31 December 2023

Indonesia Tempoe Doeloe Pusat Dokumenter Dan Nostalgia Potret Masjid Kuno Batavia Menurut tutur Masjid yang terletak di Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat ini diyakini dibangun oleh Silpi sekelompok orang Bali di Batavia pada tahun 1761. Mesjid Jami Al Anwar terletak di daerah Kampung Bebek Jalan Pangeran Tubagus Angke Jakarta Barat. Mesjid ini didirikan pada tahun 1761. Bangunannya adalah perpaduan berbagai keragaman budaya. Arsitekturnya seorang Cina. Bentuk atap bersusunnya mengingatkan akan bangunan rumah-rumah Cina. Atap Mesjidnya ada sentuhan arsitektur Bali. Daun pintunya tinggi besar dengan kusen berukir dengan motifnya yang khas arsitektur Belanda tempo dulu. Kisi-kisi jendela mesjid yang berukir ada pengaruh Jawa dan Cina. Kampung Bebek sendiri di mana mesjid ini berada sudah sejak tahun 1667 dihuni oleh orang-orang Bali. Dulu mereka datang ke Jakarta sebagai perantau atau budak belian. Mereka juga membangun daerah pemukiman di Meester Cornelis atau Jatinegara. Sampai sekarang masih ada daerah yang dinamakan Kampung Bali Jatinegara. Sekitar tahun 1687 pusat pemukiman orang Bali kemudian meluas ke Krukut, sebelah barat Jalan Hayam Wuruk sekarang, Kampung Pisang Batu di Jakarta Utara, Kampung Pekojan dan Angke. Di Angke sendiri masih ada perkampungan Bali lainnya yang dinamakan Kampung Gusti yang dibangun pada tahun 1709 oleh Gusti Ktut Bedulu. Para Perantau dari Bali ini bermukim di Betawi sebagai tentara karena waktu itu prajurit Bali sangat dikenal dengan permainan tombaknya. Konon amat ditakuti sampai di India dan Persia.

 Indonesia Tempoe Doeloe Pusat Dokumenter Dan Nostalgia 


Potret Masjid Kuno Batavia


Menurut tutur Masjid yang terletak di Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat ini diyakini dibangun oleh Silpi  sekelompok orang Bali di Batavia pada tahun 1761.


Mesjid Jami Al Anwar terletak di daerah Kampung Bebek Jalan Pangeran Tubagus Angke Jakarta Barat. Mesjid ini didirikan pada tahun 1761. Bangunannya adalah perpaduan berbagai keragaman budaya. Arsitekturnya seorang Cina. Bentuk atap bersusunnya mengingatkan akan bangunan rumah-rumah Cina.


Atap Mesjidnya ada sentuhan arsitektur Bali. Daun pintunya tinggi besar dengan kusen berukir dengan motifnya yang khas arsitektur Belanda tempo dulu. Kisi-kisi jendela mesjid yang berukir ada pengaruh Jawa dan Cina. Kampung Bebek sendiri di mana mesjid ini berada sudah sejak tahun 1667 dihuni oleh orang-orang Bali. Dulu mereka datang ke Jakarta sebagai perantau atau budak belian. 


Mereka  juga membangun daerah pemukiman di Meester Cornelis atau Jatinegara. Sampai sekarang masih ada daerah yang dinamakan Kampung Bali Jatinegara. 


Sekitar tahun 1687 pusat pemukiman orang Bali kemudian meluas ke Krukut, sebelah barat Jalan Hayam Wuruk sekarang, Kampung Pisang Batu di Jakarta Utara, Kampung Pekojan dan Angke. Di Angke sendiri masih ada perkampungan Bali lainnya yang dinamakan Kampung Gusti yang dibangun pada tahun 1709 oleh  Gusti Ktut Bedulu. Para Perantau dari Bali ini bermukim di Betawi sebagai tentara karena waktu itu prajurit Bali sangat dikenal dengan permainan tombaknya. Konon amat ditakuti sampai di India dan Persia.



Candi Kidal

 Peninggalan situs purbakala CANDI KIDAL,,,dari Kerajaan Majapahit pada masa kejayaannya Prabu HAYAM WURUK,, ter letak di daerah TUMPANG KAB MALANG 



Dalam gambar adalah rombongan  Raja Jawa HAMENGKU BUWONO X

NGURI NGURI LELUHUR NUSWANTARA

Makam Abdulahtar di kampung Astana Cheribon

 Indonesia Tempoe Doeloe Pusat Dokumenter Dan Nostalgia 



Potret lawas 1911


Makam Abdulahtar di kampung Astana  Cheribon siapakah beliau?

Anak² di komplek pura Satria (di Badung?) di sekitar Denpasar,Bali...foto tahun 1922 (NMvWereldculturen)

 Anak² di komplek pura Satria (di Badung?) di sekitar Denpasar,Bali...foto tahun 1922

(NMvWereldculturen)




SINUHUN MANGKUBUMI Nama timurnya adalah Gusti Raden Mas Mustaya, Nama setelah dewasa Kanjeng Gusti Pangeran Harya Mangkubumi. Ia adalah putra lelaki ke 4 dari satu-satunya Garwa Padmi Sultan Hamengku Buwana IV yaitu Gusti Kanjeng Ratu Kencana/Ratu Hageng/Raden Ajeng Sepuh. Satu ibu juga dengan Sultan ke V yang ia gantikan. Bertahta menggantikan abangnya – Sultan ke V – yang wafat dan tidak mempunyai putra mahkota. Dalam berita Koloniaal Verslag over het jaar 1855, Pangeran Mangkubumi mendapat dukungan dari kalangan bangsawan tinggi di Yogyakarta dan telah memdapat persetujuan pemerintah kolonial. Saat bertahta ia berusia 34 tahun. Pada masa pemerintahannya, kondisi Jawa mulai stabil setelah perang Jawa berakhir 20 tahun sebelumnya. Di Yogyakarta ditandai dengan makin banyaknya pengusaha eropa untuk menyewa tanah kesultanan untuk perkebunan. Tetapi akibat kegagalan panen dan gempa bumi 1867 yang berdampak pada paceklik, arsip ANRI, Algemeen Verslag van Residentie Yogyakarta over het jaar 1868, bundel Yogya nomor 298 menyatakan adanya peningkatan kejahatan dan ini menjadi keluhan para penyewa eropa tadi. Puncaknya terjadi pada tahun 1868 ketika Pieter Dom, sepupu George Weinschenk pengusaha perkebunan terkenal di kalangan para penyewa tanah di Yogyakarta, dibunuh oleh segerombolan perampok. Rekonsiliasi Mataram Islam dilakukan Sultan ke VI ini dimana ia menikahi putri Susuhunan Pakubuwana VIII dan menjadi Garwa Padmi bergelar GKR Kencana/GKR Amangkubuwana pada 1848. Konon karena GKR Kencana tidak mempunyai putra, maka selirnya diangkat sebagai garwa padmi bergelar GKR Sultan/Ratu Agung/Raden Ayu Sepuh (1872). Agar tidak timbul kekisruhan tahta, ia memberikan pilihan kepada putra sulungnya Gusti Hangabehi (putra dari GKR Sultan) dan telah disetujui pemerintah Belanda melalui Residen Djokjakarta A.J.D.H.P. Bosch, pada tanggal 17 April 1872. Sinuhun Mangkubumi bertahta selama 22 tahun, dan wafat pada 1877 (usia 56 tahun) dimakamkan di Imogiri, tepatnya di Hastana Besiyaran, satu cungkup dengan ayahnya : Sultan ke IV (seda besiyar) dan abangnya Sultan ke V. Foto KITLV 1860/1880

 SINUHUN MANGKUBUMI


Nama timurnya adalah Gusti Raden Mas Mustaya, Nama setelah dewasa Kanjeng Gusti Pangeran Harya Mangkubumi. Ia adalah putra lelaki ke 4 dari satu-satunya Garwa Padmi Sultan Hamengku Buwana IV yaitu Gusti Kanjeng Ratu Kencana/Ratu Hageng/Raden Ajeng Sepuh. Satu ibu juga dengan Sultan ke V yang ia gantikan. Bertahta menggantikan abangnya – Sultan ke V – yang wafat dan tidak mempunyai putra mahkota. Dalam berita Koloniaal Verslag over het jaar 1855, Pangeran Mangkubumi mendapat dukungan dari kalangan bangsawan tinggi di Yogyakarta dan telah memdapat persetujuan pemerintah kolonial. Saat bertahta ia berusia 34 tahun. 


Pada masa pemerintahannya, kondisi Jawa mulai stabil setelah perang Jawa berakhir 20 tahun sebelumnya.  Di Yogyakarta ditandai dengan makin banyaknya pengusaha eropa untuk menyewa tanah kesultanan untuk perkebunan. Tetapi akibat kegagalan panen dan gempa bumi 1867 yang berdampak pada paceklik, arsip ANRI, Algemeen Verslag van Residentie Yogyakarta over het jaar 1868, bundel Yogya nomor 298 menyatakan adanya peningkatan kejahatan dan ini menjadi keluhan para penyewa eropa tadi.  Puncaknya terjadi  pada tahun 1868 ketika Pieter Dom, sepupu George Weinschenk pengusaha perkebunan terkenal di kalangan para penyewa tanah di Yogyakarta, dibunuh oleh segerombolan perampok. 


Rekonsiliasi Mataram Islam dilakukan Sultan ke VI ini dimana ia menikahi putri Susuhunan Pakubuwana VIII dan menjadi Garwa Padmi bergelar  GKR Kencana/GKR Amangkubuwana pada 1848. Konon karena GKR Kencana tidak mempunyai putra, maka selirnya diangkat sebagai garwa padmi bergelar GKR Sultan/Ratu Agung/Raden Ayu Sepuh (1872). Agar tidak timbul kekisruhan tahta, ia memberikan pilihan kepada putra sulungnya Gusti Hangabehi (putra dari GKR Sultan) dan telah disetujui pemerintah Belanda melalui Residen Djokjakarta A.J.D.H.P. Bosch, pada tanggal 17 April 1872.


Sinuhun Mangkubumi bertahta selama 22 tahun, dan wafat pada 1877 (usia 56 tahun) dimakamkan di Imogiri, tepatnya di Hastana Besiyaran, satu cungkup dengan ayahnya : Sultan ke IV (seda besiyar) dan abangnya Sultan ke V.





Foto KITLV 1860/1880

Schoolbus tussen Poerworedjo en Djenar Vervaardigingsjaar : ca.1923 Bis sekolah antara Purworejo dan Jenar,di Jawa Tengah...foto sekitar tahun 1923 (KITLV)

 Schoolbus tussen Poerworedjo en Djenar

Vervaardigingsjaar : ca.1923

Bis sekolah antara Purworejo dan Jenar,di Jawa Tengah...foto sekitar tahun 1923

(KITLV)



Raden Wijaya

 Indonesia Tempoe Doeloe Pusat Dokumenter Dan Nostalgia 



Potret lawas 1900


●Busana yang melekat Pada Nararya Sanggramawijaya Sri Maharaja Kertarajasa Jayawardhana atau yang dikenal (Raden Wijaya).


●Beliau adalah pendiri dan maharaja pertama Kerajan  Majapahit yang memerintah pada tahun 1293-1309. Beliau memiliki Tiga Anak Yaitu:


1.Jayanegara

2.Tribhuwana Wijayatunggadewi

3.Rajadewi Maharajasa


Orang tua Raden wijaya Adalah Lembu Tal. 

Seorang Putra Mahisa Campaka dan cucu dari Mahisa Wong Ateleng putra Ken Dedes dengan Ken Arok, pendiri sekaligus raja pertama Kerajaan Singasari. menurut Kitab Negarakertagama Lembu tal adalah seorang Ksatria Yudha.


●Mahkota-Busana-Selendang-Batik-Gelang-Cincin-Emas

Kepala Residen Grissee,berpose di halaman Makam Soenan Giri.

 Indonesia Tempoe Doeloe Pusat Dokumenter Dan Nostalgia 



Potret lawas 1915


Kepala Residen Grissee,berpose di halaman Makam Soenan Giri.

CANDI BOROBUDUR

 Indonesia Tempoe Doeloe Pusat Dokumenter Dan Nostalgia 



Potret lawas 1912 

Puncak Setupa Masih Menggunakan Catra.


●Pembangunan Borobudur  menghabiskan waktu 75 - 100 tahun lebih dan benar-benar dirampungkan pada masa pemerintahan raja Samaratungga pada tahun 825 masehi.


●Bangunan suci ini disebutkan  tahun 1365 masehi, oleh Mpu Prapanca dalam naskahnya Nagarakretagama yang ditulis pada masa kerajaan Majapahit,Ia menyebutkan adanya "Wihara di Budur".


●2.672 panel relief yang ada di Borobudur dapat dibagi menjadi dua jenis, yakni panel naratif fan dekoratif. Sebanyak 1.460 panel naratif tersusun dalam sebelas baris yang mengelilingi monumen dengan total panjang lebih dari 3.000 meter.


●Pada tahun 1896, Raja Thailand, Chulalongkorn ketika mengunjungi Jawa di Hindia Belanda (kini Indonesia) menyatakan minatnya untuk memiliki beberapa bagian dari Borobudur. Pemerintah Hindia Belanda mengizinkan dan menghadiahkan delapan gerobak penuh arca dan bagian bangunan Borobudur. Artefak yang diboyong ke Thailand antara lain; lima arca Buddha bersama dengan 30 batu dengan relief, dua patung singa, beberapa batu berbentuk kala, tangga dan gerbang, dan arca penjaga dwarapala yang pernah berdiri di Bukit Dagi — beberapa ratus meter di barat laut Borobudur. Beberapa artefak ini, yaitu arca singa dan dwarapala, kini tersimpan di Museum Nasional Bangkok


●Borobudur ditinggalkan pada abad ke-10 seiring dipindahnya pusat Kerajaan Mataram Kuno ke Jawa Timur oleh Pu Sindok.Dunia mulai menyadari keberadaan bangunan ini sejak ditemukan 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa.


Portret van de Karo schaker,Si Narsar Vervaardigingsjaar : 14/07/1920 Tekenaar : H.F van Lent-Gort Potret seorang pemain catur dari tanah Karo,"Narsar" (Karokaro?),beliau pemain catur terkenal pada masa nya,oleh orang Belanda disebut Capablanca dari tanah Karo...dilukis pada tahun 1920,karya pelukis H.F van Lent-Gort/Henriëtte Johanna Lent-Gort (Geheugenvannederland)

 Portret van de Karo schaker,Si Narsar

Vervaardigingsjaar : 14/07/1920

Tekenaar : H.F van Lent-Gort

Potret seorang pemain catur dari tanah Karo,"Narsar" (Karokaro?),beliau pemain catur terkenal pada masa nya,oleh orang Belanda disebut Capablanca dari tanah Karo...dilukis pada tahun 1920,karya pelukis H.F van Lent-Gort/Henriëtte Johanna Lent-Gort

(Geheugenvannederland)




Potret jadul Indonesia airway sebelum berubah nama menjadi Garuda Indonesia tempo dulu. #tempodulu #garudaindonesia #sejarah #klepus @pengikut Apa kesan pertama kalian dengan maskapai Garuda?

 Potret jadul Indonesia airway sebelum berubah nama menjadi Garuda Indonesia tempo dulu.

#tempodulu #garudaindonesia #sejarah #klepus @pengikut

Apa kesan pertama kalian dengan maskapai Garuda?




Sejarah Magelang - LOZEmenan


 LOZEmenan

Oleh : Prayogo Pangestu


Demang dari bogor tahun 1870 Juru poto Woodbury and page

 Demang dari bogor tahun 1870

Juru poto Woodbury and page



Mangkunegaran Solo ini Hebat memiliki Tentara /Legiun Mangkunegaran dan Polisi Modern di abat 19. Berbagai merk sepeda motor ini pernah dimiliki oleh kesatuan polisi Mangkunegaran (brigade motor)....sebelum era kemerdekaan RI.

 Mangkunegaran Solo ini Hebat memiliki Tentara /Legiun Mangkunegaran dan Polisi Modern di abat 19.


Berbagai merk sepeda motor ini pernah dimiliki oleh kesatuan polisi Mangkunegaran (brigade motor)....sebelum era kemerdekaan RI.



30 December 2023

Candi Cetho

 Candi Cetho ini letaknya paling tertinggi di Indonesia , Sekitar 1496 MDPL dan di bangun di Abad ke 14 ---  15 , di kabupaten Karanganyar Jawa-Tengah.

Candinya uniq dan bernuansa agama Hindu.

Kalau mau tau tentang candi Cetho buka di Google.

Jalan kesana luar biasa terjalnya arah ke pendakian gunung Lawu.

Sudah terbayang tinggi banget kan.

Sebelum masuk kearea candi wajib memakai kain kotak-kotak yang sudah disediakan.

Dan naik ke puncak candi Cetho ada 9 pelataran..

Asyiiik juga sih bisa mengunjungi situs-situs purbakala.



Atas dahulu, Landhuis Van De Gouverneur Generaraal te Tjipanas Aan de weg Van Tjiandjoer naar Buitenzorg, Circa 1933. Bawah sekarang, Istana Cipanas Cianjur Jawa Barat tahun 2019.

 Atas dahulu, Landhuis Van De Gouverneur Generaraal te Tjipanas Aan de weg Van Tjiandjoer naar Buitenzorg, Circa 1933.

Bawah sekarang, Istana Cipanas Cianjur Jawa Barat tahun 2019.



29 December 2023

Sejarah Magelang - Tenongan

 Mereporduksi tenongan kuweh (kwee - kwee) produksi dari toko roti Brood-en Banketbakkerij K.J. Liem Magelang dengan merk dagang "De Hoop". 


Setelah sempat mendapat wadah rotinya, sekarang dapat tenongan jualan roti kecil. Ya, sementara dipamerkan via daring dulu, next barangkali bisa pameran luring. 

Oleh : Chandra Gusta Wisnuwardhana







Indonesia Tempoe Doeloe Pusat Dokumenter Dan Nostalgia Potret lawas 1910. Suasana halaman depan makam Muhammad 'Ainul Yaqīn / Raden Paku. Terlihat Juru kunci dan Ahliwaris

 Indonesia Tempoe Doeloe Pusat Dokumenter Dan Nostalgia 



Potret lawas 1910.

Suasana halaman depan makam Muhammad 'Ainul Yaqīn / Raden Paku.


Terlihat Juru kunci dan Ahliwaris

SEJARAH MAGELANG - Kamar pasien kelas 3 di Militair Hospitaal (RST Magelang). Salah satu rumah sakit terkeren di masa kolonial. Dikunjungi Raja Siam dan permaisuri tahun 1896 dan miniaturnya bahkan dipamerkan di pameran Paris 1900. Rumah sakit modern dan higienis di jaman itu. :: delpher.nl

 Kamar pasien kelas 3 di Militair Hospitaal (RST Magelang).

Oleh : Eva Mentari Christoup

Salah satu rumah sakit terkeren di masa kolonial.  Dikunjungi Raja Siam dan permaisuri tahun 1896 dan miniaturnya bahkan dipamerkan di pameran Paris 1900.  Rumah sakit modern dan higienis di jaman itu.



:: delpher.nl

Sejarah Magelang - Candi Pawon

 Candi Pawon ( abad ke - 8 - 9 M )

________________________________________________



Sejarah Candi Pawon berkaitan dengan penguasa di Kerajaan Mataram Kuno. Menurut ahli filologi asal Belanda dan peneliti prasasti Mataram Kuno, J. G. de Casparis, Candi Pawon adalah tempat menyimpan abu jasad Raja Indra (782-812 M), penguasa dari Wangsa Syailendra. Fungsi Candi Pawon kemungkinan sebagai wujud penghormatan terhadap Raja Indra yang dahulu diyakini sudah mencapai Bodhisattva. Di dalam candi, diperkirakan pernah ada Arca Bodhhisattva. Candi ini juga diduga menjadi pintu gerbang dari Candi Borobudur. Letak Candi Pawon di Dusun Brojonalan, Kelurahan Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Tepatnya, lokasi Candi Pawon berjarak 1,75 km dari Borobudur, dan sekitar 1,15 km dengan Candi Mendut. Maka itu, Candi Pawon sekarang termasuk salah satu obyek tujuan wisata di kawasan Borobudur.


Waktu pembangunan candi dengan corak agama Buddha ini sulit diidentifikasi secara pasti. Candi Pawon ditemukan pada akhir Abad 19 dalam keadaan tertimbun semak-semak dan rusak. Candi Pawon mulai diperbaiki pada 1897-1904. Perbaikan lantas dilanjutkan di tahun 1908 oleh tim arahan Theodoor van Erp, tokoh yang berperan besar di pemugaran Candi Borobudur.


Sejarah Singkat Candi Pawon dan Fungsinya Pendiri Candi Pawon diyakini adalah penguasa dari Wangsa Syailendra dari Kerajaan Mataram Kuno (Medang). Dinasti penganut Buddha ini punya pengaruh kuat di Medang selama abad 8-9 masehi. Raja pertama Wangsa Syailendra di Mataram Kuno ialah Sri Dharmatungga. Setelah wafat, dia lalu digantikan oleh Raja Indra (Sri Sanggramadananjaya), sosok yang abu jenazahnya diduga pernah bersemayam di Candi Pawon. Menukil dari Sejarah Nasional Indonesia: Masa Prasejarah Sampai Masa Proklamasi Kemerdekaan, karya M. Junaedi Al Anshori (2011), Raja Indra termasuk penguasa yang jago berperang sekaligus penganut Buddha yang patuh. Masa pemerintahannya menjadi awal kejayaan Wangsa Syailendra di Medang. Penerus Indra, yakni Raja Samaratungga melanjutkan era gemilang tersebut. Semasa pemerintahan Samaratungga pula Candi Borobudur dibangun. Pendirian Candi Pawon dan Mendut juga diyakini berlangsung pada era Samaratungga (792-835 M).


Candi Pawon berada di satu garis lurus yang sejajar dengan Candi Borobudur dan Candi Mendut. Fakta ini mengindikasikan bahwa ketiga candi Buddha tersebut mempunyai kaitan erat. 


Peneliti prasasti asal Belanda, Johannes Gijsbertus de Casparis mengajukan teori bahwa candi ini, selain untuk penyimpanan abu jenazah Raja Indra, juga berfungsi menjadi pintu gerbang menuju Candi Borobudur, tempat umat membersihkan badan dan pikiran dari kekotoran batin. 


Dugaan Candi Pawon sebagai tempat penyimpanan abu jasad Raja Indra diperkuat dengan istilah namanya. Pawon dalam bahasa Jawa berarti dapur. Casparis menafsirkan bahwa istilah pawon ini sebagai awu atau abu. 


Sementara itu, warga setempat menyebutnya sebagai Candi Brojonalan. Kata tersebut berasal dari bahasa Sanskerta yakni Vajra (halilintar) dan Anala (api). 


Prasasti Karang Tengah memuat keterangan bahwa di bilik Candi Pawon, pernah ada sebuah arca yang dapat mengeluarkan sinar (Vajra). Muncul dugaan, arca Bodhisattwa itu terbuat dari bahan perunggu. 


Pendapat lainnya disampaikan oleh ahli studi Jawa kuno dari Indonesia, Poerbatjaraka. Dia justru meyakini Candi Pawon merupakan upa angga atau bagian tidak terpisahkan dari Candi Borobudur. Candi ini diibaratkan layaknya pawon (dapur) yang juga sebagai bagian dari rumah. 


Relief Candi Pawon


 Bangunan Candi Pawon tersusun dari batu andesit, dengan denah berbentuk bujur sangkar. Candi ini memiliki panjang sisi masing-masing 10 meter dan tinggi bangunan 13,3 meter.


 Candi Pawon menghadap ke arah barat dan berbilik satu dengan ukuran 2,56 meter x 2,64 meter, serta tinggi 5,20 meter. 


Candi ini terbagi dalam tiga bagian: kaki, tubuh, dana tap candi. Bagian kaki Candi Pawon setinggi 1,5 meter yang dihiasi ornamen seperti bunga dan sulur. Tubuh candi berhias arca Bodhisattva, sementara di bagian atap yang berbentuk persegi bersusun, ada hiasan stupa.


Di dinding depan dari Candi Pawon atau di atas pintu masuk, terpahat relief yang menggambarkan Kuwera (Dewa Kekayaan) dalam posisi berdiri. 


Sejumlah relief lainnya yang terdapat di dinding bagian utara dan selatan Candi Pawon merupakan gambaran Kinara dan Kinari (makhluk berbadan burung dan berkepala manusia). Sepasang burung berkepala manusia itu berdiri mengapit pohon kalpataru yang tumbuh dalam sebuah jambangan.


 Di sekeliling pohon tadi tergambar beberapa pundi uang. Kemudian, di bagian atasnya, tergambar sepasang manusia sedang terbang.


 Sepasang jendela kecil yang berfungsi sebagai ventilasi terpasang di bagian atas dinding candi. Di antara kedua lubang ventilasi tersebut, ada pahatan kumuda (bunga teratai). 


Relief yang terdapat di Candi Pawon tergolong sebagai relief dekoratif atau semacam hiasan. Tidak terdapat relief cerita di candi tersebut.

Sejarah Magelang - Atas dulu, Gemeente bioscoop te Magelang, 1920's. .,. Bawah kini, Eks Panti Peri, Jl Pahlawan, Magelang, 2023

 Atas dulu, Gemeente bioscoop te Magelang, 1920's. .,. 

Bawah kini, Eks Panti Peri, Jl Pahlawan, Magelang, 2023



Galleon portugis yang terkuat didunia pada masa nya bernama Botafogo dibangun tahun 1534 dengan bobot 1000 ton dan dilengkapi 366 artileri perunggu dikapalnya membuatnya sangat menakutkan. Portugis sempat berkuasa diPerairan Nusantara, menduduki Malaka pada 15 Agustus tahun 1511, dan setelah terusir dari wilayah Nusantara Timur Portugis menduduki Timor-Timor atau wilayah Timor Leste Modern . Armada perang portugis pernah di gagalkan menduduki pelabuhan Sunda Kelapa oleh armada Kasultanan Demak Bintara dan Setelah peristiwa itu pulau Jawa sempat terlindungi dari bangsa eropa selama berpuluh puluh tahun kedepan.

 Galleon portugis yang terkuat didunia pada masa nya bernama Botafogo dibangun tahun 1534 dengan bobot 1000 ton dan dilengkapi 366 artileri perunggu dikapalnya membuatnya sangat menakutkan. Portugis sempat berkuasa diPerairan Nusantara, menduduki Malaka pada 15 Agustus tahun 1511, dan setelah terusir dari wilayah Nusantara Timur Portugis menduduki Timor-Timor atau wilayah Timor Leste Modern . Armada perang portugis pernah di gagalkan menduduki pelabuhan Sunda Kelapa oleh armada Kasultanan Demak Bintara dan Setelah peristiwa itu pulau Jawa sempat terlindungi dari bangsa eropa selama berpuluh puluh tahun kedepan.



Potret para pekerja sedang mengupas biji kopi dengan mulut di Priangan sekitar tahun 1910. Mungkin karena cara mengupas yang unik ini menjadikan kopi dari Cianjur melegenda di Eropa dahulu, hehe. Menurut sejarawan Jan Breman dan G.J Knaap, Cianjur merupakan pemasok kopi terbesar untuk VOC sejak awal abad ke-18. Setengah hingga tiga perempat perdagangan kopi dunia berasal dari VOC dan jumlah itu setengahnya dihasilkan dari Priangan bagian barat, yakni Cianjur. Pasokan kopi ini semakin melimpah saat VOC memberlakukan sistem tanam paksa dalam nama "Preanger Stelsel" atau Sistem Priangan pada 1720. Dengan memanfaatkan bangsawan lokal (menak dan santana) VOC menekan masyarakat untuk menjual produk mereka hanya kepada VOC dengan harga murah. Sekitar empat sampai enam juta pon kopi diangkut dari Priangan menuju Belanda pada tahun 1730. VOC sendiri tidak kesulitan dalam memasarkan bijih hitam pahit, yang mereka sebut sebagai "Kopi Jawa" ke Eropa. Begitu populernya "Kopi Jawa" di Eropa, hingga seorang pendeta bernama Francois Valentijn, mengeluhkan kecanduan orang-orang Eropa terhadap benda hitam dari Hindia Timur itu. Kopi Jawa asal Priangan (Cianjur) memiliki kualitas terbaik pada saat itu, hingga menjadi andalan VOC di pasaran dunia. Bahkan saat kekuasaan beralih ke Hindia Belanda di awal abad ke-19, kas keuangan pemerintah Hindia Belanda jaman Herman Willem Daendels pernah surplus. Dan di tahun 1994, karena kenikmatan kopi ini pula James Gosling menamakan bahasa pemograman komputernya yang super legend dengan nama "Java"*), berikut logo secangkir kopi ngebul. Ide nama ini berasal dari kecanduan para pencipta bahasa pemrograman ini (James Gosling, Mike Sheridan, dan Patrick Naughton) terhadap Kopi Jawa (Java Coffee). Foto: KITLV 31171 Judul: Koffiebonen pellen met de mond op een koffie-onderneming in de Preanger. *) Java adalah bahasa pemrograman komputer yang dipergunakan untuk membangun Android, maupun ribuan aplikasi lainnya dari yang sederhana semacam Angry Birds sampai AI dan Cloud Computing.

 Potret para pekerja sedang mengupas biji kopi dengan mulut di Priangan sekitar tahun 1910. Mungkin karena cara mengupas yang unik ini menjadikan kopi dari Cianjur melegenda di Eropa dahulu, hehe.


Menurut sejarawan Jan Breman dan G.J Knaap, Cianjur merupakan pemasok kopi terbesar untuk VOC sejak awal abad ke-18. Setengah hingga tiga perempat perdagangan kopi dunia berasal dari VOC dan jumlah itu setengahnya dihasilkan dari Priangan bagian barat, yakni Cianjur.


Pasokan kopi ini semakin melimpah saat VOC memberlakukan sistem tanam paksa dalam nama "Preanger Stelsel" atau Sistem Priangan pada 1720. Dengan memanfaatkan bangsawan lokal (menak dan santana) VOC menekan masyarakat untuk menjual produk mereka hanya kepada VOC dengan harga murah.


Sekitar empat sampai enam juta pon kopi diangkut dari Priangan menuju Belanda pada tahun 1730. VOC sendiri tidak kesulitan dalam memasarkan bijih hitam pahit, yang mereka sebut sebagai "Kopi Jawa" ke Eropa. Begitu populernya "Kopi Jawa" di Eropa, hingga seorang  pendeta bernama Francois Valentijn, mengeluhkan kecanduan orang-orang Eropa terhadap benda hitam dari Hindia Timur itu.


Kopi Jawa asal Priangan (Cianjur) memiliki kualitas terbaik pada saat itu, hingga menjadi andalan VOC di pasaran dunia. Bahkan saat kekuasaan beralih ke Hindia Belanda di awal abad ke-19, kas keuangan pemerintah Hindia Belanda jaman Herman Willem Daendels pernah surplus.


Dan di tahun 1994, karena kenikmatan kopi ini pula James Gosling menamakan bahasa pemograman komputernya yang super legend dengan nama "Java"*), berikut logo secangkir kopi ngebul. Ide nama ini berasal dari kecanduan para pencipta bahasa pemrograman ini (James Gosling, Mike Sheridan, dan Patrick Naughton) terhadap Kopi Jawa (Java Coffee).



Foto: KITLV 31171

Judul: Koffiebonen pellen met de mond op een koffie-onderneming in de Preanger.


*) Java adalah bahasa pemrograman komputer yang dipergunakan untuk membangun Android, maupun ribuan aplikasi lainnya dari yang sederhana semacam Angry Birds sampai AI dan Cloud Computing.

Roanoke adalah koloni Inggris pertama di Amerika Utara yang didirikan oleh Sir Walter Raleigh pada tahun 1585. Koloni ini terletak di Pulau Roanoke di Carolina Utara, Amerika Serikat. Namun, koloni ini menghilang secara misterius pada tahun 1590 tanpa meninggalkan jejak yang jelas. Salah satu jejak yang di tinggalkan hanyalah sebuah pahatan ditiang kayu bertuliskan "CRO" dan sebuah pahatan di pohon yang bertuliskan "CROATOAN"

 Roanoke adalah koloni Inggris pertama di Amerika Utara yang didirikan oleh Sir Walter Raleigh pada tahun 1585. Koloni ini terletak di Pulau Roanoke di Carolina Utara, Amerika Serikat. Namun, koloni ini menghilang secara misterius pada tahun 1590 tanpa meninggalkan jejak yang jelas.

Salah satu jejak yang di tinggalkan hanyalah sebuah pahatan ditiang kayu bertuliskan "CRO" dan sebuah pahatan di pohon yang bertuliskan "CROATOAN"



Legenda Fokker yang Lahir di Blitar dan Berjaya di Eropa . . . . . Terobsesi kepada pesawat sejak kecil, namanya menjelma sebuah merek dirgantara yang legendaris. Red Baron adalah legenda berbahaya Jerman dalam Perang Dunia I di Eropa. Pesawat bersayap tiga lapis yang diterbangkan oleh Ritmeester Manfred Albrecht Freiherr von Richthofen ini memakan banyak korban. Dalam sejarah Perang Dunia I, Red Baron benar-benar menjadi pesawat yang menebar kehancuran bagi musuh-musuh Jerman. Menurut catatan Pamella Dell dalam A World War I Timeline (2014), Richtofen menyatakan telah menjatuhkan 80 pesawat terbang musuh. Pesawat-pesawat yang dipakai Richtofen dan pilot-pilot tempur Jerman yang dipimpinnya adalah bikinan orang Belanda bernama Anthony Herman Gerard Fokker. Namanya sangat terkenal dalam sejarah kedirgantaraan dunia. Fokker punya cerita tersendiri tentang Indonesia. Ia lahir di Jawa, persisnya di Blitar, pada 6 April 1890. Namun hanya sampai umur empat tahun dia berada di Hindia Belanda. Ayahnya, Herman Fokker, yang merupakan penggede perkebunan kopi di Jawa Timur, mengirimnya ke Eropa untuk bersekolah. Tentu saja ia masih terlalu kecil saat berangkat ke Eropa. Dia tak mengenal tanah kelahirannya, Nusantara, yang kala itu disebut Hindia Belanda, yang membuat ayahnya cukup makmur untuk bisa menyekolahkannya di negeri leluhurnya. Fokker muda sejak kecil sudah terobsesi pesawat. Pada usia yang masih terhitung muda, 20 tahun, ia sudah merancang pesawat pertamanya yaitu De Spin (laba-laba). Dirancang sejak 1910, pesawat itu ia terbangkan di sekitar Sint Bavokerk Haarlem pada 31 Agustus 1911, saat ulang tahun Ratu Wilhelmina. Baca juga: Sejarah Hidup Wilhelmina, Ratu Belanda yang Tak Rela RI Merdeka Dalam buku A Biographical Encyclopedia of Scientists and Inventors in American (2011) karya A. Bowdoin Van Riper, dia dikirim untuk belajar teknik otomotif di Jerman. Pada 1912, dia membangun perusahaan penerbangan dan sekolah penerbangannya di Jerman. Dengan cepat Fokker mendapatkan kontrak dari militer Jerman untuk pesawat pemandu dan pelatihan pilot. Pesawat buatannya pada 1915 adalah Fokker E-1, pesawat satu kursi dan senapan mesin yang sudah sinkron dengan gerak baling-baling depannya ketika menembak. Menurut A. Bowdoin Van Riper, pesawat ini begitu efektif ditangan Max Immelman Ace (pilot pembantai pesawat musuh) dan mendapatkan reputasi mengerikan dari musuh-musuhnya. Di era-era pesawat baru yang dikembangkan Wilbur Wright, pesawat kebanyakan hanya mampu mengangkut dua penumpang. Pesawat bukan transportasi massal. Hanya untuk hobi atau militer. Masa penerbangan komersil belum datang saat itu. Jadi, Angkatan Udara Jerman adalah konsumen penting pertama dalam bisnis Fokker. “Fokker membangun reputasinya selama Perang Dunia I sebagai pembuat pesawat untuk Angkatan Udara Jerman, termasuk pesawat bersayap tiga lapis Manfred 'Red Baron' von Richthofen,” tulis Henry M. Holden dalam Teterboro Airport (2010). Pesawat bertipe Dr I ini adalah pesawat yang sering diingat dalam sejarah pertempuran udara. Namun, sebagai produsen pesawat di awal sejarah pesawat terbang, tentu saja banyak kelemahan dari produknya. Dia pun disarankan untuk merger dengan Junker. Setelah gugurnya Manfred van Richthofen si Red Baron pada 21 April 1918 di Perancis dan kalahnya Jerman dalam Perang Dunia I, Anthony Fokker lalu kehilangan konsumen pentingnya, militer Jerman. Perusahaannya dia pindahkan ke Belanda dan berpisah dengan Junker. Dengan satu rangkaian kereta api, pesawat-pesawat Fokker dipindahkan ke Belanda. Pada 21 Juli 1919, dengan bendera N.V. Koninklijke Nederlandse Vlietuigenfabriek Fokker, perusahaan pesawatnya bangkit lagi. Baca juga: Kisah Engelbert: Petualangan dan Tewas Terbakar Kecelakaan Pesawat Negaranya, Belanda, bukan jago perang yang memperhatikan Angkatan Udara. Anthony Fokker tak melulu jadi pedagang kematian dengan hanya membuat pesawat tempur untuk membunuh lawan. Dia beralih membuat pesawat penumpang komersial mesti saat itu pasar penerbangan komersil masih terbatas. Pada Oktober 1919, Fokker F.II terbang perdana. Pesawat ini adalah pesawat penumpang pertama yang diproduksi Fokker. Lalu pada April 1921, Fokker F.III, yang mampu mengangkut 5 penumpang, terbang perdana. Pesawat terakhir dibeli maskapai penerbangan Belanda Koninklijke Luchtvaart Maatschappij (KLM). KLM memakai pesawat buatan Fokker ke Hindia Belanda (Indonesia), tanah kelahiran Anthony Fokker. Dekade 1920-an adalah awal masa kejayaan Fokker. Pada 1923, dia mulai memindahkan bisnisnya ke Amerika Serikat. Semula usahanya dinamai Atlantic Aircraft Corporation, namun pada 1927 dia mengubahnya menjadi Fokker Aircraft Corporation of America. Tahun 1930, perusahaannya bergabung dengan General Motors Corporation dan dinamai General Aviation Manufacturing Corporation. Anthony Fokker wafat pada 23 Desember 1939, tepat hari ini 81 tahun lalu di New York, dan nama Fokker terus dipakai sebagai merek. Namanya bahkan menjadi salah satu merek penting dalam dunia dirgantara dunia. Setelah kematian Fokker, perusahaan yang dirintisnya ini terlibat juga dalam produksi pesawat tempur maupun pesawat angkut militer. Salah satu produk laris perusahaan itu adalah pesawat turboprop Fokker F-27 yang dirilis pada 1958. Hingga 1986, pesawat tersebut telah terjual 800 unit. Setelah Fokker F-27, keluar Fokker F-28 "Fellowship", Fokker F50, Fokker F70, dan Fokker F100. Pembelinya bukan hanya Jerman, Belanda, dan Amerika Serikat, tapi juga sejumlah negara lain termasuk Indonesia. ==========

 Legenda Fokker yang Lahir di Blitar dan Berjaya di Eropa 


.

.

.

.

.


Terobsesi kepada pesawat sejak kecil, namanya menjelma sebuah merek dirgantara yang legendaris. Red Baron adalah legenda berbahaya Jerman dalam Perang Dunia I di Eropa. Pesawat bersayap tiga lapis yang diterbangkan oleh Ritmeester Manfred Albrecht Freiherr von Richthofen ini memakan banyak korban. Dalam sejarah Perang Dunia I, Red Baron benar-benar menjadi pesawat yang menebar kehancuran bagi musuh-musuh Jerman.


Menurut catatan Pamella Dell dalam A World War I Timeline (2014), Richtofen menyatakan telah menjatuhkan 80 pesawat terbang musuh. Pesawat-pesawat yang dipakai Richtofen dan pilot-pilot tempur Jerman yang dipimpinnya adalah bikinan orang Belanda bernama Anthony Herman Gerard Fokker. Namanya sangat terkenal dalam sejarah kedirgantaraan dunia. Fokker punya cerita tersendiri tentang Indonesia. Ia lahir di Jawa, persisnya di Blitar, pada 6 April 1890. 


Namun hanya sampai umur empat tahun dia berada di Hindia Belanda. Ayahnya, Herman Fokker, yang merupakan penggede perkebunan kopi di Jawa Timur, mengirimnya ke Eropa untuk bersekolah. Tentu saja ia masih terlalu kecil saat berangkat ke Eropa. Dia tak mengenal tanah kelahirannya, Nusantara, yang kala itu disebut Hindia Belanda, yang membuat ayahnya cukup makmur untuk bisa menyekolahkannya di negeri leluhurnya. Fokker muda sejak kecil sudah terobsesi pesawat. 


Pada usia yang masih terhitung muda, 20 tahun, ia sudah merancang pesawat pertamanya yaitu De Spin (laba-laba). Dirancang sejak 1910, pesawat itu ia terbangkan di sekitar Sint Bavokerk Haarlem pada 31 Agustus 1911, saat ulang tahun Ratu Wilhelmina. Baca juga: Sejarah Hidup Wilhelmina, Ratu Belanda yang Tak Rela RI Merdeka Dalam buku A Biographical Encyclopedia of Scientists and Inventors in American (2011) karya A. Bowdoin Van Riper, dia dikirim untuk belajar teknik otomotif di Jerman. 


Pada 1912, dia membangun perusahaan penerbangan dan sekolah penerbangannya di Jerman. Dengan cepat Fokker mendapatkan kontrak dari militer Jerman untuk pesawat pemandu dan pelatihan pilot. Pesawat buatannya pada 1915 adalah Fokker E-1, pesawat satu kursi dan senapan mesin yang sudah sinkron dengan gerak baling-baling depannya ketika menembak. 


Menurut A. Bowdoin Van Riper, pesawat ini begitu efektif ditangan Max Immelman Ace (pilot pembantai pesawat musuh) dan mendapatkan reputasi mengerikan dari musuh-musuhnya. Di era-era pesawat baru yang dikembangkan Wilbur Wright, pesawat kebanyakan hanya mampu mengangkut dua penumpang. Pesawat bukan transportasi massal. Hanya untuk hobi atau militer. Masa penerbangan komersil belum datang saat itu. Jadi, Angkatan Udara Jerman adalah konsumen penting pertama dalam bisnis Fokker.   


“Fokker membangun reputasinya selama Perang Dunia I sebagai pembuat pesawat untuk Angkatan Udara Jerman, termasuk pesawat bersayap tiga lapis Manfred 'Red Baron' von Richthofen,” tulis Henry M. 


Holden dalam Teterboro Airport (2010). Pesawat bertipe Dr I ini adalah pesawat yang sering diingat dalam sejarah pertempuran udara. Namun, sebagai produsen pesawat di awal sejarah pesawat terbang, tentu saja banyak kelemahan dari produknya. Dia pun disarankan untuk merger dengan Junker.


Setelah gugurnya Manfred van Richthofen si Red Baron pada 21 April 1918 di Perancis dan kalahnya Jerman dalam Perang Dunia I, Anthony Fokker lalu kehilangan konsumen pentingnya, militer Jerman. Perusahaannya dia pindahkan ke Belanda dan berpisah dengan Junker. Dengan satu rangkaian kereta api, pesawat-pesawat Fokker dipindahkan ke Belanda. 


Pada 21 Juli 1919, dengan bendera N.V. Koninklijke Nederlandse Vlietuigenfabriek Fokker, perusahaan pesawatnya bangkit lagi. Baca juga: Kisah Engelbert: Petualangan dan Tewas Terbakar Kecelakaan Pesawat Negaranya, Belanda, bukan jago perang yang memperhatikan Angkatan Udara. Anthony Fokker tak melulu jadi pedagang kematian dengan hanya membuat pesawat tempur untuk membunuh lawan. 


Dia beralih membuat pesawat penumpang komersial mesti saat itu pasar penerbangan komersil masih terbatas. Pada Oktober 1919, Fokker F.II terbang perdana. Pesawat ini adalah pesawat penumpang pertama yang diproduksi Fokker. Lalu pada April 1921, Fokker F.III, yang mampu mengangkut 5 penumpang, terbang perdana. Pesawat terakhir dibeli maskapai penerbangan Belanda Koninklijke Luchtvaart Maatschappij (KLM). 


KLM memakai pesawat buatan Fokker ke Hindia Belanda (Indonesia), tanah kelahiran Anthony Fokker. Dekade 1920-an adalah awal masa kejayaan Fokker. Pada 1923, dia mulai memindahkan bisnisnya ke Amerika Serikat. Semula usahanya dinamai Atlantic Aircraft Corporation, namun pada 1927 dia mengubahnya menjadi Fokker Aircraft Corporation of America. Tahun 1930, perusahaannya bergabung dengan General Motors Corporation dan dinamai General Aviation Manufacturing Corporation. 


Anthony Fokker wafat pada 23 Desember 1939, tepat hari ini 81 tahun lalu di New York, dan nama Fokker terus dipakai sebagai merek. Namanya bahkan menjadi salah satu merek penting dalam dunia dirgantara dunia. Setelah kematian Fokker, perusahaan yang dirintisnya ini terlibat juga dalam produksi pesawat tempur maupun pesawat angkut militer.


Salah satu produk laris perusahaan itu adalah pesawat turboprop Fokker F-27 yang dirilis pada 1958. Hingga 1986, pesawat tersebut telah terjual 800 unit. Setelah Fokker F-27, keluar Fokker F-28 "Fellowship", Fokker F50, Fokker F70, dan Fokker F100. Pembelinya bukan hanya Jerman, Belanda, dan Amerika Serikat, tapi juga sejumlah negara lain termasuk Indonesia. ==========



28 December 2023

Sejarah Magelang - Bioskop Pemda di Magelang, tahun 1920an Gemeente bioscoop te Magelang, 1920's

 Bioskop Pemda di Magelang, tahun 1920an


Gemeente bioscoop te Magelang, 1920's

Oleh : Bintoro Hoepoedio




Pelawak Ratmi B29 dan Ateng dalam film Bing Slamet dukun palsu di tahun 1973

 Pelawak Ratmi B29 dan Ateng dalam film Bing Slamet dukun palsu di tahun 1973



Indonesia Tempoe Doeloe Pusat Dokumenter Dan Nostalgia Potret lawas 1924 Pakoe Boewono X, Susuhunan Surakarta dan rombongan Keliling Tanah Jawi Mengunjungi situs situs Purbakala di Candi Kidal.

 Indonesia Tempoe Doeloe Pusat Dokumenter Dan Nostalgia 



Potret lawas 1924


Pakoe Boewono X, Susuhunan Surakarta dan rombongan  Keliling Tanah Jawi Mengunjungi situs situs Purbakala di Candi  Kidal.

Potret anak-anak yang sedang bermain "knikkeren" atau dalam Bahasa Jawa sering disebut "nèkêr" atau kelereng. Foto diambil sekitar tahun 1931 di daerah Kalikuning, Malang, Jawa Timur. Foto: KITLV 117853 Judul asli: Kinderen, vermoedelijk met Koosje Eggink aan het knikkeren te Kalikoening bij Malang


Potret anak-anak yang sedang bermain "knikkeren" atau dalam Bahasa Jawa sering disebut "nèkêr" atau kelereng. Foto diambil sekitar tahun 1931 di daerah Kalikuning, Malang, Jawa Timur.



Foto: KITLV 117853

Judul asli: Kinderen, vermoedelijk met Koosje Eggink aan het knikkeren te Kalikoening bij Malang

Belanda pada awal 1900-an itu membuat pesanggrahan atau tempat peristirahatan di Desa Munduk Kecamatan Banjar tepatnya di pegunungan yang merupakan daerah penghasil kopi terbaik di Bali utara.

 Belanda pada awal 1900-an itu membuat pesanggrahan atau tempat peristirahatan di Desa Munduk Kecamatan Banjar tepatnya di pegunungan yang merupakan daerah penghasil kopi terbaik di Bali utara.



pandai besi dari Mumbai (Bombay) c. 1880-an

 pandai besi dari Mumbai (Bombay) c. 1880-an



27 December 2023

Sejarah Magelang - Genever

 Ketibaan barang lucu lagi. Peti kotak miras jenis Genever dari kayu dengan marking bikinan Batavia. Genever adalah salah satu jenis minuman yang lazim ditenggak para serdadu - serdadu di kantin garnisun dan dijajakan di warung - warung dekat tangsi militer masa kolonial dulu. Barang dikirim langsung dari Magelang. Barang kali, benda ini adalah saksi bisu jejak kehidupan para serdadu KNIL di Garnizoenplaats Magelang masa silam.

Oleh : Chandra Gusta Wisnuwardhana





All England 1973 menjadi salah satu momen besar kejayaan tunggal putra dan ganda putra Indonesia.Di All England 1973 ini Rudy Hartono,Christian Hadinata dan Tjun Tjun menunjukkan kepiawaian mereka. Christian Hadinata dan Tjun Tjun tampil memukau bukan hanya di ganda putra tapi juga di tunggal putra.Tjun Tjun yang tampil di tunggal putra dan ganda putra menunjukkan dirinya bukan sosok "numpang lewat" di tunggal putra.Tjun Tjun tampil prima hingga lolos ke Semifinal.Sayang di Semifinal dirinya takluk dari rekan senegaranya Rudy Hartono 15-7 dan 15-1.Di ganda putra Tjun Tjun yang berduet dengan Johan Wahyudi lolos ke Final namun akhirnya takluk dari rekannya yang juga Juara Bertahan Christian Hadinata/Ade Chandra Christian Hadinata juga menunjukkan kemampuannya yang hebat di tunggal dan ganda putra.Di Semifinal Tunggal Putra Chrustian Hadinata sukses menaklukkan legenda Denmark yang juga Runner Up 1972 Svend Pri lewat rubber set 15-7,6-15 dan 15-13.Sayang di Final Christian Hadinata harus mengakui keunggulan rejan senegaranya yang juga Juara Bertahan Rudy Hartono straight set 6-15 dan 2-15. Di nomor Ganda Putra Christian Hadinata yang berduet dengan Ade Chandra sukses mempertahankan gelar Juara yang sebelumnya mereka raih pada 1972.Di Final Ganda Putra Christian Hadinata/Ade Chandra sukses menjadi Juara setelah menaklukkan rekan senegaranya Tjun Tjun/Johan Wahyudi 15-1 dan 15-7. Sebuah sukses yang membuktikan betapa Christian Hadinata dan Tjun Tjun bukan hanya mampu berprestasi di Ganda Putra tapi juga sukses di Tunggal Putra.Kesuksesan ini membuktikan bahwa mereka selain punya skill yang mumpuni juga memiliki fisik yang prima. Tidak mudah tampil konsisten dan prima dengan bermain rangkap dalam satu turnamen apalagi dengan sistem skor lama di bulutangkis dengan model poin melalui pindah bola yang sangat menguras tenaga dan konsentrasi. Semoga ini menjadi teladan dan contoh bagi para pebulutangkis Indonesia saat ini di tengah "pudarnya" prestasi Bulutangkis Indonesia.Semoga 2024 nanti menjadi momen "Kebangkitan" Bulutangkis indonesia.

 All England 1973 menjadi salah satu momen besar kejayaan tunggal putra dan ganda putra Indonesia.Di All England 1973 ini Rudy Hartono,Christian Hadinata dan Tjun Tjun menunjukkan kepiawaian mereka.


Christian Hadinata dan Tjun Tjun tampil memukau bukan hanya di ganda putra tapi juga di tunggal putra.Tjun Tjun yang tampil di tunggal putra dan ganda putra menunjukkan dirinya bukan sosok "numpang lewat" di tunggal putra.Tjun Tjun tampil prima hingga lolos ke Semifinal.Sayang di Semifinal dirinya takluk dari rekan senegaranya Rudy Hartono 15-7 dan 15-1.Di ganda putra Tjun Tjun yang berduet dengan Johan Wahyudi lolos ke Final namun akhirnya takluk dari rekannya yang juga Juara Bertahan Christian Hadinata/Ade Chandra


Christian Hadinata juga menunjukkan kemampuannya yang hebat di tunggal dan ganda putra.Di Semifinal Tunggal Putra Chrustian Hadinata sukses menaklukkan legenda Denmark yang juga Runner Up 1972 Svend Pri lewat rubber set 15-7,6-15 dan 15-13.Sayang di Final Christian Hadinata harus mengakui keunggulan rejan senegaranya yang juga Juara Bertahan Rudy Hartono straight set 6-15 dan 2-15.


Di nomor Ganda Putra Christian Hadinata yang berduet dengan Ade Chandra sukses mempertahankan gelar Juara yang sebelumnya mereka raih pada 1972.Di Final Ganda Putra Christian Hadinata/Ade Chandra sukses menjadi Juara setelah menaklukkan rekan senegaranya Tjun Tjun/Johan Wahyudi 15-1 dan 15-7.


Sebuah sukses yang membuktikan betapa Christian Hadinata dan Tjun Tjun bukan hanya mampu berprestasi di Ganda Putra tapi juga sukses di Tunggal Putra.Kesuksesan ini membuktikan bahwa mereka selain punya skill yang mumpuni juga memiliki fisik yang prima.


Tidak mudah tampil konsisten dan prima dengan bermain rangkap dalam satu turnamen apalagi dengan sistem skor lama di bulutangkis dengan model poin melalui pindah bola yang sangat menguras tenaga dan konsentrasi.





Semoga ini menjadi teladan dan contoh bagi para pebulutangkis Indonesia saat ini di tengah "pudarnya" prestasi Bulutangkis Indonesia.Semoga 2024 nanti menjadi momen "Kebangkitan" Bulutangkis indonesia.

Gowok

 Dalam tradisi masyarakat Jawa tempo dulu, seorang remaja lelaki yang sudah disunat akan menjalani beberapa prosesi. Salah satunya adalah nyantrik pada seorang gowok. Gowok adalah perempuan yang akan mendidik remaja lelaki agar mengenal tentang seluk-beluk tubuh perempuan.


Konon, sebelum sampai di Jawa, gowok adalah tradisi dari istana di Tiongkok. Di Jawa, seorang wanita bernama Goo Wook Niang-lah yang mula-mula memperkenalkan cara mendidik remaja lelaki yang akan beranjak dewasa dengan diajak tinggal di rumahnya. Karena lidah orang Jawa sulit untuk melafalkan nama Goo Wook Niang, ahirnya mereka menemukan istilah yang mudah diingat, yaitu gowok.


Bagus sasongko, seorang remaja lelaki yang baru saja disunat, anak seorang wedana di Randu Pitu, akan diserahkan pada Nyai Lindri. Seorang gowok. Melalui wanita inilah, Bagus Sasongko akan dididik menjadi lelaki dewasa.


Perjalanan Bagus sasongko bersama Nyai Lindri membawa keduanya pada hubungan yang unik, penuh kasih, juga intrik yang datang dari seorang lelaki teman ayah Bagus Sasongko. Laki-laki yang sangat menginginkan Nyai Lindri.


Sebuah novel bagus yang memotret budaya Jawa tempo dulu.



Lampu kuno era Majapahit yang ditemukan di Dusun Sawen, Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngimbang, Lamongan, Jawa Timur [foto/KITLV]

 Lampu kuno era Majapahit yang ditemukan di Dusun Sawen, Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngimbang, Lamongan, Jawa Timur [foto/KITLV]



26 December 2023

Lukisan tua karya Jacob Smies tentang usaha VOC merebut Jakarta dari kekuasaan Pangeran Jayakarta pada tahun 1618 Lukisan dibawah dibuat tahun 1828 dan menggambarkan bagaimana salah seorang pemuka VOC, Pieter van den Broecke, dirantai dan digiring ke arah benteng pertahanan VOC. Dikabarkan bahwa Pieter sebelumnya diundang makan oleh Pangeran Jayawikarta (Jayakarta?), tetapi kemudian malah ditangkap dan dijadikan sandera dalam pengajuan tuntutan kepada pihak Belanda. Pihak penangkap Pieter digambarkan mengenakan pakaian Portugis, seolah mengindikasikan bahwa Portugis berada di pihak Jayakarta.

 Lukisan tua karya Jacob Smies tentang usaha VOC merebut Jakarta dari kekuasaan Pangeran Jayakarta pada tahun 1618



Lukisan dibawah dibuat tahun 1828 dan menggambarkan bagaimana salah seorang pemuka VOC, Pieter van den Broecke, dirantai dan digiring ke arah benteng pertahanan VOC. Dikabarkan bahwa Pieter sebelumnya diundang makan oleh Pangeran Jayawikarta (Jayakarta?), tetapi kemudian malah ditangkap dan dijadikan sandera dalam pengajuan tuntutan kepada pihak Belanda. Pihak penangkap Pieter digambarkan mengenakan pakaian Portugis, seolah mengindikasikan bahwa Portugis berada di pihak Jayakarta.

Oleh : Andre Owen

La Eli ( Baidhul Jamani/ Bheteno Netombula ) Lahir : ? Raja Muna ke - 1 : 1417 - 1467 M Istri : ♀️Wa Tandiabe. Anak : ♂️Kaghua Bhangkano Fotu/ Sugi Patola, ♂️Runtu Wulae, ♀️Kilambibito. Wafat : ? Makam : Masjid Tua Kerajaan Muna, Raha, Sulawesi Tenggara, 2JG5+8MJ, Lakologou, Kec. Tongkuno, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara 93352. Keterangan : Bheteno ne Tombula alias La Eli alias Baidhul Jamani adalah Raja Muna I. Bheteno ne Tombula dipercaya sebagai orang pertama yang memulai beradabaan baru dalam sistem sosial kemasyarakatan di Muna. Hal ini dikarenakan pada masa pemerintahan Bheteno Ne Tombula, Muna menjadi sebuah kerajaan dengan struktur pemerintahan dan struktur sosial yang lebih moderen. Sebagai seorang raja Sugi manuru juga melakukan penataan dalam sistem administrasi pemerintahan, walapun pada waktu itu masyarakat Muna termasuk raja belum mengenal tuulisan. Bheteno Ne tombula bukanlah orang Muna, beliau ditemukan dalam rumpun bambu oleh sekelompok orang yang ditugaskan utnuk mencari bambu pada saat diadakan pesta besar di Wamelai. Dikisahkan dalam tradisi lisan masyarakat Muna bahwa pada suatu hari, Mieno ( Pemimpin Wilayah ) Wamelai akan mengadakan pesta raya, seluruh masyarakat Muna di delapan wilayah dikumpulkan untuk turut membantu mempersiapkan pelaksanaan pesta tersebut. Sekelompok orang yang ditugaskan untuk mencari bamboo dihutan, menemukan seorang lelaki yang gagah perkasa di dalam rumpun bamboo yang akan ditebang, ada juga yang mengisahkan bahwa manusia tersebut ditemukan dalam ruas bamboo. Karena penemuan tersebut dianggap aneh, lelaki itu kemudian dibawah menghadap pada mieno Wamelai . Dihadapan mieno Wamelai dan pemimpin wilayah lainnya lelaki itu mengaku bernama LA ELI alias BAILDHUL JAMAANI Putra Raja Luwu di Sulawesi selatan. Dituturkan dalam tradisi lisan, kedatangan LA ELI alias BAILDHUL JAMAANI di Muna untuk menunggu istrinya yang saat ini sedang hamil dan akan datang menemui dirinya. Tempat pertemuan yang mereka sepakati untuk pertemuan itu adalah Pulau Muna ( Wuna). Selang beberapa hari setelah penemuan manusia dalam rumpun bamboo tersebut, tersiar kabar bahwa di Lohia pesisir Timur Pulau Muna, tepatnya di Curuk Napabale ditemukan seorang wanita cantik. Wanita tersebut mengaku bernama WA TANDI ABE . berasal dari kerajaan Banggai di Sulawesi Tengah, dia datang di Muna dengan menumpang sebuah talang dan terdampar ditempat itu. Tujuan kedatangannya adalah untuk bertemu dengan suaminya yang telah menungguhnya disuatu tempat dimana talang yang ditumpanginya terdampar. Kabar tentang terdamparnya seorang wanita di Lohia tersebut tersebar luas begitu cepat dikalaangan masyarakaat. Pada suatu hari kabar itu sampai juga ditelinga MIENO WAMELAI di Tongkuno, sehingga beliau memerintahkan agar wanita tersebut di dibawa menghadap dirinya guna dipertemukan dengan LA ELI alias BAIDHULJAMANI untuk di konfrontir. Ternyata setalah dipertemukan keduanya mengaku sebagai suami istri dan mereka yang saling mencari . Dalam pertemuan tersebut Wa Tandi Abe juga mengaku dalam keadaan hamil, dan janin dalam rahimnya tersebut adalah darah daging dari LA ELI alias BAIDHUL JAMANI suaminya yang ada dihadapannya saat ini. Karena peristiwa itu dianggap luar biasa dan tidak lazim, maka rapat dewan adat menyepakati untuk ‘memingit’ keduanya dalam sebuah kelambu selama tujuh hari tujuh malam. Tujuan pemingitan adalah untuk mencegah hal-hal negative yang timbul akibat penemuan dua orang yang aneh tersebut dan mengaku sebagai Suami istri. Setelah tujuh hari dalam ‘pingitan’, ternyat tidak ada kejadian yang luar biasa sehingga keduanya di keluarkan dari pingitan kemudian di nikahkaan kembali menurut adat yang berlaku dikalangan masyarakat Muna. Peristiwa pemingitan tersebut akhirnya menjadi tradisi dan menjadi syarat yang harus dilalui seseorang yang akan menjadi Raja Muna. Peristiwa ini juga menjadi tradisi yang harus dilalui seorang wanita yang telah memasuki usia baliqh sebagai tanda kalau wanita tersebut sudah siap untuk dinikahkan. Tradisi ini diberi nama ‘ Kaghombo’ dan masih terpelihara dengan baik sampai saat ini. Perkawinan antara LA ELI alias BAIDHUL JAMANI dengan WA TANDIABE melahirkan tiga anak yaitu KAGHUA BANGKANO FOTU. RUNTU WULAE dan KILAMBIBITO. KAGHUA BHANGKANO FOTU kemudian menjadi Raja Muna II dengan gelar SUGI PATOLA. Sugi berarti ’Yang Dipertuan’. RUNTU WULAE kembali ke Luwu untuk menjadi Raja di sana sedangkan KILAMBIBITO kawin dengan LA SINGKABU (kamokulano Tongkuno) Putera dari MINO WAMELAI ( La Kimi. Sejarah Muna, Jaya Press ). LAKILAPONTO Raja Muna VII dan Raja Buton VI/ Sultan Buton I manusia yang fenomenal karena pernah memimpin lima kerajaan dalam waktu yang bersamaan berasal dari garis keturunan sugi tersebut. Dalam sebuah rapat dewan adat dan semua pemimpin wilayah, disepakati bahwa La Eli atau Badhuljamani adalah manusia sakti dan pantas untuk dinobatkan menjadi pemimpin tertinggi di Muna. Setelah dinobatkan menjadi pemimpin tertinggi, La Eli/ Baidhuljamani mendeklarasikan Muna sebagai sebuah Kerajaan dan dirinya adalah Raja Pertama dengan Gelar Bheteno Ne Tombula ( yang Muncul di Bambu ) sedangkan istrinya ( permaisuri ) bergelar Sangke palangga ( yang menumpang pada talam). Sejak saat itulah Muna menjadi sebuah kerajaan. Tugas pertama Bheteno ne Tombula Setelah menjadi Raja adalah melakukan penataan struktur pemerintahan dan struktur masyarakat Muna. Dalam struktur pemerintahan Bheteno Ne Tombula menetapkan : Þ Raja sebagai kepala Negara dan kepala pemerintahan dengan gelar Lakina. Þ Kepala Pemerintahan Wilayah dengan gelar Mieno (pemimpin ) dan Komokula ( Yang dituakan ) Þ Rakyat atau kelompok yang diatur dengan gelar Ana ( yang dianggap anak ). Pembagian wilayah pada masa pemerintahan Bheteno Ne Tombula masih memakai system yang lama delapan wilayah yang yang terdiri dari ; 1. Mieno Kaura 2. Mieno Kansitala 3. Mieno Lembo 4. Mieno Ndoke. Dan empat kamokula adalah sebagai berikut ; 1. Kamokulano Tongkuno 2. Kamokulano Barangaka 3. Kamokulano Lindo 4. Kamokulano Wapepi Untuk mengatur Pemerintahan, bheteno Ne Tombula membagi masyaraakat Muna menjadi tiga Golongan yaitu :  Golongan Beteno Ne Tombula, Golongan ini yang berhak menjadi raja.  Golongan Mieno Wamelai, Golongan ini berhak untuk menjadi kepalah pemerintahan wilayah.  Golongan Rakyat adalah orang yang diatur. Struktur pemerintahan, pembagian wilayah dan pembagian golongan ini berlangsung sampai masa pemerintahan Raja Muna VI SUGI MANURU.

 La Eli

( Baidhul Jamani/ Bheteno Netombula )




Lahir : ?

Raja Muna ke - 1 : 1417 - 1467 M

Istri : ♀️Wa Tandiabe.

Anak : ♂️Kaghua Bhangkano Fotu/ Sugi Patola, ♂️Runtu Wulae, ♀️Kilambibito.

Wafat : ?

Makam : Masjid Tua Kerajaan Muna, Raha, Sulawesi Tenggara, 2JG5+8MJ, Lakologou, Kec. Tongkuno, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara 93352.


Keterangan : 


Bheteno ne Tombula alias La Eli alias Baidhul Jamani adalah Raja Muna I. Bheteno ne Tombula  dipercaya sebagai orang pertama yang memulai beradabaan baru  dalam sistem sosial kemasyarakatan di Muna. Hal ini dikarenakan pada masa pemerintahan Bheteno Ne Tombula, Muna menjadi sebuah kerajaan dengan struktur  pemerintahan dan struktur sosial yang lebih moderen. Sebagai seorang raja Sugi manuru juga melakukan penataan dalam sistem administrasi pemerintahan, walapun pada waktu itu masyarakat Muna termasuk raja belum mengenal tuulisan.


Bheteno Ne tombula bukanlah orang Muna, beliau ditemukan dalam rumpun bambu oleh sekelompok orang yang ditugaskan utnuk mencari bambu pada saat diadakan pesta besar di Wamelai.


Dikisahkan dalam tradisi lisan masyarakat Muna bahwa pada suatu hari, Mieno ( Pemimpin Wilayah ) Wamelai  akan mengadakan  pesta raya, seluruh masyarakat  Muna di delapan wilayah dikumpulkan untuk turut membantu mempersiapkan pelaksanaan pesta tersebut.


Sekelompok orang yang ditugaskan untuk mencari bamboo dihutan, menemukan seorang lelaki yang gagah perkasa di dalam rumpun bamboo yang akan ditebang, ada juga yang mengisahkan bahwa manusia  tersebut ditemukan dalam ruas bamboo.


Karena penemuan tersebut dianggap aneh, lelaki itu kemudian  dibawah menghadap pada mieno Wamelai . Dihadapan mieno Wamelai  dan pemimpin wilayah lainnya lelaki itu mengaku bernama  LA ELI  alias BAILDHUL  JAMAANI  Putra Raja Luwu di Sulawesi selatan. Dituturkan dalam tradisi lisan, kedatangan LA ELI  alias BAILDHUL  JAMAANI  di Muna untuk menunggu  istrinya yang saat ini sedang hamil dan akan datang menemui dirinya. Tempat pertemuan yang mereka sepakati untuk pertemuan itu adalah Pulau Muna ( Wuna).


Selang beberapa hari setelah penemuan manusia dalam rumpun bamboo tersebut, tersiar  kabar bahwa di Lohia pesisir Timur Pulau Muna, tepatnya di Curuk Napabale ditemukan seorang wanita cantik. Wanita tersebut mengaku bernama WA TANDI ABE .  berasal dari kerajaan Banggai di Sulawesi Tengah, dia datang di Muna dengan menumpang sebuah talang dan terdampar ditempat itu. Tujuan kedatangannya adalah  untuk bertemu dengan suaminya yang telah menungguhnya disuatu tempat dimana talang yang ditumpanginya terdampar.


Kabar tentang terdamparnya seorang wanita di Lohia tersebut  tersebar luas begitu cepat dikalaangan masyarakaat. Pada suatu hari kabar itu  sampai juga ditelinga MIENO WAMELAI di Tongkuno, sehingga beliau memerintahkan agar wanita tersebut di dibawa menghadap dirinya guna dipertemukan dengan LA ELI alias BAIDHULJAMANI  untuk di konfrontir.


Ternyata  setalah dipertemukan keduanya mengaku sebagai suami istri dan mereka yang saling mencari  . Dalam pertemuan tersebut Wa Tandi Abe juga mengaku dalam keadaan hamil, dan janin dalam rahimnya tersebut adalah darah daging dari LA ELI alias BAIDHUL JAMANI suaminya yang ada dihadapannya saat ini.


Karena peristiwa itu dianggap luar biasa dan tidak lazim, maka rapat dewan adat menyepakati untuk ‘memingit’  keduanya dalam sebuah kelambu selama tujuh hari tujuh malam. Tujuan pemingitan adalah untuk  mencegah hal-hal negative yang timbul akibat penemuan dua orang yang aneh tersebut dan mengaku sebagai Suami istri.


Setelah tujuh hari dalam  ‘pingitan’, ternyat tidak ada  kejadian  yang luar biasa sehingga  keduanya di keluarkan dari pingitan kemudian di nikahkaan kembali menurut adat yang berlaku dikalangan masyarakat Muna.


Peristiwa pemingitan tersebut akhirnya menjadi tradisi dan menjadi syarat yang harus dilalui seseorang yang akan menjadi Raja Muna.  Peristiwa ini juga menjadi tradisi  yang harus dilalui seorang wanita  yang telah memasuki usia baliqh sebagai tanda kalau wanita tersebut sudah siap untuk dinikahkan. Tradisi ini diberi nama ‘ Kaghombo’ dan masih terpelihara dengan baik sampai saat ini.


Perkawinan antara LA ELI alias BAIDHUL JAMANI dengan WA TANDIABE  melahirkan tiga anak yaitu KAGHUA BANGKANO FOTU. RUNTU WULAE dan KILAMBIBITO. KAGHUA BHANGKANO FOTU  kemudian menjadi Raja Muna II dengan gelar SUGI PATOLA. Sugi berarti ’Yang Dipertuan’.   RUNTU WULAE kembali ke Luwu untuk menjadi Raja di sana  sedangkan  KILAMBIBITO  kawin dengan LA SINGKABU (kamokulano Tongkuno) Putera dari MINO WAMELAI ( La Kimi. Sejarah Muna, Jaya Press ).


LAKILAPONTO  Raja Muna VII dan Raja Buton VI/ Sultan Buton I  manusia yang fenomenal karena pernah memimpin lima kerajaan dalam waktu yang bersamaan  berasal dari garis keturunan sugi tersebut.


Dalam sebuah rapat dewan adat dan semua pemimpin wilayah, disepakati bahwa La Eli atau Badhuljamani adalah manusia sakti dan pantas untuk dinobatkan menjadi pemimpin tertinggi di Muna. Setelah dinobatkan menjadi pemimpin tertinggi, La Eli/ Baidhuljamani mendeklarasikan Muna sebagai sebuah Kerajaan dan dirinya adalah Raja Pertama dengan Gelar Bheteno Ne Tombula ( yang Muncul di Bambu ) sedangkan istrinya ( permaisuri ) bergelar Sangke palangga ( yang menumpang pada talam). Sejak saat itulah Muna menjadi sebuah kerajaan.


Tugas pertama Bheteno ne Tombula Setelah menjadi Raja adalah  melakukan penataan struktur pemerintahan dan struktur masyarakat Muna. Dalam struktur pemerintahan  Bheteno Ne Tombula  menetapkan :


Þ Raja sebagai kepala Negara dan kepala pemerintahan dengan gelar Lakina.


Þ Kepala Pemerintahan Wilayah   dengan gelar Mieno (pemimpin )  dan Komokula ( Yang dituakan )


Þ Rakyat   atau kelompok yang diatur dengan gelar Ana ( yang dianggap anak ).


Pembagian wilayah pada masa pemerintahan Bheteno Ne Tombula  masih memakai system yang lama delapan wilayah yang  yang terdiri dari ;


1. Mieno Kaura


2. Mieno Kansitala


3. Mieno Lembo


4. Mieno Ndoke.


Dan empat kamokula adalah sebagai berikut ;


1. Kamokulano Tongkuno


2. Kamokulano Barangaka


3. Kamokulano Lindo


4. Kamokulano Wapepi


Untuk mengatur  Pemerintahan, bheteno Ne Tombula  membagi masyaraakat  Muna menjadi tiga Golongan yaitu :


 Golongan Beteno Ne Tombula, Golongan ini  yang berhak menjadi raja.


 Golongan Mieno Wamelai, Golongan ini  berhak untuk menjadi kepalah pemerintahan wilayah.


 Golongan Rakyat adalah  orang yang diatur.


Struktur pemerintahan, pembagian wilayah dan pembagian golongan ini berlangsung sampai masa pemerintahan Raja Muna VI  SUGI MANURU.

Oleh : Naila Syafira

Saint Nicholas (Sinterklaas) party (December 5), dengan kehadiran Sinterklas dan asistennya "2 Zwarte Piet" di Sekolah Montesori Malang 1935. 📸 : historia

 Saint Nicholas (Sinterklaas) party (December 5), dengan kehadiran Sinterklas dan asistennya "2 Zwarte Piet" di Sekolah Montesori Malang 1935.



📸 : historia

Sunan Amangkurat I

 Potret lawas 1890  

MAKAM SUNAN AMANGKURAT 1 Beliau Adalah Putra (SULTAN AGUNG) 


Sultan Agung sendiri Seorang sultan sekaligus senapati ing ngalaga (panglima perang) yang terampil Beliau membangun negerinya dan mengkonsolidasikan kesultanannya menjadi kekuatan teritorial dan militer yang besar Melawan VOC.


Mangkurat I  mangkurat kapisan dikenal juga sebagai Sunan Tegalarum; lahir di Kutagede, Mataram, 1618/1619 – meninggal di Wanayasa, Banyumas, Mataram, 13 Juli 1677 pada umur 58 atau 59 tahun) Adalah raja Mataram keempat dengan gelar susuhunan yang memerintah dari 1646 hingga meninggalnya pada 1677.


Makam sunan amangkurat I, terletak di Dusun Pakuncen, Desa Pasarean, Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal Propinsi Jawa Tengah.



25 December 2023

Potret keluarga Keraton Yogyakarta yang sudah ada perangkat telepon di rumahnya, Jawa sekitar 1930.

 Potret keluarga Keraton Yogyakarta yang sudah ada perangkat telepon di rumahnya, Jawa sekitar 1930.