Kasinem: Perjalanan Seorang Perempuan Jawa ke Suriname
Kartu arsip ini mencatat perjalanan Kasinem, seorang perempuan asal Jawa yang berangkat ke Suriname sebagai pekerja kontrak. Ia tercatat lahir di Hindia Belanda, berusia 24 tahun, memiliki tinggi 147 cm, beragama Islam, dan mempunyai ciri pengenal berupa cuping telinga yang robek. Nama ayahnya tercantum dalam kartu, tetapi tidak ada nama yang terbaca pada data arsip yang tersedia. Kasinem berasal dari Desa Djolangan, Distrik Toeloongagoong, Departemen Toeloongagoong, wilayah Kediri.
Pada 14 April 1908, Kasinem berangkat dari Semarang menuju Suriname dengan kapal uap (SS) Sumatra & Pangeran William IV. Nomor yang tercatat pada arsip adalah 198. Ia tiba di Paramaribo dan kemudian ditempatkan untuk bekerja di bawah Fernandes, JD, administrator, untuk kepentingan pemerintah kolonial.
Dalam kartu tercatat kode kontrak KK100. Masa kontraknya dimulai pada 15 Juni 1908 dan berakhir pada 15 Juni 1913. Arsip juga mencatat bahwa ketika tiba di Suriname, Kasinem sempat dirawat di Rumah Sakit Militer dan keluar pada 4 Juli 1908. Ia kemudian dipindahkan ke M. dan Z. berdasarkan keputusan pemerintah tanggal 18 Maret 1911 nomor 11.
Tempat kerja Kasinem tercatat sebagai perkebunan Leliendaal (Ben. Comm.). Arsip tidak mengetahui dengan pasti kapal yang digunakan untuk kepulangannya ke Jawa, sehingga kemungkinan catatan kepulangannya memang tidak tersedia dalam dokumen ini. Beberapa tahun kemudian, kartu mencatat tanggal CVO 13 Januari 1915 dan premi diterima pada 19 Februari 1917. Pada bagian situasi lahan, tercatat bahwa berdasarkan akta tanggal 29 Juni 1929 nomor 1975, sebidang tanah di 14 Arubaweg disewakan.
---
Keluarga Kasinem di Suriname
Catatan keluarga menunjukkan bahwa Kasinem kemudian membangun kehidupan keluarga di Suriname. Ia menikah dengan Satimin 76/JJ pada 4 April 1917. Dari catatan tersebut, anak-anak yang diakui antara lain:
• Satina, perempuan, lahir 4 Oktober 1909.
• Kasira, perempuan, lahir 17 April 1911, dengan keterangan MH pada catatan kelahirannya.
• Kasio, laki-laki, lahir 26 Mei 1913 di Leliendaal. Ia kemudian tercatat meninggal pada 18 September 1913 di Leliendaal.
• Nicolaas, laki-laki, lahir 13 September 1914 di Leliendaal.
• Samin, laki-laki, lahir 9 Desember 1918 di Lelydorperweg.
• Pahing, laki-laki, lahir 11 April 1921 di Lelydorp.
• Terdapat pula satu catatan anak yang lahir 19 Juli 1926 di Hindoeweg, tetapi bagian nama dan keterangannya tidak sepenuhnya jelas dalam salinan arsip.
Kartu ini kemudian berkembang menjadi catatan keluarga yang sangat panjang. Di dalamnya tercatat berbagai pernikahan, kelahiran, kematian, pengakuan anak, serta perubahan atau pemilihan nama keluarga pada generasi berikutnya.
Salah satu catatan penting adalah mengenai Samin, putra Kasinem dan Satimin. Pada 31 Januari 1941, ia memilih nama keluarga Satimin dan nama depan Samin. Tidak lama kemudian, pada 23 Januari 1941, Samin menikah dengan Moekinem, putri Bok Kromodirjo 2082/VV, di Distrik Suriname.
Putri Kasinem, Kasira, juga memiliki catatan keluarga yang cukup panjang. Ia menikah pada 22 September 1938 di Distrik Suriname dengan Eduard Francois Itjoejares. Dari hubungan keluarga tersebut kemudian tercatat anak-anak dan keturunan seperti Phil Ronald yang lahir pada 27 Maret 1944 di Lelydorp dan Anastacia Paulina yang lahir pada 27 Juli 1951 di Lelydorp. Arsip juga mencatat sejumlah perubahan nama keluarga pada keturunan mereka.
Sementara itu, putri Kasinem lainnya, Satina, tercatat menikah dan memiliki anak-anak yang kemudian menggunakan atau memilih nama keluarga seperti Paimin. Kartu juga mencatat perubahan nama beberapa keturunan pada tahun-tahun berikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa satu kartu arsip tidak hanya mencatat perjalanan Kasinem sebagai pekerja kontrak, tetapi juga menjadi jejak administratif kehidupan anak-anak dan cucu-cucunya di Suriname.
---
Dari Jawa ke Suriname
Kisah Kasinem memperlihatkan bahwa perjalanan seorang pekerja kontrak tidak berhenti pada saat kapal tiba di Paramaribo. Setelah meninggalkan Jawa pada usia 24 tahun pada tahun 1908, kehidupannya di Suriname berkembang menjadi sebuah sejarah keluarga yang berlangsung selama beberapa generasi.
Kartu arsip tersebut memperlihatkan perjalanan dari Djolangan di Jawa → Semarang → perjalanan laut → Paramaribo → perkebunan Leliendaal, kemudian berlanjut pada kehidupan keluarga di Suriname. Nama Kasinem, Satimin, Satina, Kasira, Samin, dan keturunan mereka kemudian muncul kembali dalam berbagai catatan administrasi hingga puluhan tahun setelah kedatangannya.
---
- Sumber: Nationaal Archief, “Javaanse contractarbeiders in Suriname 1890–1930”.
- Diwarnai & direstorasi untuk tujuan edukasi sejarah
- Foto Asli Hitam Putih di Komentar !
Catatan: ejaan nama, singkatan, nomor register, dan beberapa bagian catatan keluarga mengikuti data pada kartu arsip. Beberapa bagian dalam salinan arsip tidak terbaca dengan jelas sehingga tidak ditafsirkan sebagai fakta baru.
#SejarahIndonesia #Jawa #Suriname











