30 September 2026

Ikutan Berebut Salaman Tiga pejabat negara ini pernah melakukan kunjungan ke Purwokerto yang membuat saya sebagai remaja terdorong ikut berebut salaman dengan beliau-beliau: Jenderal M Yusuf, Prof. Daoed Joesoef, Jenderal Suparjo Rustam. Kejadiannya sudah lama sekali, di awal-awal tahun 80-an. Jenderal M Yusuf saat itu adalah Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Beliau datang ke Purwokerto untuk meresmikan patung Gatot Subroto di bunderam RS Margono Sukaryo. Profesor Daoed Joesoef waktu itu menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Beliau ke Purwokerto untuk mengunjungi kampus SPGN Purwokerto yang baru saja dianugerahi gelar sebagai sekolahan paling bersih dan paling rapi se-Indonesia. Sekolahan saya waktu itu adalah SMPN 2 Purwokerto yang lokasinya persis bersebelahan dengan SPGN. Di luar acara protokoler, tiba-tiba Pak Menteri menyeberang ke SMP kami. Jadilah, sekolahan kami yang kala itu sedang tidak punya hajatan apa-apa ikut dikunjungi Pak Menteri. Jenderal Suparjo Rustam kala itu menjabat sebagai gubernur Jawa Tengah. Beliau datang ke Purwokerto untuk menemani Pak Menteri Daoed Joesoef ke SPGN sekalian SMPN 2. Bagi remaja di kota kecil, bertemu langsung dengan pejabat tinggi negara yang sebelumnya hanya dilihat di halaman koran dan televisi sontak menjadi momen istimewa. Tanpa diberi aba-aba, kami berlarian mendekat dan berebut untuk bersalaman. Seingat saya, saat itu pengawalan para pejabat ini cukup longgar. Makanya kami anak-anak remaja bisa berada sangat dekat. Beberapa di antara teman saya bawa spidol dan meminta beliau-beliau membubuhkan tanda tangan di baju mereka.

 Ikutan Berebut Salaman



Tiga pejabat negara ini pernah melakukan kunjungan ke Purwokerto yang membuat saya sebagai remaja terdorong ikut berebut salaman dengan beliau-beliau: Jenderal M Yusuf, Prof. Daoed Joesoef, Jenderal Suparjo Rustam. Kejadiannya sudah lama sekali, di awal-awal tahun 80-an.


Jenderal M Yusuf saat itu adalah Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Beliau datang ke Purwokerto untuk meresmikan patung Gatot Subroto di bunderam RS Margono Sukaryo.


Profesor Daoed Joesoef waktu itu menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Beliau ke Purwokerto untuk mengunjungi kampus SPGN Purwokerto yang baru saja dianugerahi gelar sebagai sekolahan paling bersih dan paling rapi se-Indonesia. Sekolahan saya waktu itu adalah SMPN 2 Purwokerto yang lokasinya persis bersebelahan dengan SPGN. Di luar acara protokoler, tiba-tiba Pak Menteri menyeberang ke SMP kami. Jadilah, sekolahan kami yang kala itu sedang tidak punya hajatan apa-apa ikut dikunjungi Pak Menteri.


Jenderal Suparjo Rustam kala itu menjabat sebagai gubernur Jawa Tengah. Beliau datang ke Purwokerto untuk menemani Pak Menteri Daoed Joesoef ke SPGN sekalian SMPN 2.


Bagi remaja di kota kecil, bertemu langsung dengan pejabat tinggi negara yang sebelumnya hanya dilihat di halaman koran dan televisi sontak menjadi momen istimewa. Tanpa diberi aba-aba, kami berlarian mendekat dan berebut untuk bersalaman. Seingat saya, saat itu pengawalan para pejabat ini cukup longgar. Makanya kami anak-anak remaja bisa berada sangat dekat. Beberapa di antara teman saya bawa spidol dan meminta beliau-beliau membubuhkan tanda tangan di baju mereka.

No comments:

Post a Comment