MENGAPA BERZIARAH KE MAKAM PATIH DANUREJA V?
Patih Danureja V adalah Patih Kesultanan Jogjakarta setelah Perang Jawa.
Patih Danureja V adalah anak Patih Danureja II, cucu Patih Danureja I.
Patih Danureja I sebelumnya adalah Bupati Banyumas dengan gelar Tumenggung Yudanegara III.
Bupati Banyumas diangkat oleh Raja Jogjakarta, Sultan Hamengku Buwana I, namun wilayah Banyumas masuk Kasunanan Surakarta.
Saya berziarah ke makam Patih Danureja V karena 2 alasan.
Pertama, saya merasa wajib berziarah setelah menerjemahkan "Babad Banyumas Danuredjan".
"Babad Banyumas Danurejan" adalah Babad Banyumas yang disusun oleh Patih Danureja V, beberapa tahun sebelum meninggal.
Kedua, saya merasa wajib berziarah setelah menerjemahkan "Babad Diponegoro".
"Babad Diponegoro" mengisahkan tentang sosok Basah Gondokusumo.
Basah Gondokusumo adalah panglima Pangeran Diponegoro untuk wilayah Kabupaten Roma. (Tentang Kabupaten Roma, sudah saya tulis kemarin).
Basah Gondokusumo menjadi tokoh penting, karena menjadi pendamping Pangeran Diponegoro di saat-saat akhir Perang Jawa.
Basah Gondokusumo yang mendampingi Pangeran Diponegoro ketika pertama bertemu Belanda di Roma. Dan, terus mendampingi sang pangeran sampai di Magelang.
Basah Gondokusumo menjadi saksi mata penangkapan Pangeran Diponegoro.
Kelak, pengalaman selama mendampingi Pangeran Diponegoro ditulis dalam "Babad Diponegoro Gondokusumo".
"Babad Diponegoro Gondokusumo" adalah Babad Diponegoro paling detil dalam mencatat seluruh peristiwa.
Ada yang pernah baca?
Setelah Perang Jawa selesai, Basah Gondokusumo diangkat menjadi Patih Jogjakarta, dengan gelar Adipati Danureja V.
Makam Patih Danureja V berada di Astana Mlangi, Jogjakarta.
Sumber : Nassirun Purwokarton
#babadbanyumas #danuredjan #babaddiponegoro #sejarahdiponegoro

No comments:
Post a Comment