13 September 2026

Termasuk orang dekat Bung Karno, Baby Huwae satu tahun ditahan di markas CPM pasca-G30S Setelah meletusnya G30S, Baby Huwae menerima permintaan Bung Karno untuk menemani Ratna Sari Dewi "ngungsi" ke Swiss. Tapi itu tak lama. Beberapa bulan kemudian, Baby Huwae kembali ke Indonesia. Mei 1966, Baby memutuskan kembali ke Indonesia lewat Hong Kong dan Bangkok. Di dua kota itu, sebenarnya dia sudah diwanti-wanti agar tak nekat kembali Jakarta. “Kalau kau nekat pulang, kau bakal diciduk di pelabuhan udara,” kata mereka yang menasihatinya. Di Hong Kong, Baby berjumpa dengan Jaksa Agung Sugiharto. Dia pun mengingatkan, agar sebaiknya Baby tak kembali ke Indonesia saat itu. Tapi dia bersikeras pulang. Bagaimanapun juga, dia punya suami dan anak-anak yang menunggu kedatangannya. Lagipula, dia merasa 100 persen orang Indonesia! Saat di pesawat, kebetulan Baby satu pesawat dengan Ibnu Sutowo yang lagi-lagi memperingatkannya soal kemungkinan dia ditangkap setibanya di bandara. Khawatir atas kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi, Baby kemudian menitipkan semua uang miliknya kepada Ibnu Sutowo. “Kalau memang benar aku ditangkap, setelah bebas nanti, barulah uang itu saya ambil,” begitu katanya. Benar saja! Begitu kakinya menginjak bumi Indonesia, Baby langsung diciduk. Barang-barang bawaannya yang sebanyak 40 kopor itu hilang tak tentu rimbanya. Paspornya juga dicabut. Sementara dirinya langsung digiring ke Markas Besar CPM Gambir untuk diinterogasi sehari semalam. Segala macam pertanyaan dilontarkan kepada wanita berparas indo itu. Mulai dari soal politik hingga penyelundupan senjata yang tak dia ketahui sama sekali. Setelah itu Baby diperbolehkan pulang. Meski begitu, dia tetap dikenakan tahanan rumah selama setahun. Rupanya penderitaan Baby belum cukup. Dia kembali diciduk dan kali ini ditahan di Asrama CPM Brawijaya selama sekitar satu tahun. Baby benar-benar terpukul saat itu. Dia diisolasi total, tak boleh dikunjungi suami dan anak-anaknya. Kamarnya juga terpisah. Dia merasa benar-benar tersisa, apalagi ketika itu dia sedang hamil muda. Selama ditahan, Baby hanya mendapat makanan berupa nasi, sayur tawar dan sepotong tempe. Tak ada makanan ekstra atau vitamin meski dia sedang berbadan dua. Akhirnya dia dibebaskan menjelang kelahiran anaknya yang keempat. Keluar dari “penjara” CPM, Baby langsung masuk RS Cikini. Tak lama kemudian, Baby mendengar kabar meninggalnya Bung Karno. Dia pun langsung meminta izin dokter untuk melayat. “Tak bisa kugambarkan dengan kata-kata, betapa pedih hatiku melihat jenazah BK yang telah terbujur kaku. Setelah usai acara pemakaman di Blitar, aku sempat berjumpa Dewi. Dia sempat menanyakan kebenaran berita penahananku,” kata Baby. Baby sempat “sakit hati” ketika Dewi bertanya soal “Apa saja yang kau ceritakan selama ditahan?” Dia bilang kepada sahabatnya itu dengan sejujur-jujurnya bahw tak sepotong pun kalimat yang menjelekkan Dewi pernah dia ucapkan. Bahkan Baby membela mati-matian, juga menceritakan bagaimana menderitanya dia selama dalam tahanan. Mendengar itu, Dewi menangis sejadi-jadinya. Baca artikel selengkapnya di sini https://intisari.grid.id/read/034411168/baby-huwae-satu-tahun-ditahan-tentara-setelah-peristiwa-g30s #babyhuwae #bungkarno #G30S #RatnaSariDewi

 Termasuk orang dekat Bung Karno, Baby Huwae satu tahun ditahan di markas CPM pasca-G30S



Setelah meletusnya G30S, Baby Huwae menerima permintaan Bung Karno untuk menemani Ratna Sari Dewi "ngungsi" ke Swiss. Tapi itu tak lama.


Beberapa bulan kemudian, Baby Huwae kembali ke Indonesia.


Mei 1966, Baby memutuskan kembali ke Indonesia lewat Hong Kong dan Bangkok. Di dua kota itu, sebenarnya dia sudah diwanti-wanti agar tak nekat kembali Jakarta.


“Kalau kau nekat pulang, kau bakal diciduk di pelabuhan udara,” kata mereka yang menasihatinya.


Di Hong Kong, Baby berjumpa dengan Jaksa Agung Sugiharto. Dia pun mengingatkan, agar sebaiknya Baby tak kembali ke Indonesia saat itu. Tapi dia bersikeras pulang. Bagaimanapun juga, dia punya suami dan anak-anak yang menunggu kedatangannya. Lagipula, dia merasa 100 persen orang Indonesia!


Saat di pesawat, kebetulan Baby satu pesawat dengan Ibnu Sutowo yang lagi-lagi memperingatkannya soal kemungkinan dia ditangkap setibanya di bandara. Khawatir atas kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi, Baby kemudian menitipkan semua uang miliknya kepada Ibnu Sutowo.


“Kalau memang benar aku ditangkap, setelah bebas nanti, barulah uang itu saya ambil,” begitu katanya.


Benar saja! Begitu kakinya menginjak bumi Indonesia, Baby langsung diciduk. Barang-barang bawaannya yang sebanyak 40 kopor itu hilang tak tentu rimbanya.


Paspornya juga dicabut. Sementara dirinya langsung digiring ke Markas Besar CPM Gambir untuk diinterogasi sehari semalam.


Segala macam pertanyaan dilontarkan kepada wanita berparas indo itu. Mulai dari soal politik hingga penyelundupan senjata yang tak dia ketahui sama sekali.


Setelah itu Baby diperbolehkan pulang. Meski begitu, dia tetap dikenakan tahanan rumah selama setahun.


Rupanya penderitaan Baby belum cukup. Dia kembali diciduk dan kali ini ditahan di Asrama CPM Brawijaya selama sekitar satu tahun.


Baby benar-benar terpukul saat itu. Dia diisolasi total, tak boleh dikunjungi suami dan anak-anaknya. Kamarnya juga terpisah. Dia merasa benar-benar tersisa, apalagi ketika itu dia sedang hamil muda.


Selama ditahan, Baby hanya mendapat makanan berupa nasi, sayur tawar dan sepotong tempe. Tak ada makanan ekstra atau vitamin meski dia sedang berbadan dua.


Akhirnya dia dibebaskan menjelang kelahiran anaknya yang keempat. Keluar dari “penjara” CPM, Baby langsung masuk RS Cikini.


Tak lama kemudian, Baby mendengar kabar meninggalnya Bung Karno. Dia pun langsung meminta izin dokter untuk melayat.


“Tak bisa kugambarkan dengan kata-kata, betapa pedih hatiku melihat jenazah BK yang telah terbujur kaku. Setelah usai acara pemakaman di Blitar, aku sempat berjumpa Dewi. Dia sempat menanyakan kebenaran berita penahananku,” kata Baby.


Baby sempat “sakit hati” ketika Dewi bertanya soal “Apa saja yang kau ceritakan selama ditahan?”


Dia bilang kepada sahabatnya itu dengan sejujur-jujurnya bahw tak sepotong pun kalimat yang menjelekkan Dewi pernah dia ucapkan. Bahkan Baby membela mati-matian, juga menceritakan bagaimana menderitanya dia selama dalam tahanan.


Mendengar itu, Dewi menangis sejadi-jadinya.


Baca artikel selengkapnya di sini https://intisari.grid.id/read/034411168/baby-huwae-satu-tahun-ditahan-tentara-setelah-peristiwa-g30s


#babyhuwae #bungkarno #G30S #RatnaSariDewi

No comments:

Post a Comment