29 October 2022

Potret seorang wanita dari suku Dayak Kenyah atau Kayan di Borneo sekitar tahun 1935.

 Potret seorang wanita dari suku Dayak Kenyah atau Kayan di Borneo sekitar tahun 1935.


📷 KITLV, Leiden.




28 October 2022

Candi Kalasan, Yogyakarta, sekitar tahun 1931-1937

 Candi Kalasan, Yogyakarta, sekitar tahun 1931-1937.   


📷 KITLV.



Seorang perempuan di dalam tandu, 1870

 Seorang perempuan di dalam tandu, 1870


Foto: Woodbury & Page



Het Klaverblad van Japara (Kartini, Kardinah, Roekmini) circa 1900

 Het Klaverblad van Japara (Kartini, Kardinah, Roekmini) circa 1900 (sumber : Rijksmuseum - Amsterdam)



Anak-anak sekolah di Pelanjan, Pemangkat, Sambas 1917

 Anak-anak sekolah di Pelanjan, Pemangkat, Sambas 1917


National Museum of World Cultures



Pemandangan istana sultan Deli di Medan, gerbang di jalan masuk bagian dari album foto sumatera Paul dan Lucie dari tahun 1900

 Pemandangan istana sultan Deli di Medan, gerbang di jalan masuk bagian dari album foto sumatera Paul dan Lucie dari tahun 1900


Rijksmuseum - C.J. Kleingrote



Pentas lebih dari 10.000 penari Soreng di lapangan Drh. Soepardi, Kota Mungkid, 28 Oktober 2019

 Pentas  lebih dari 10.000 penari Soreng di lapangan Drh. Soepardi, Kota Mungkid, 28 Oktober 2019 

Oleh : Amat Sukandar



27 October 2022

Pembangunan Pabrik Gula Petarukan, Pemalang 1912

 Pembangunan Pabrik Gula Petarukan, Pemalang 1912


Foto: WJ Kraake



Desa wisata penglipuran Bangli Bali Indonesia

 Desa wisata penglipuran

Bangli Bali Indonesia



Seorang mandor pabrik garam beserta anak-anaknya, 1870

 Seorang mandor pabrik garam beserta anak-anaknya, 1870


Foto: Hendrik Veen



Sejarah Magelang - Batu Prasasti Peresmian selesainya Pemugaran Candi Borobudur, 23 Peb 1983. Batu andesit dari Gunung Merapi yang utuh.

 Batu Prasasti Peresmian selesainya Pemugaran Candi Borobudur, 23 Peb 1983. Batu andesit dari Gunung Merapi yang utuh

Oleh : Amat Sukandar





Seorang gadis bersama orangutan di Sumatera, pada awal abad 20

 Seorang gadis bersama orangutan di Sumatera, pada awal abad 20.


📷 Spaarnestad Photo, Nederlands.




Potret studio seorang wanita muda di Pulau Jawa, antara tahun 1870 - 1912

 Potret studio seorang wanita muda di Pulau Jawa, antara tahun 1870 - 1912.


📷 Rijksmuseum, Nederlands.




Puteri-puteri Keraton Surakarta bersama suami mereka, Goesti Raden Ajoe Wirjodiningrat, Goesti Raden Ajoe Sosronagoro, dan Goesti Raden Ajoe Koes Ngaisah di Surakarta tahun 1920

Puteri-puteri Keraton Surakarta bersama suami mereka, Goesti Raden Ajoe Wirjodiningrat, Goesti Raden Ajoe Sosronagoro, dan Goesti Raden Ajoe Koes Ngaisah di Surakarta tahun 1920.

📷 digitalcollections.universiteitleiden.nl


26 October 2022

Seorang wanita di Pulau Jawa saat berada di dalam tandu yang diangkat oleh dua orang pria, sekitar tahun 1870

 Seorang wanita di Pulau Jawa saat berada di dalam tandu yang diangkat oleh dua orang pria, sekitar tahun 1870.

 

 📷 digitalcollections.universiteitleiden.nl




Potret seorang pedagang burung di Bandung, Jawa Barat [Nederlands-Indië], Ca.1908

 Potret seorang pedagang burung di Bandung, Jawa Barat [Nederlands-Indië], Ca.1908

-----

Sumber Foto 📸 : KITLV Leiden 

Oleh : Potret Sejarah Indonesia



Potret studio dua wanita Sunda berkebaya di Priangan, Jawa Barat [Nederlands-Indië], Ca.1920

 Potret studio dua wanita Sunda berkebaya di Priangan, Jawa Barat [Nederlands-Indië], Ca.1920

-----

Sumber Foto 📸 : KITLV Leiden

Oleh : @potret.sejarahindonesia



Perkebunan kayu putih dan kamp para pekerja di Onderafdeeling Deli, Pantai Timur Sumatera tahun 1890

 Perkebunan kayu putih dan kamp para pekerja di Onderafdeeling Deli, Pantai Timur Sumatera tahun 1890.


 📷 digitalcollections.universiteitleiden.nl




Jacoba Maria Eggink, guru kerajinan tangan (berdiri, kedua dari kiri) dan sebagian murid Sekolah Kepandaian Putri, di Yogyakarta, Ca.1938

 Jacoba Maria Eggink, guru kerajinan tangan (berdiri, kedua dari kiri) dan sebagian murid Sekolah Kepandaian Putri, di Yogyakarta, Ca.1938. 

-----

Sumber Foto 📸 : KITLV Leiden

Oleh : Potret Sejarah Indonesia



25 October 2022

Warga berfoto di Masjid Raya Aceh, 1895 - 1905

 Warga berfoto di Masjid Raya Aceh, 1895 - 1905


Rijksmuseum



Sejarah Magelang - Tikungan Legend Jalan Yos Sudarso ( Depan SMP Pendowo )

 Tikungan legend Jl. Yos Sudarso (1981 & 2022)

Oleh : Cahyono Edo Santosa

9 tahun (1981-1989) selalu ku lewati tikungan ini dua kali sehari saat pulang dan pergi sekolah. 

Jalan kaki dari timur belok kanan arah utara ke sekolahku di SD/SMP Pendowo. Mungkin itu sebabnya, dulu ruas jalan ini lebih dikenal sebagai Jalan Pendowo. 

Jadi inget indah & syahdunya jalan kaki pulang pergi sekolah bareng teman-teman 😘😀🤗


📷 : Pembangunan trotoar kondisi 0% (Arsip Kota 1981), Google Streetview (2022)





24 October 2022

Perempuan sedang menampi beras di Tegalwaru, Karawang 1935

 Perempuan sedang menampi beras di Tegalwaru, Karawang 1935


Foto: Georg Friedrich Johannes Bley



Seorang pembantu rumah tangga, 1870

 Seorang pembantu rumah tangga, 1870


Foto: Woodbury & Page



Seorang jaksa beserta istri dan pembantunya, Bandung 1880

 Seorang jaksa beserta istri dan pembantunya, Bandung 1880


Tropenmuseum



23 October 2022

Sejarah Magelang - Resident Kedu, Residentswoning te Magelang.

Resident Kedu, Residentswoning te Magelang.



Seorang perempuan di Musi Rawas, 1879

 Seorang perempuan di Musi Rawas, 1879


Foto: Daniël David Veth



Mobil Pertama di Indonesia

 Ini adalah mobil pertama yang hadir di Indonesia. Milik Raja Kasunanan Surakarta Sunan Pakubuwono X. Mobil Benz Victoria Phaeton ini sekaligus mobil Mercedes Benz yg pertama di Indonesia dan mobil mewah pada masanya. 


Mobil dengan mesin 1 silinder 2.0 L dan memiliki kekuatan 5 hp mampu menampung penumpang hingga 6 orang. 

Yang menarik adalah julukan dari mobil ini, karena dia bisa berjalan sendiri tanpa ada kudanya di depan seperti yg lazim pada kendaraan dimasa itu,  maka dia disebut juga "Kereta Setan".



Jajaran direksi Javasche Bank di Jakarta, 1901

 Jajaran direksi Javasche Bank di Jakarta, 1901


Foto: Charls & Van Es & Co. NV



Tiga orang pria Jawa berhasil menangkap seekor buaya, hal ini disaksikan oleh A.E.F. Muntz saat mengadakan perjalanan di Pulau Jawa dari Maret 1901 hingga Juli 1902

 Tiga orang pria Jawa berhasil menangkap seekor buaya, hal ini disaksikan oleh A.E.F.  Muntz saat mengadakan perjalanan di Pulau Jawa dari Maret 1901 hingga Juli 1902.


📷 digitalcollections.universiteitleiden.nl




22 October 2022

Masyarakat di Lesung Batu, Musi Rawas 1877

 Masyarakat di Lesung Batu, Musi Rawas 1877


Foto: Daniël David Veth



Suasana di Berasan, Banyuwangi 1935

 Suasana di Berasan, Banyuwangi 1935


National Museum of World Cultures



Sebuah bis melintas di jalan antara Sibolga - Balige. 1919

 Sebuah bis melintas di jalan antara Sibolga - Balige. 1919


National Museum of World Cultures



Suasana di Parinding, Tana Toraja ca 1950-1960

 Suasana di Parinding, Tana Toraja ca 1950-1960


Wereld Culturen



Sejarah Magelang - Siswa-siswa SD Negeri 1 Payaman (1983)

 Siswa-siswa SD Negeri 1 Payaman (1983)

Oleh : Cahyono Edo Santosa

📷 : Djoni Isti Wibowo



Sejarah Magelang - Jordaanlaan

SERUAS JALAN ITU BERNAMA JORDAANLAAN 

Oleh : Chandra Gusta Wisnuwardhana 

Penamaan suatu jalan disuatu tempat biasanya diberikan atas suatu alasan tertentu dengan berbagai latar belakang berbeda. Karakteristik tertentu dari suatu jalan, nama daerah jalan itu berada atau sosok nama tokoh terkenal lazimnya disematkan pada nama jalan. Dalam lingkup yang besar, sebut saja "Groote Post Weg" atau Jalan Raya Pos yang diberikan untuk sebuah rangkaian ruas jalan besar yang dibangun pada masa Daendels dimana jalan ini berfungsi sebagai sarana komunikasi dan mobilisasi orang dan barang antar daerah di Jawa yang membentang dari ujung Barat di Anyer hingga ujung Timur di Panarukan dengan karakteristik jalannya yang dilengkapi dengan pos - pos pemberhentian pada kilometer - kilometer tertentu. Sedangkan dalam lingkup lokal, Magelang contohnya, penamaan jalan juga mengacu pada hal yang sama. Sebut saja pada masa kolonial dulu terdapat nama jalan "Bajemanweg" atau jalan Bayeman yang mengacu pada nama kampung yang dilewati jalan tersebut. Kemudin ada juga nama jalan "Tidarweg" atau jalan Tidar yang mengacu pada sebuah jalan yang terletak disebelah utara Gunung Tidar. Selain itu, nama tokoh besar pada masa Hindia Belanda seperti mantan Gubernur Jendral van Heutsz juga pernah diberikan pada nama sebuah jalan di dalam kompleks tangsi militer Magelang. Lantas bagaimana dengan nama jalan "Jordaanlaan" di Magelang?

Nama ruas jalan "Jordaanlaan" sempat memicu rasa penasaran saya untuk mencari tahu apa atau siapakah sosok Jordaan ini. Dari hasil penelusuran dengan membandingkan peta lama dan peta terbaru dari Google Maps, ruas jalan dengan nama Jordanlaan ini sekarang berubah menjadi nama Jalan Pahlawan. Jalan Pahlawan sendiri sekarang sudah membentang dari pertigaan Jalan Veteran samping PDAM Kota Magelang hingga ke daerah Tuguran dengan batas lampu merah Jalan Ahamd Yani di Menowo. Namun demikian, dalam konteks masa kolonial dulu, Jalan Pahlawan yang kita kenal sekarang ini terbagi menjadi ruas - ruas jalan dengan nama - nama berbeda, seperti Bottonscheweg (Jalan Botton), Badaan Zuid (Badaan Selatan), Badaan Noord (Badaan Utara) dan Jordaanlaan (Jalan Jordaan). Sebagai gambaran, Bottonscheweg membujur ke utara dimulai dari taman Penti Peri hingga pertingan jalan plengkung, Badaan Zuid dimulai dari pertingaan plengkung hingga Badaanplein (Taman Badaan), Badaaan Noord dimulai dari sebelah utara Taman Badaan hingga pertigaan jalan di Menowo sedangkan Jordaanlaan dimulai dari mulut jalan Pahlawan yaitu pertingaan kantor PDAM Kota Magelang hingga taman Penti Peri. 

Jordaanlaan sendiri adalah ruas jalan baru yang dibangun oleh pemerintah kotapraja Magelang pada 1915 untuk memghubungkan kawasan Residentielaan (Jalan Veteran) dan kampung Botton. Jalan baru yang dibangun pada masa pemerintahan Asistent-Resident Magelang yang merangkap sebagai Ketua  Dewan Kota, Tuan J.M. Jordaan ini kemudian diberinama atas nama dirinya atas usul anggota dewan kota, Tuan J.M.J. van Eyck, seorang penasihat senior, pengusaha properti dan toko serga ada, pensiunan militer dan agen Escompto Bank Magelang. Berdasarkan surat kabar de Locomotief edisi 31 Juli 1917, para anggota dewan setuju dengan penamaan ruas jalan baru tersebut sebagai wujud penghargaan dan terima kasih atas kinerja Tuan Jordaan selama memimpin Gemeente Magelang.

Tuan J.M. Jordaan menduduki posisi sebagai Asistent-Resident untuk Magelang di Karesidenan Kedu sejak Agustus 1913 dan sedianya mengakhiri masa jabatannya pada bulan Agustus 1917, atau tepat selama 4 tahun. Dalam rapat dewan kota yang dia pimpin pada tanggal 27 Juli 1917, sebagai salam perpisahan, Tuan J.M. Jordaan juga sempat mengusulkan pembangunan dua buah rumah dinas sekretaris kota (gemeente-secretaries) dan direktur pekerjaan kota (directeur gemeentewerken) di halaman balai kota (Gemeenteraad / Gemeentehuis) dengan dana pinjaman sebesar 16.000 gulden. Jasanya yang besar dalam perbaikan saluran air dan perbaikan pasar selama masa jabatannya telah menjadikannya pantas diabadikan menjadi nama ruas jalan menurut para anggota dewan kota saat itu.

Pemberiaan nama "Laan" tersebut sedianya dianggap cukup unik karena pada ruas jalan tersebut tidak terdapat pohon satu pun sebagaimana semestinya dimana nama jalan dengan kata "laan" ditumbuhi pohon perindang di kanan & kiri nya. Pemberiaan nama Jordaanlaan ini menurut tuan van Eyck lebih tepat daripada "Jordaanweg".

Tuan J.M. Jordaan akan meninggalkan jabatannya sebagai Asistent-Resident Magelang sekaligus Ketua Dewan Kota Magelang dan akan menghabiskan masa cutinya ke Amerika Serikat dengan menaiki kapal S.S. Rindjani. 

- Chandra Gusta Wisnuwardana -


Para pedagang di stasiun kereta Tempel, Sleman 1905

 Para pedagang di stasiun kereta Tempel, Sleman 1905


Foto: A.P. Vogel



Sepasang penari di pulau Jawa sedang mempraktekkan sebuah adegan, antara tahun 1925-1940

Sepasang penari di pulau Jawa sedang mempraktekkan sebuah adegan, antara tahun 1925-1940.


📷 digitalcollections.universiteitleiden.nl




21 October 2022

Sebuah warung di Jawa, 1925

 Sebuah warung di Jawa, 1925

National Museum of World Cultures



Bragaweg/Jalan Braga di Bandung pada tahun 1930-an dan sekarang.⠀ ⠀ Bragaweg/Jalan Braga in Bandung in de jaren dertig en heden.⠀ ⠀ Bragaweg/Jalan Braga in Bandung in the 1930s and present.

 Bragaweg/Jalan Braga di Bandung pada tahun 1930-an dan sekarang.⠀

⠀

Bragaweg/Jalan Braga in Bandung in de jaren dertig en heden.⠀

⠀

Bragaweg/Jalan Braga in Bandung in the 1930s and present.



Stasiun pengisian bahan bakar di Kalosi, Enrekang 1920-1940

 Stasiun pengisian bahan bakar di Kalosi, Enrekang 1920-1940



Potret studio seorang bangsawan Jawa bersama istri di Mojokerto, Jawa Timur [Nederlands-Indië], sekitar tahun 1920

 Potret studio seorang bangsawan Jawa bersama istri di Mojokerto, Jawa Timur [Nederlands-Indië], sekitar tahun 1920

-----

Sumber Foto 📸 : Nederlands Fotomuseum

Oleh : Potret Sejarah Indonesia



20 October 2022

Sejarah Magelang - Perserikatan Pengusaha Otobis Djawa Tengah (P.P.O.D.) Tahun 1960 an

 Perserikatan Pengusaha Otobis Djawa Tengah (P.P.O.D.)

Tahun 1960 an

Foto : Pak Rudi Nurdiansyah, mohon ijin 🙏


Apa Bis 1. ADAM MIDDEN JAVA, Bis 2. ADAM GRABAK & Bis 34. MUSTIKA bis yang garasinya di sekitar Magelang ya ❓

Atau Bis lain ada yang bis Magelang❓

Oleh : Danang Prayitno



Tentara Belanda menangkap seorang warga di Magetan 1949

 Tentara Belanda menangkap seorang warga di Magetan 1949


Foto: FC Kellenbach



Stasiun Prambatan di Tuban, 1925

 Stasiun Prambatan di Tuban, 1925

Foto: Atelier O. Hisgen & Co. NV



19 October 2022

Willy Klaauwer (1924), putri dari seorang tentara KNIL Belanda dengan seorang wanita Jawa, berfoto bersama anak yang memegang ayam kesukaan Willy di Tjimahi, Jawa Barat [Nederlands-Indië], Ca.1926

 Willy Klaauwer (1924), putri dari seorang tentara KNIL Belanda dengan seorang wanita Jawa, berfoto bersama anak yang memegang ayam kesukaan Willy di Tjimahi, Jawa Barat [Nederlands-Indië], Ca.1926

-----

Sumber Foto 📸 : Spaarnestad Photo

Oleh : Potret Sejarah Indonesia



Gardu jaga di sebuah kampung, Surabaya 1870-1895

 Gardu jaga di sebuah kampung, Surabaya 1870-1895 


National Museum of World Cultures



Sejarah Magelang - Ketua Dewan Kota 1906 - 1928

 Oleh : Chandra Gusta Wisnuwardhana 


Sebagai salah satu daerah yang dinaikkan statusnya menjadi sebuah Gemeente (Kotapraja) pasca Decentralisatie Wet, Magelang mengalami reformasi birokrasi dengan terbentuknya raad (dewan) yang anggotanya didominasi oleh orang-orang berkebangsaan Eropa / Indoeropa. Antara 1906-1928, sebanyak 7 orang Asisten Residen pernah merangkap jabatan sebagai Ketua Dewan Kota. Berikut ini adalah nama-nama mereka,



Kraton Yogyakarta dan Alun Alun. Sekitar Tahun 1970 an

 Kraton Yogyakarta dan Alun Alun. Sekitar  Tahun 1970an..



Suasana di Kampung Gunung Sugih, Lampung Tengah 1910

 Suasana di Kampung Gunung Sugih, Lampung Tengah 1910

National Museum of World Cultures