58 tahun silam (tepatnya pada 1 Februari 1968), sebuah peluru dari pistol milik Brigadir Jenderal Nguyen Ngoc Loan menembus pelipis seorang tawanan bernama Nguyen Van Lem.
Di lokasi tersebut, hanya beberapa kaki dari moncong senjata, fotografer Associated Press (AP) Eddie Adams menekan tombol kamera. Hasilnya adalah "Saigon Execution", sebuah foto hitam-putih yang menangkap sepersekian detik menjelang kematian sang anggota Viet Cong dan mengubah selamanya wajah Perang Vietnam di mata dunia.
Karya Adams tersebut memang berhasil memenangkan Hadiah Pulitzer 1969. Namun, di luar itu, foto tersebut menjadi sebuah karya visual yang meruntuhkan narasi optimisme yang digaungkan pemerintah Amerika Serikat saat itu tentang Perang Vietnam.
Namun, di balik kebrutalan yang tertangkap lensa, tersimpan kisah yang jauh lebih kelam tentang moralitas dalam perang, dendam pribadi, hingga penyesalan sang fotografer yang terus terjadi hingga akhir hayatnya.
Lalu, bagaimana sebuah foto bisa memiliki kekuatan untuk menghentikan dukungan publik terhadap sebuah negara adidaya? Selain itu, apa yang sebenarnya terjadi sebelum dan setelah pelatuk itu ditarik?
Selengkapnya: https://nationalgeographic.grid.id/read/134347949/58-tahun-lalu-foto-ikonik-eksekusi-petugas-viet-cong-diambil-seberapa-kuat-dampaknya
Catatan: Dikarenakan foto asli mengandung unsur kekerasan, maka unggahan ini menggunakan ilustrasi karya Vik Muniz. Foto asli ditampilkan di dalam artikel.

No comments:
Post a Comment