10 September 2026

66 tahun yang lalu, tepatnya pada 5 Maret 1960, sebuah bidikan kamera secara tidak sengaja mengabadikan wajah Ernesto "Che" Guevara dalam sebuah upacara pemakaman di Kuba. Saat itu, pemimpin revolusioner Fidel Castro tengah menyampaikan pidato berapi-api untuk menghormati para pekerja yang tewas dalam ledakan kapal pengangkut senjata di pelabuhan Havana, peristiwa yang dituduhkan pemerintah Kuba kepada Amerika Serikat. Di tengah kerumunan, fotografer surat kabar La Revolución, Alberto Díaz Gutiérrez atau yang lebih dikenal sebagai Alberto Korda, menangkap ekspresi Che yang teguh dengan baret bintangnya selama kurang lebih tiga puluh detik sebelum pria itu kembali menghilang di balik kerumunan. Foto yang kemudian diberi judul Guerrillero Heroico (Pejuang Gerilya Heroik) itu awalnya hanya menjadi koleksi pribadi Korda karena editor surat kabarnya menolak untuk mempublikasikannya. Namun, beberapa tahun setelah Che dieksekusi mati di Bolivia pada 1967, citra tersebut meledak secara global dan bertransformasi dari sekadar dokumentasi jurnalistik menjadi logo abstrak perlawanan. Bagaimana sebuah potret yang sempat terabaikan bisa menjadi simbol pemberontakan paling produktif di dunia? Apa yang sebenarnya terjadi dalam perjalanan hidup Che hingga ia dipuja sebagai martir sekaligus dikecam sebagai tiran yang kejam? Selengkapnya: https://nationalgeographic.grid.id/read/134358914/66-tahun-foto-ikonik-che-guevara-mengapa-jadi-simbol-perlawanan-dunia



  66 tahun yang lalu, tepatnya pada 5 Maret 1960, sebuah bidikan kamera secara tidak sengaja mengabadikan wajah Ernesto "Che" Guevara dalam sebuah upacara pemakaman di Kuba.




Saat itu, pemimpin revolusioner Fidel Castro tengah menyampaikan pidato berapi-api untuk menghormati para pekerja yang tewas dalam ledakan kapal pengangkut senjata di pelabuhan Havana, peristiwa yang dituduhkan pemerintah Kuba kepada Amerika Serikat.


Di tengah kerumunan, fotografer surat kabar La Revolución, Alberto Díaz Gutiérrez atau yang lebih dikenal sebagai Alberto Korda, menangkap ekspresi Che yang teguh dengan baret bintangnya selama kurang lebih tiga puluh detik sebelum pria itu kembali menghilang di balik kerumunan.


Foto yang kemudian diberi judul Guerrillero Heroico (Pejuang Gerilya Heroik) itu awalnya hanya menjadi koleksi pribadi Korda karena editor surat kabarnya menolak untuk mempublikasikannya.


Namun, beberapa tahun setelah Che dieksekusi mati di Bolivia pada 1967, citra tersebut meledak secara global dan bertransformasi dari sekadar dokumentasi jurnalistik menjadi logo abstrak perlawanan.


Bagaimana sebuah potret yang sempat terabaikan bisa menjadi simbol pemberontakan paling produktif di dunia? Apa yang sebenarnya terjadi dalam perjalanan hidup Che hingga ia dipuja sebagai martir sekaligus dikecam sebagai tiran yang kejam?


Selengkapnya: https://nationalgeographic.grid.id/read/134358914/66-tahun-foto-ikonik-che-guevara-mengapa-jadi-simbol-perlawanan-dunia



No comments:

Post a Comment