25 October 2023

Sejarah Magelang - Tiang - tiang listrik ANIEM era awal elektrifikasi antara Semarang - Magelang - Yogyakarta menggunakan sumber dari PLTA Djelok. Btw, tiang - tiang listrik yang ada dalam foto baru sudah dipreteli sekarang dan tiada tersisa. Foto berwarna saya ambil beberapa tahun lalu di daerah Kalinegoro.

 Tiang - tiang listrik ANIEM era awal elektrifikasi antara Semarang - Magelang - Yogyakarta menggunakan sumber dari PLTA Djelok. Btw, tiang - tiang listrik yang ada dalam foto baru sudah dipreteli sekarang dan tiada tersisa. Foto berwarna saya ambil beberapa tahun lalu di daerah Kalinegoro.

Oleh : Chandra Gusta Wisnuwardhana




Sejarah Magelang - Booklet Peringatan Ulang Tahun ke-3 Organisasi Chung Lien Hui Magelang Tahun 1953 sekira era Orde Lama. Buku ini menjadi saksi bisu gerak perkumpulan Tionghoa di Magelang sebelum habis diberangus di era Soeharto. Didalamnya terdapat sambutan dan kata pengantar dari ketua organisasi dan sejarah terbentuknya organisasi ini. Tidak lupa iklan dari para sponsor organisasi ini juga ikut dicetak pada beberapa lembar halama di belakang.

 Booklet Peringatan Ulang Tahun ke-3 Organisasi Chung Lien Hui Magelang Tahun 1953 sekira era Orde Lama. 

Oleh : Chandra Gusta Wisnuwardhana

Buku ini menjadi saksi bisu gerak perkumpulan Tionghoa di Magelang sebelum habis diberangus di era Soeharto. 


Didalamnya terdapat sambutan dan kata pengantar dari ketua organisasi dan sejarah terbentuknya organisasi ini. Tidak lupa iklan dari para sponsor organisasi ini juga ikut dicetak pada beberapa lembar halama di belakang.






Sejarah Magelang - Semburat fajar dalam majalah berbahasa & aksara jawa Kajawen dengan sampul muka berupa pemandangan permai Magelang dengan siluet dan kabut berlatar Gunung Sumbing & Pegunungan Giyanti edisi 1928.

 Semburat fajar dalam majalah berbahasa & aksara jawa Kajawen dengan sampul muka berupa pemandangan permai Magelang dengan siluet dan kabut berlatar Gunung Sumbing & Pegunungan Giyanti edisi 1928.

Oleh : Chandra Gusta Wisnuwardhana



Radja Boeloeboeloe bij Sindjai 1880.

 Radja  Boeloeboeloe bij Sindjai 1880.




Pedagang makanan di pinggir jalan Bubutan. Soerabaja th 1920-30an

 Pedagang makanan di pinggir jalan Bubutan. Soerabaja th 1920-30an





Seorang Atoni di Amarassi di Timor Barat 1927

 Seorang Atoni di Amarassi di Timor Barat 1927



22 October 2023

Becak (becak) di jalan di Pontianak di Kalimantan, Indonesia (1948) Pencipta Fotografer: Charles Breijer Tanggal pembuatan 1 Januari 1948 sampai 31 Desember 1948

 Becak (becak) di jalan di Pontianak di Kalimantan, Indonesia (1948)

Pencipta

Fotografer: Charles Breijer

Tanggal pembuatan

1 Januari 1948 sampai 31 Desember 1948



21 October 2023

20 October 2023

Tulisan carakannya berbunyi.... . Foto Raden Mas Gondhojoewono KITLV Makam Imogiri 1935

 Tulisan carakannya berbunyi....


.

Foto 

Raden Mas Gondhojoewono

KITLV 

Makam Imogiri 1935




19 October 2023

Tuguran Kota Magelang 📷 : Arsip Kota (1982), Streetview (2023)

 Tuguran Kota Magelang


📷 : Arsip Kota (1982), Streetview (2023)

Oleh : Cahyono Edo Santosa



18 October 2023

Perayaan Sekaten, Alun-alun, Yogyakarta, 1910

 Perayaan Sekaten, Alun-alun, Yogyakarta, 1910




17 October 2023

Potret bersama bersama pegawai Perusahaan Kereta Api Hindia Belanda di stasiun di Soekaboemi

 Potret bersama bersama pegawai Perusahaan Kereta Api Hindia Belanda di stasiun di Soekaboemi



13 October 2023

Bali 1890

 Bali 1890




Air Mantjur Jogja 1953

 Air Mantjur Jogja 1953




Kediaman Putra Mahkota Goa, I-Malingkaan Karaeng Katangka di selatan Makassar after 1880

 Kediaman Putra Mahkota Goa, I-Malingkaan Karaeng Katangka di selatan Makassar after 1880



Jalan menuju ke Kolese Xaverius, Muntilan. Sekitar tahun 1915. sumber : delpher.nl

 Jalan menuju ke Kolese Xaverius, Muntilan.

Sekitar tahun 1915.


sumber : delpher.nl




Reegangstraat - Semarang" foto menunjukkan jalan di sepanjang kanal.1925-1930

 Reegangstraat - Semarang"

foto menunjukkan jalan di sepanjang kanal.1925-1930




Duet kakak beradik (Franky Sahilatua dan Jane Sahilatua) penyanyi berdarah Ambon asal kota Surabaya yang terkenal era tahun 1972 dengan lagu2 pop balada nya (bus kota, perjalanan, kepada angin dan burung2, perahu retak dll). Sumber dari Wikipedia.

 Duet kakak beradik (Franky Sahilatua dan Jane Sahilatua) penyanyi berdarah Ambon asal kota Surabaya yang terkenal era tahun 1972 dengan lagu2 pop balada nya (bus kota, perjalanan, kepada angin dan burung2, perahu retak dll).

Sumber dari Wikipedia.



kampung Laboehan badjo di Flores 1927

 kampung Laboehan badjo di Flores 1927




12 October 2023

Foto tembok belakang Puro Mangkunegaran Surakarta sekitar tahun 1916.

 Foto tembok belakang Puro Mangkunegaran Surakarta sekitar tahun 1916.



Gedung Staff Quarter Divisi C 7 Desember di Bandung. Pos penjagaan. 1949

 Gedung Staff Quarter Divisi C 7 Desember di Bandung. Pos penjagaan. 1949



Stasiun Tugu Jogja 1978

 Stasiun Tugu Jogja 1978




Iklan film Abunawas yang dibintangi oleh Benyamin S dan Ida Royani di tahun 1975. Film ini juga ditayangkan di Bioskop Denpasar Theatre pada Januari 1975. Harga tiket yang dipatok untuk menonton film ini pada Bioskop tersebut berkisar dari Rp. 300.- sampai Rp 350.- Sumber: Bali Post, 3 Januari 1975 Halaman 4 Kolom 1. Koleksi Layanan Surat Kabar Langka Terjilid Perpustakaan Nasional RI (SKALA Team)

 Iklan film Abunawas yang dibintangi oleh Benyamin S dan Ida Royani di tahun 1975. Film ini juga ditayangkan di Bioskop Denpasar Theatre pada Januari 1975. Harga tiket yang dipatok untuk menonton film ini pada Bioskop tersebut berkisar dari Rp. 300.- sampai Rp 350.-



Sumber: Bali Post, 3 Januari 1975 Halaman 4 Kolom 1. Koleksi Layanan Surat Kabar Langka Terjilid Perpustakaan Nasional RI (SKALA Team)

Suku Maya

Suku Maya



iringan calon pengantin di Ketapang, Kalimantan Barat Pencipta fotografer: H.F. van Os Tanggal pembuatan 1905

 iringan calon pengantin di Ketapang, Kalimantan Barat

Pencipta

fotografer: H.F. van Os

Tanggal pembuatan

1905


"Batu Kapur Liang Karing di Mahakam. Kalimantan." 1898-1900.

 "Batu Kapur Liang Karing di Mahakam. Kalimantan." 1898-1900.



11 October 2023

Keterangan "Kalimantan. Mengkatib. Patung di kanan dan kiri. Menurut kepercayaan penduduk asli, inilah yang menjaga rumah Tanggal 1920

 Keterangan "Kalimantan. Mengkatib. Patung di kanan dan kiri. Menurut kepercayaan penduduk asli, inilah yang menjaga rumah

Tanggal

1920



"No.10 Bodjong - Semarang (NANYO Toko - Osame)" Gambar menunjukkan jalan dengan mobil, pengendara sepeda dan pejalan kaki serta rel untuk trem atau kereta api, mungkin jalan yang sama 1920-1930

 "No.10 Bodjong - Semarang (NANYO Toko - Osame)"


Gambar menunjukkan jalan dengan mobil, pengendara sepeda dan pejalan kaki serta rel untuk trem atau kereta api, mungkin jalan yang sama 1920-1930




percetakan Kleynenberg & Co dan diterbitkan antara tahun 1911-1913 di Haarlem, nomor cetakan 131. Hindia Belanda / Indonesia. "Sekolah pribumi di Buitenzorg. Jawa." Bogor

 percetakan Kleynenberg & Co dan diterbitkan antara tahun 1911-1913 di Haarlem, nomor cetakan 131. Hindia Belanda / Indonesia. "Sekolah pribumi di Buitenzorg. Jawa." Bogor, tanggal tidak diketahui.








Pasar di Kandangan, Kalimantan selatan 1920

 Pasar di Kandangan, Kalimantan selatan 1920







10 October 2023

Sejarah Magelang - Van Dijk's Boekandhel

 VAN DIJK’S BOEKHANDEL : Perjuangan Pengusaha Kelas Menengah Eropa Magelang yang Tergilas Malaise 

Oleh : Chandra Gusta Wisnuwardhana

Memang minim sekali kisah yang bisa dituliskan mengenai van Dijk’s Boekhandel (Toko Buku van Dijk) mengingat terbatasnya sumber yang ada. Pun demikian setidaknya, beberapa data dan artikel mengenai toko buku ini berhasil penulis temukan dan akan coba diramu sehingga bisa menambah sedikit pengetahuan dan gambaran mengenai sepak terjang van Dijk’s Boekhandel ini di Kotapraja Magelang kala dulu.



Catatan paling tua mengenai kiprah  usaha milik Tuan van Dijk di Magelang dapat ditemukan dalam surat kabar de Locomotief yang terbit pada 1921. Dalam surat kabar tersebut, Tuan van Dijk masih belum membuka usaha toko buku seperti yang banyak dikenal pada tahun 1930an. Pada tahun 1920an ini, nampaknya van Dijk masih berkutat dalam usaha biro periklanan lokal. Hal tersebut dapat dilihat dari nama perusahaanya yaitu Van Dijk’s Advertentie Bureau. 


Dalam kolom iklan surat kabar tersebut, van Dijk menawarkan sebuah sadel kuda Australia yang dijual karena kepulangan sang pemilik ke Eropa. Disana van Dijk juga menyebutkan bahwa sadel kuda yang ia tawarkan juga sudah diasuransikan. Usaha promosi periklanan barang ini nampaknya tidak dapat dilepaskan dari van Dijk meskipun ia sudah berubah menjadi sebuah toko buku di satu dasawarsa berikutnya.


Belum jelas benar kapan tepatnya van Dijk menanggalkan nama advertentie bureau dan menjadi boekhandel. Namun yang pasti dalam surat kabar Algmeene handelsblad voor Nederlandsch-Indië edisi bulan Maret 1927, pergantian nama menjadi boekhandel ini sudah terjadi. Dalam iklannya di surat kabar tersebut, van Dijk boekhandel  memberikan pengumuman tentang dibutuhkannya seorang perawat bersertifikat (ijazah) untuk bekerja di Klinik “Magelang”. 


Beranjak ke tahun 1929, van Dijk’s Boekhandel nampaknya menjalin kerjasama dengan surat kabar de Locomotief dan berhasil menjadi semacam agen surat kabar ini di Magelang. Bagi para pelanggan yang sudah mendaftar, van Dijk’s Boekhandel akan mengantarkan koran - koran terbitan de Locomotief ke rumah - rumah mereka. Bahkan, pada tahun 1930, toko buku van Dijk juga berhasil menjadi agen penjualan mesin ketik merk “Smith Premier” yang dibanderol dengan harga fl. 290.-


Memasuki masa - masa depresi ekonomi tahun 1930an, van Dijk’s Boekhandel banyak menawarkan iklan - iklan barang bekas milik orang yang harus kembali pulang ke Eropa seperti, piano, sepeda motor bahkan mobil. Dalam kesempatan lain, van Dijk juga pernah menawarkan iklan penyewaan wisma untuk berlibur dan penjualan rumah di daerah Kledung, Temanggung. Serta pernah juga toko buku van Dijk menawarkan kost bagi siswa sekolah MULO dan bagi keluarga dengan harga sewa f 60,-. Di penghujung tahun 1933, toko ini juga pernah menawarkan jasa pelajaran dengan bahasa pengantar Melayu dan Jawa oleh guru yang berkualitas.


Dalam bidang sosial kemasyarakatan, Van Dijk’s Boekhandel nampaknya sangat tertarik dalam kompetisi olah raga balap burung pos. Di Magelang sendiri, sebuah sarekat pecinta burung pos Jawa atau Algemeen Javasche Postduvien Bond (A.J.P.B ) dimana van Dijk selama beberapa tahun selalu turut serta berpartisipasi. Contohnya pada tahun 1930, van Dijk menyediakan hadiah bagi pada para juara lomba serta pada 1932 menyediakan hadiah berupa pulpen dan pensil mekanik (satu set lengkap dengan kasing) bagi para pemilik merpati pos yang juara.


Van Dijk nampaknya juga termasuk dalam jamaat Gereja Santo Igantius Magelang. Pada 4 Desember 1932, van Dijk’s Boekhandel dan N.V. Maresch & co. pernah berpartisipasi dalam menyediakan hadiah bagi para pemenang lomba shuffleboard dan bilyard dalam peringatan berdirinya asosiasi perkumpulan serdadu Katholik Roma (R.K) yang ke-10.


Pada Mei 1932, lokasi toko buku van Dijk yang ada di bilangan Groote Weg Noord, Pontjol 17 digunakan oleh pasangan suami - istri Janssen untuk membuka cabang toko roti Firma Hoogvelt yang bergerak dalam industri makanan dan pastry. Pada bulan Oktober tahun itu, bekas toko buku van Dijk oleh Ny. Jonker digunakan sebagai toko barang - barang bekas dengan nama Het Centrum. 


Nampaknya krisis ekonomi benar - benar menghantam para pengusaha dan kelas menengah di Magelang. Usaha toko buku van Dijk’s tidak mampu bertahan dalam terjangan badai krisis ekonomi (malaise) pada tahun 1930an. Menurut surat kabar Bataviaasch Niewsblad yang terbit pada 7 Mei 1936, van Dijk’s Boekhandel dinyatakan pailit atau bangkrut. 


Demikianlah sedikit kisah dari pengusaha van Dijk yang pernah menghiasi sejarah perekonomian Staadsgemeente Magelang. Usaha van Dijk yang bermula dari biro iklan dan bisa berkembang membuka toko buku bisa menjadi pelajaran bagi kita untuk gigih dalam berusaha.


- Chandra Gusta Wisnuwardana -


Sejarah Magelang - Budi Rahayu

Budi Rahayu di Magelang, sekitar tahun 1936.


Oleh Eva Mentari Christop




sumber : delpher.nl

08 October 2023

Istana Kesultanan Djogjakarta, Jawa sekitar tahun 1910-1912 📸 Tropenmuseum

 Istana  Kesultanan Djogjakarta, Jawa sekitar tahun 1910-1912



📸 Tropenmuseum

07 October 2023

Ukiran dan Patung dari Kayu. Kalimantan", 1898-1900.

 Ukiran dan Patung dari  Kayu. Kalimantan", 1898-1900.



Pasar Muntilan, sekitar tahun 1915. sumber: delpher.nl

 Pasar Muntilan, sekitar tahun 1915.


sumber: delpher.nl



Borobudur op Java, anonymous, 1880 - 1900

 Borobudur op Java, anonymous, 1880 - 1900




05 October 2023

bogor Demang van Buitenzorg bersama istri dan anak, Woodbury & Page, 1860 - 1878

 bogor Demang van Buitenzorg bersama istri dan anak, Woodbury & Page, 1860 - 1878




Jembatan di Meteseh, dekat Karesidenan Magelang 📷 : Arsip Kota (1980an), Streetview (2023)

 Jembatan di Meteseh, dekat Karesidenan Magelang 


📷 : Arsip Kota (1980an), Streetview (2023)




03 October 2023

Bing Slamet

 Melawak adalah suatu bakat dan pembawaan yang mungkin dari lahir. Kita pernah mempunyai seorang pelawak besar yaitu Bing Slamet. Nama lengkapnya adalah Bing Selamet bin Rantek Achmad. Bing Slamet adalah seorang seniman besar dan pahlawan Kebudayaaan yang pernah dimiliki oleh bangsa Indonesia. Beliau selama puluhan tahun telah membuat masyarakat tertawa terpingkal-pingkal :  di masa perang dan damai. Menghibur orang-orang yang hidup susah, meskipun yang menghiburnya sendiri juga sama-sama susah. Bing Slamet bertahun-tahun telah membuat rakyat Indonesia dalam waktu-waktu tertentu sejenak melupakan kegetiran hidup dan kenestapaan.


Bing Slamet sudah berkarir sebagai seorang pelawak sejak tahun 1944. Ia tinggal di Lokasari Jakarta, yang di zaman Jepang bernama Rakutentji. Kala itu beliau sudah duduk di bangku menengah atas dan ia tinggal di asrama pelajar. Ia sering membolos, dan mendapatkan hukuman dari guru sekolahnya yaitu disuruh menyanyi dan melawak di depan kelas, hingga bakat melawaknya semakin terasah. Selain sering bolos, uang kiriman dari orang tuanya sering dipakai jajan dan traktir teman-temannya. Ketika tinggal di daerah Petojo Binantu, bertangga dengan Iskandar (ayah dari BM Diah). Ia sering diajak ikut acara siaran di Hoso Kjoku (RRI) dan menyanyi di restoran Kalimanah (milik keluarga BM Diah).


Beliau meninggal dunia pada 17 Desember 1974. Ketika meninggal,  rumahnya di jalan Arimbi diserbu oleh massa rakyat, dan ditahan oleh Polisi dan Hansip, persis seperti menghadang para demonstran. Anak-anak memanjat genteng. Ibu-ibu sambil menyusui bayinya  yang berpakaian dekil , pelajar, mahasiswa, pejabat, seniman, wartawan, semua ingin ikut masuk ke dalam Mesjid Al Ihtidaiyah di mana Jenazah beliau disemayamkan. 


Almarhum Bing Slamet sebelum meninggalnya hanya minta dimakamkan di Karet, di Karet dan ke Karet. Ada sekitar 300.000 warga ibukota yang turut mengantarkan ke pemakaman terakhirnya. Tak ada seorang pun yang mampu melukiskan secara persis bagaimana masyarakat tak dapat dilerai untuk mendekati jenazah orang yang sehari-harinya tidak lebih seperti mereka dalam hidupnya.  Selamat jalan, Pahlawan Kebudayaan…


Sumber: Merdeka, 9-11-1969 & Pelita, 21-12-1974. Koleksi Surat Kabar Langka Salemba-Perpustakaan Nasional RI (SKALA-Team).


#Tokoh #pelawak #pahlawan #kebudayaan



Penggemar burung perkutut di Jawa pada Tahun 1925.

 Penggemar burung perkutut di Jawa pada Tahun 1925.



Harga pasaran sepeda motor Honda tahun 1975. Harga motor ini berbeda-beda setiap jenis tahun pengeluaran dan kapasitas mesinnya. Harga termurah dari tabel berikut yaitu Honda 50 cc keluaran tahun 1970, dengan harga Rp. 135.000.-

 Harga pasaran sepeda motor Honda tahun 1975. Harga motor ini berbeda-beda setiap jenis tahun pengeluaran dan kapasitas mesinnya. Harga termurah dari tabel berikut yaitu Honda 50 cc keluaran tahun 1970, dengan harga Rp. 135.000.-



Sumber: Berita Buana, 23 Januari 1975 Halaman 6 Kolom 7. Koleksi Layanan Surat Kabar Langka Terjilid Perpustakaan Nasional RI (SKALA Team)

02 October 2023

Hari Jadi ke 20 Tahun Puri Tuk Songo Cacaban Kota Magelang 30 September 2003 - 30 September 2023 "Menapak Sejarah Memahat Kehidupan"

 Hari Jadi ke 20 Tahun Puri Tuk Songo 30 September 2003 - 30 September 2023 "Menapak Sejarah Memahat Kehidupan"







Kwitansi sewa pasar Rejowinangun zaman Jepang

 Kwitansi sewa pasar Rejowinangun zaman Jepang, 

Foto:Agung Arya



01 October 2023

Kartini, Kardinah dan Roekmini. Semarang c 1900.

 Kartini, Kardinah dan Roekmini. Semarang 

c 1900.



27 September 2023

Batu Gantung di Ķrasnoyarsk Rusia

Batu Gantung di Ķrasnoyarsk Rusia






Raden Toemenggoeng Ario Tjokrosoetomo van Temanggoeng met Raden Ajoe, circa 1930 universiteitleiden.nl Raden Tumenggung Ario Cokrosutomo dari Temanggung bersama istri, sekitar tahun 1930

 Raden Toemenggoeng Ario Tjokrosoetomo van Temanggoeng met Raden Ajoe, circa 1930

universiteitleiden.nl


Raden Tumenggung Ario Cokrosutomo dari Temanggung bersama istri, sekitar tahun 1930


Oleh : Andre Owen




Sejarah Magelang - Mendut dan Kali Elo

 Dara-dara Mendut main ke Kali Elo.  Kayaknya ini yang di belakang kompleks asrama, samar-samar kelihatan kayak jembatan Elo.

Oleh : Eva Mentari Christop