13 September 2026

Kecurigaan Kolonel Sarwo Edhie: Saat RPKAD Hampir Dikirim ke Kalimantan dan G30S-PKI pun Bergerak Menjelang akhir September 1965, situasi politik Indonesia kian memanas. Di tengah operasi “Ganyang Malaysia” yang dicanangkan Presiden Soekarno, sebagian besar pasukan RPKAD telah dikirim ke Kalimantan dan berbagai perbatasan negara. Hanya Batalion I RPKAD yang tersisa di Cijantung sisa kekuatan elite yang masih siap siaga di Jawa. Namun, di bulan Agustus 1965, sebuah radiogram misterius datang dari Brigjen Soepardjo, Panglima Komando Tempur II di Kalimantan. Ia memerintahkan agar sisa Batalion RPKAD di Cijantung segera dikirim menyusul pasukan lainnya ke Kalimantan. Bagi Kolonel Sarwo Edhie Wibowo, perintah ini terasa tidak lazim dan mencurigakan. Ada sesuatu yang ganjil di balik perintah tersebut. Untuk memastikan kebenarannya, Sarwo Edhie mengutus Mayor Chalimi Imam Santoso, Komandan Batalion I RPKAD, meninjau langsung kondisi di Kalimantan. Setelah melakukan pengamatan mendalam, Mayor Santoso melaporkan bahwa kekuatan pasukan RPKAD di Kalimantan sudah cukup memadai tidak ada kebutuhan mendesak untuk penambahan pasukan. Laporan itulah yang akhirnya membatalkan rencana pengiriman RPKAD ke Kalimantan. Keputusan ini kemudian terbukti menjadi titik balik sejarah. Tak lama berselang, Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI) meletus. Brigjen Soepardjo orang yang sebelumnya mengirim radiogram ternyata terlibat aktif dalam gerakan tersebut. Kini semakin jelas, maksud dari pengiriman pasukan itu adalah untuk mengosongkan kekuatan elite di Jawa, sehingga rencana kudeta dapat berjalan tanpa perlawanan berarti. Namun, kecurigaan tajam Kolonel Sarwo Edhie menyelamatkan keadaan. Batalion I RPKAD yang tetap bertahan di Cijantung menjadi senjata pamungkas bangsa, kekuatan terakhir yang kemudian menggagalkan gerakan G30S-PKI dan menumpas dua batalion pendukung gerakan tersebut. Sebuah bab penting dalam sejarah bangsa di mana kewaspadaan seorang perwira menjadi penentu arah perjalanan republik.🇮🇩 #Sejarah #G30SPKI #SarwoEdhie #GanyangMalaysia #SejarahIndonesia

 Kecurigaan Kolonel Sarwo Edhie: Saat RPKAD Hampir Dikirim ke Kalimantan dan G30S-PKI pun Bergerak


Menjelang akhir September 1965, situasi politik Indonesia kian memanas. Di tengah operasi “Ganyang Malaysia” yang dicanangkan Presiden Soekarno, sebagian besar pasukan RPKAD telah dikirim ke Kalimantan dan berbagai perbatasan negara. Hanya Batalion I RPKAD yang tersisa di Cijantung sisa kekuatan elite yang masih siap siaga di Jawa.



Namun, di bulan Agustus 1965, sebuah radiogram misterius datang dari Brigjen Soepardjo, Panglima Komando Tempur II di Kalimantan. Ia memerintahkan agar sisa Batalion RPKAD di Cijantung segera dikirim menyusul pasukan lainnya ke Kalimantan.

Bagi Kolonel Sarwo Edhie Wibowo, perintah ini terasa tidak lazim dan mencurigakan. Ada sesuatu yang ganjil di balik perintah tersebut.


Untuk memastikan kebenarannya, Sarwo Edhie mengutus Mayor Chalimi Imam Santoso, Komandan Batalion I RPKAD, meninjau langsung kondisi di Kalimantan.

Setelah melakukan pengamatan mendalam, Mayor Santoso melaporkan bahwa kekuatan pasukan RPKAD di Kalimantan sudah cukup memadai tidak ada kebutuhan mendesak untuk penambahan pasukan.


Laporan itulah yang akhirnya membatalkan rencana pengiriman RPKAD ke Kalimantan.

Keputusan ini kemudian terbukti menjadi titik balik sejarah.


Tak lama berselang, Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI) meletus. Brigjen Soepardjo orang yang sebelumnya mengirim radiogram  ternyata terlibat aktif dalam gerakan tersebut. Kini semakin jelas, maksud dari pengiriman pasukan itu adalah untuk mengosongkan kekuatan elite di Jawa, sehingga rencana kudeta dapat berjalan tanpa perlawanan berarti.


Namun, kecurigaan tajam Kolonel Sarwo Edhie menyelamatkan keadaan.

Batalion I RPKAD yang tetap bertahan di Cijantung menjadi senjata pamungkas bangsa, kekuatan terakhir yang kemudian menggagalkan gerakan G30S-PKI dan menumpas dua batalion pendukung gerakan tersebut.


Sebuah bab penting dalam sejarah bangsa di mana kewaspadaan seorang perwira menjadi penentu arah perjalanan republik.🇮🇩


#Sejarah

#G30SPKI 

#SarwoEdhie 

#GanyangMalaysia 

#SejarahIndonesia


Sumber : Iin Art

No comments:

Post a Comment