Bahkan salah seorang perwira Belanda yang bernama Kapten Hermanus Van Ingen tewas dalam peperangan ini. Pangeran Prangwadana yang membantu Belanda waktu itu, juga tewas di tempat tersebut.
#babad_kulonprogo #jasmerah #jangan_sekalikali_melupakan_sejarah
#salam_kolonial

PEMBINAAN DOKTER KECIL SD MUTUAL DI BAPPEDA KOTA MAGELANG

PEMBINAAN DOKTER KECIL SD MUTUAL DI BAPPEDA KOTA MAGELANG
Tim Dokter kecil SD Mutual kembali menunjukkan eksistensinya sebagai kegiatan siswa yang mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Magelang. Hal itu di buktikan dengan dilibatkannya tim dokter kecil SD Mutual dalam pembinaan di Aula Bappeda Kota Magelang. Pembinaan kali ini diikuti seluruh SD di Kota Magelang. Pedamping tim dokter kecil SD Mutual, Yeti Indarsih, S.Pd mengatakan bahwa pembinaan ini adalah rutin dari kegiatan pemerintah Kota Magelang. “SD Mutual mendapat jatah 2 siswa terbaik dalam pembinaan ini yang diwakili Aniela Putri Salsabila Siswa kelas 4 dan Fadhila Haedy Rusyida Siswa kelas 5” ungkapnya dengan penuh semangat.
Kepala SD Mutual Kota Magelang Mustaqim, S.Pd.I.,M.Pd menyatakan kebanggaannya dengan dipilihnya 2 siswa terbaik dalam pembinaan di Bappeda tersebut. “Alhamdulillah, SD Mutual dengan dua siswinya bisa memberi warna tersendiri dalam pembinaan tersebut. Anak-anak senang dengan semua materi yang diberikan. Mudah-mudahan mereka bisa mempraktikkan dalam kehidupannya”ungkapnya.
Peserta pembinaan dokter kecil ini mendapat materi yang sangat menarik, diantaranya materi pencegahan penyakit menular, memilih makanan yang sehat, kantin sehat dan Pola Hidup Sehat di rumah dan sekolah.

Sumber :
 https://sdmutual.sch.id/kegiatan-berita/kegiatan-berita-2/pembinaan-dokter-kecil-sd-mutual-di-bappeda-kota-magelang/

tentang Sejarah Magelang - Sekolah anak-anak Susters di Mendut

Sekolah anak-anak Susters di Mendut saat jalan jalan.
Lembah ini juga memberi gambaran tentang pertumbuhan tanaman yang subur di Jawa.

Bappeda Kota Magelang - Kota Magelang Dijadikan “Singapura-nya” Jawa Tengah Jalan Pemuda Dijadikan Outdoor Mall

MAGELANG – Upaya Pemerintah Kota (pemkot) Magelang untuk menata kawasan Jalan Pemuda dimulai dari sebuah janji. Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito bercita-cita menjadikan Kota Magelang sebagai “Singapura-nya” Jawa Tengah.
Salah satu wujudnya adalah menjadikan Kawasan Pecinan atau Jalan Pemuda sepanjang kurang lebih 1 kilometer itu menjadi outdoor mall. “Akan kami adakan Magelang Moncer Serius dengan menghadirkan ratusan kegiatan masyarakat dan diskon besar-besaran,” kata Sigit, Senin(18/3).
Sigit mengungkapkan hal itu dihadapan 32 mahasiswa Magister Pembangunan Wilayah dan Kota (MPWK) Program Studi (Prodi) Pembangunan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, di Pendopo Pengabdian Kompleks Rumah Dinas Wali Kota Magelang.
Sigit mengaku senang dengan kehadiran mahasiswa dan dosen pembimbing MPWK. Karena dia juga alumnus prodi yang sama  20 tahun lalu. Kehormatan luar biasa bagi Kota Magelang karena dipilih, dilihat dan dikaji mahasiswa.”Yang jelas semua mahasiswa pasti menjalani, tidak usah menunda pekerjaan,” tuturnya.
Ia memaparkan selama periode kepemimpinannya telah banyak kebijakan yang telah dilakukan terkait pengelolaan wilayah dan tata kota. Antara lain pembangunan area khusus (zoning) berjualan para pedagang kaki lima (PKL), pembangunan Pendopo Pengabdian, pembangunan kembali pasar rakyat Rejowinangun yang terbakar 2008 silam, hingga branding Magelang Kota Sejuta Bunga.”Awal menjabat saya ditinggali pasar Rejowinganun yang terbakar. Banyak yang sedih. Jatuh miskin, sampai sakit jiwa. “Tapi sekarang sudah berdiri kembali lebih bagus, dengan kemampuan APBD Kota Magelang,” ujarnya.
Kedatangan para mahasiswa itu untuk mengawali kegiatan survei studi tentang pengelolaan wilayah dan tata kota di Kota Magelang dan Kabupaten Magelang. Mereka didampingi sejumlah dosen pembimbing dan Ketua Prodi Pembangunan Wilayah dan Kota Undip Dr Iwan Rudiarto.”Kami berharap dari Bappeda Kota Magelang dan Kabupaten Magelang bisa membantu akses mahasiswa dalam mengumpulkan data, selama seminggu ke depan,” jelas Iwan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemkot Magelang Joko Soeparno, menambahkan para mahasiswa akan melakukan pengamatan dan menyusun laporan serta rekomendasi. Banyak topik tentang pengelolaan wilayah dan tata kota yang menjadi fokus pembahasan mahasiswa, seperti persoalan kerja sama kelembagaan ataupun pembiayaan di wilayah perbatasan Kota Magelang dan Kabupaten Magelang, tentang Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), tata kelola lahan pertanian, dan lainnya.(dem/din/mg2)

Sumber :
 https://radarjogja.co/2019/03/19/jalan-pemuda-dijadikan-outdoor-mall/

Tentang Sejarah magelang - Presiden Suharto mengamati aliran lahar dingin dari atas jembatan Krasak

Presiden Suharto mengamati aliran lahar dingin dari atas jembatan Krasak baru, terlihat di bawah ada bangunan jembatan Krasak lama semakin rendah terendam aliran lahar (foto atas). Menteri Supardjo Rustam menengok para pengungsi di tempat pengungsian letusan Merapi. (foto bawah).
.
Kompas tahun 1976.

Tentang Sejarah magelang - Jembatan Krasak, dibangun tahun 1976

Jembatan Krasak, dibangun tahun 1976, rampung tahun 1977, roboh terbakar tahun 1991, diperbaiki selama 3 bulan, tahun 1992 dibikin jembatan lagi di sebelahnya , jadi 2 jalur.

Tentang Sejarah Magelang - Jembatan Krasak

Jembatan Krasak baru di Jalan Magelang KM19 dalam tahap finishing setelah sebelumnya rusak terkena hantaman Lahar dingin Merapi.
.
Foto : Harian Kompas 1977.

Bappeda kota Magelang - Bimbingan Teknis Lanjutan Aplikasi Kemiskinan “KISSME” Kota Magelang

Bimbingan Teknis Lanjutan Aplikasi Kemiskinan “KISSME” Kota Magelang


Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Magelang melaksanakan bimbingan teknis lanjutan aplikasi KISSME (Kolom Informasi Kesejahteraan Sosial Masyarakat secara Elektronik) pada tanggal 15 Juli 2019 bertempat di Aula Bappeda Kota Magelang. Bimtek ini merupakan kelanjutan dari proses pelatihan kepada para operator survey yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Bimbingan teknis ini diikuti oleh sekitar 20 peserta yang merupakan operator survey data kemiskinan di Kota Magelang. Aplikasi KISSME merupakan aplikasi pendataan dan pengelolaan data kemiskinan yang diimplementasikan di Kota Magelang. Sehingga proses pengelolaan data statistik kemiskinan dapat lebih mudah dilakukan.
Proses Bimbingan Teknis Aplikasi KISSME
Ingin mengimplementasikan aplikasi sistem informasi kemiskinan untuk daerah anda? Hubungi tim konsultan kami di nomor 0815-4594-7999 (WA/Telp)

Sumber :  https://www.integraindonesia.co.id/4005/bimbingan-teknis-lanjutan-aplikasi-kemiskinan-kissme-kota-magelang/

Tentang Sejarah Magelang - Bukti Rapot SMP 1 pada Tahun 1960


Tentang Sejarah Magelang - UGM TJABANG MAGELANG (UGM TM)


UGM Tjabang Magelang bermula dari sebuah perguruan tinggi swasta yang didirikan oleh Yayasan PTM. Pimpinan yayasan ini adalah para pejabat pemerintahan di lingkungan Kabupaten dan Kotamadya Magelang baik sipil maupun militer.
Tujuan pendirian perguruan tinggi swasta tersebut selain untuk memajukan pendidikan di daerah Magelang juga ada tujuan politis yaitu untuk mengimbangi usaha Partai Komunis Indonesia (PKI) yang pada waktu itu telah mendirika...
Lihat Selengkapnya

Tentang Sejarah magelang - SD Cacaban 3

Hayo siapa yg lulusan SD Cacaban 3, ngacung? (foto koleksi pribadi)

MEMANJAKAN ANAK DENGAN CANDU

MEMANJAKAN ANAK DENGAN CANDU : Kasus ekstrem kasih sayang ibu kepada anak 1874
“Dikempit kaya wade (dipegang dengan erat layaknya kain batik dagangan), dijuju kaya manuk (disuapi seperti anak burung)”
Adalah salah satu peribahasa Jawa yang menjadi gambaran dari orang tua yang mendidik dan memberikan apapun sebaik-baiknya kepada anak dengan maksud untuk menjaga dan membahagiakan si anak. Tak ubahnya seperti “barang berharga” yang terus dijaga dan “anak burung” , perlakuan yang berlebihan terhadap anak, menurut adat tradisi jawa, cenderung tidak dibenarkan. Sebab, dengan cara mengasuh dan menyayangi seperti itu, si anak akan menjadi manja, lemah, jiwanya kurang berkembang, dan akhirnya sulit untuk mandiri.
Salah satu kasus sensasional pernah diberitakan oleh surat kabar De locomotief : Samarangsch handels- en advertentie-blad yang terbit pada 25 Maret 1874.
Dikisahkan di desa Slekko, tinggallah seorang ibu bernama Mbok Watoe. Ia hanya memiliki seorang putra semata wayang yang sangat disayanginya. Karena cintanya yang besar kepada sang putra, Mbok Watoe sudah memberikan candu (opium) kepada si anak saat ia masih berusia tiga tahun.
Pada awalnya, semua berjalan baik - baik saja. Namun, semua keindahan semu itu lambat laun memudar dan berubah menjadi kesedihan. Sang bocah yang kini berusia 10 tahun, sudah berubah menjadi seorang pecandu parah. Diusianya yang masih belia itu, Ia sudah tidak bisa melakukan apa - apa kecuali tidur rebahan dan menyesap opium. Hal yang sangat jauh berbanding terbalik dengan anak - anak lain seusianya yang bisa bebas bermain dan berlarian.
Disarikan dan diintepretasikan ulang dari surat kabar De locomotief yang terbit pada Maret 1874.
gambar hanya ilustrasi karya C. Jetses
- Chandra Gusta W -