13 April 2013

Tentang Sejarah Magelang - RADIO PEMERINTAH DAERAH (RPD), RADIO LEGENDARIS DARI MASA KE MASA

Oleh : Bagus Priyana
MAGELANG TEMPO DOELOE:
RADIO PEMERINTAH DAERAH (RPD), RADIO LEGENDARIS DARI MASA KE MASA
Bagi generasi era sekarang tentu sangat asing dengan yang satu ini, Radio Pemerintah Daerah atau yang biasa populer dengan RPD. Tetapi untuk generasi berusia di atas 50 tahun tentu akan familier dengan radio legendaris ini.
Bertempat di ruas jalan utama, yakni Jl. Jenderal Akhmad Yani Poncol, lokasi radio ini mudah di akses dari manapun. Dengan menempati di sebuah gedung Balai Pertemuan 'PANCAWARSA', radio ini mengudara menyampaikan informasi dan hiburan.
Radio 'RPD' ini merupakan radio milik pemerintah kota Magelang yang memang salah satu fungsinya adalah sebagai corong pemerintah daerah.
Dengan mengudara pada gelombang 69 meter, RPD menjadi satu-satunya radio favorit di jaman itu. Saat itu, salah satu media informasi hanyalah televisi (TVRI) dan radio (RRI dan radio Pemerintah Daerah). Hanya segelintir orang saja yang bisa memiliki kedua benda ini. Biasanya yang memiliki televisi hanya kalangan orang kaya dan balai desa saja. Sedangkan radio juga hampir sama, tetapi karena harganya lebih murah dibandingkan dengan televisi maka yang memiliki tentu saja lebih banyak.
Karena saking terbatasnya jumlah pemilik, dapat dipastikan jika ada acara-acara yang menarik, dapat dipastikan masyarakat berjubel di depan 2 benda ini untuk menonton atau mendengarkan siaran informasi dan hiburan. Apalagi jika ada berita dari pemerintah pusat yang sifatnya urgen.
RPD di Magelang ini belum diketahui mulai kapan didirikan. Pada sekitar akhir tahun 1960-an, Pemerintah Daerah Kota Magelang membeli pesawat pemancar dengan beaya sebesar Rp200.000,- dan dilengkapi dengan 200 buah piringan hitam senilai Rp150.000,-. Belum diketahui piringan hitam ini berisi tentang apa, tetapi biasanya berisi lagu-lagu (tradisional & nasional) sebagai hiburan untuk pendengar. Dan tentu saja rekaman wayang kulit dan karawitan menjadi salah satu favorit masyarakat.
Di Balai Pertemuan 'PANCAWARSA' ini, studio radio menempati kamar kecil yang kedap suara. Biasanya ditempatkan di bagian belakang agar tidak terganggu dengan suara lalu lintas di depan gedung ini. Apalagi kereta api sering lewat di ruas Jl. Akhmad Yani. Pastilah jika tidak memiliki ruang kedap akan mengganggu siaran radio ini.
Pada sekitar tahun 1984, Pemerintah Daerah Kota Magelang melakukan kesepakatan tukar guling dengan AJB BUMIPUTERA. Yang mana pihak Bumiputera akan membangun museum dan kantor inspektorat asuransi tersebut di bekas gedung Pancawarsa ini dan diwajibkan membangun gedung Bumi Kyai Sepanjang di Jl. Kartini sebagai penggantinya.
Karena hal demikian, studio RPD pindah ke gedung baru lantai 2 di gedung Bumi Kyai Sepanjang. Sedangkan Museum AJB Bumiputera beroperasi mulai 2 Mei 1985 di Jl. Akhmad Yani Poncol.
Komentar

No comments:

Post a Comment