Potret seorang wanita dari suku Dayak Kenyah atau Kayan di Borneo sekitar tahun 1935.
📷 KITLV, Leiden.
.... berani menjalani kehidupan, adalah sebuah konsekuensi untuk ikut membangun sebuah peradaban yang lebih bertanggung jawab ...
Potret seorang wanita dari suku Dayak Kenyah atau Kayan di Borneo sekitar tahun 1935.
📷 KITLV, Leiden.
Het Klaverblad van Japara (Kartini, Kardinah, Roekmini) circa 1900 (sumber : Rijksmuseum - Amsterdam)
Pemandangan istana sultan Deli di Medan, gerbang di jalan masuk bagian dari album foto sumatera Paul dan Lucie dari tahun 1900
Rijksmuseum - C.J. Kleingrote
Pentas lebih dari 10.000 penari Soreng di lapangan Drh. Soepardi, Kota Mungkid, 28 Oktober 2019
Oleh : Amat Sukandar
Batu Prasasti Peresmian selesainya Pemugaran Candi Borobudur, 23 Peb 1983. Batu andesit dari Gunung Merapi yang utuh
Oleh : Amat Sukandar
Potret studio seorang wanita muda di Pulau Jawa, antara tahun 1870 - 1912.
📷 Rijksmuseum, Nederlands.
Seorang wanita di Pulau Jawa saat berada di dalam tandu yang diangkat oleh dua orang pria, sekitar tahun 1870.
📷 digitalcollections.universiteitleiden.nl
Potret seorang pedagang burung di Bandung, Jawa Barat [Nederlands-Indië], Ca.1908
-----
Sumber Foto 📸 : KITLV Leiden
Oleh : Potret Sejarah Indonesia
Potret studio dua wanita Sunda berkebaya di Priangan, Jawa Barat [Nederlands-Indië], Ca.1920
-----
Sumber Foto 📸 : KITLV Leiden
Oleh : @potret.sejarahindonesia
Perkebunan kayu putih dan kamp para pekerja di Onderafdeeling Deli, Pantai Timur Sumatera tahun 1890.
📷 digitalcollections.universiteitleiden.nl
Jacoba Maria Eggink, guru kerajinan tangan (berdiri, kedua dari kiri) dan sebagian murid Sekolah Kepandaian Putri, di Yogyakarta, Ca.1938.
-----
Sumber Foto 📸 : KITLV Leiden
Oleh : Potret Sejarah Indonesia
Tikungan legend Jl. Yos Sudarso (1981 & 2022)
Oleh : Cahyono Edo Santosa
9 tahun (1981-1989) selalu ku lewati tikungan ini dua kali sehari saat pulang dan pergi sekolah.
Jalan kaki dari timur belok kanan arah utara ke sekolahku di SD/SMP Pendowo. Mungkin itu sebabnya, dulu ruas jalan ini lebih dikenal sebagai Jalan Pendowo.
Jadi inget indah & syahdunya jalan kaki pulang pergi sekolah bareng teman-teman 😘😀🤗
📷 : Pembangunan trotoar kondisi 0% (Arsip Kota 1981), Google Streetview (2022)
Ini adalah mobil pertama yang hadir di Indonesia. Milik Raja Kasunanan Surakarta Sunan Pakubuwono X. Mobil Benz Victoria Phaeton ini sekaligus mobil Mercedes Benz yg pertama di Indonesia dan mobil mewah pada masanya.
Mobil dengan mesin 1 silinder 2.0 L dan memiliki kekuatan 5 hp mampu menampung penumpang hingga 6 orang.
Yang menarik adalah julukan dari mobil ini, karena dia bisa berjalan sendiri tanpa ada kudanya di depan seperti yg lazim pada kendaraan dimasa itu, maka dia disebut juga "Kereta Setan".
Tiga orang pria Jawa berhasil menangkap seekor buaya, hal ini disaksikan oleh A.E.F. Muntz saat mengadakan perjalanan di Pulau Jawa dari Maret 1901 hingga Juli 1902.
📷 digitalcollections.universiteitleiden.nl
Sepasang penari di pulau Jawa sedang mempraktekkan sebuah adegan, antara tahun 1925-1940.
📷 digitalcollections.universiteitleiden.nl
Bragaweg/Jalan Braga di Bandung pada tahun 1930-an dan sekarang.⠀
⠀
Bragaweg/Jalan Braga in Bandung in de jaren dertig en heden.⠀
⠀
Bragaweg/Jalan Braga in Bandung in the 1930s and present.
Potret studio seorang bangsawan Jawa bersama istri di Mojokerto, Jawa Timur [Nederlands-Indië], sekitar tahun 1920
-----
Sumber Foto 📸 : Nederlands Fotomuseum
Oleh : Potret Sejarah Indonesia
Perserikatan Pengusaha Otobis Djawa Tengah (P.P.O.D.)
Tahun 1960 an
Foto : Pak Rudi Nurdiansyah, mohon ijin 🙏
Apa Bis 1. ADAM MIDDEN JAVA, Bis 2. ADAM GRABAK & Bis 34. MUSTIKA bis yang garasinya di sekitar Magelang ya ❓
Atau Bis lain ada yang bis Magelang❓
Oleh : Danang Prayitno
Willy Klaauwer (1924), putri dari seorang tentara KNIL Belanda dengan seorang wanita Jawa, berfoto bersama anak yang memegang ayam kesukaan Willy di Tjimahi, Jawa Barat [Nederlands-Indië], Ca.1926
-----
Sumber Foto 📸 : Spaarnestad Photo
Oleh : Potret Sejarah Indonesia
Oleh : Chandra Gusta Wisnuwardhana
Sebagai salah satu daerah yang dinaikkan statusnya menjadi sebuah Gemeente (Kotapraja) pasca Decentralisatie Wet, Magelang mengalami reformasi birokrasi dengan terbentuknya raad (dewan) yang anggotanya didominasi oleh orang-orang berkebangsaan Eropa / Indoeropa. Antara 1906-1928, sebanyak 7 orang Asisten Residen pernah merangkap jabatan sebagai Ketua Dewan Kota. Berikut ini adalah nama-nama mereka,