14 May 2026

GADIS SINGA Gadis 10 Tahun yang Melacak Singa Gunung yang Membunuh Ibunya Selama 6 Bulan dan Tidur di Sarangnya untuk Membunuhnya, Colorado, 1907 Agustus 1907. Pegunungan San Juan, Colorado. Hattie Mae Cole, 10 tahun, sedang memetik buah beri bersama ibunya, Luanne, 32 tahun, ketika seekor singa gunung seberat 180 pon menyerangnya. Menyeretnya dalam sepuluh detik. Ayahnya berada di Denver. Hattie Mae menemukan darah dan jejak. Dia mengambil senapan .32-20 milik ayahnya, selendang ibunya, dan mengikuti. Selama 6 bulan dia melacak kucing itu. Dia mempelajari mangsanya, sumber airnya, sarangnya. Musim dingin tiba. November. Dia merangkak ke dalam sarang saat singa itu keluar. Tidur di sana. Baunya seperti singa itu. Ketika singa itu kembali, ia tidak menyerang. Ia berbaring. Dia menempatkan laras senapan di belakang telinganya dan menembak. Menyeretnya sejauh 8 mil pulang. Membungkus tulang ibunya dengan kulit singa itu. Menguburnya di dalamnya. Penduduk kota memanggilnya "Gadis Singa." Dia tidak pernah menikah. Meninggal tahun 1973. Kulit binatang itu menjadi selimutnya hingga akhir hayatnya. Dia berkata kepada surat kabar, "Kulit itu telah merenggut nyawanya. Aku pun mengambilnya."

 GADIS SINGA

Gadis 10 Tahun yang Melacak Singa Gunung yang Membunuh Ibunya Selama 6 Bulan dan Tidur di Sarangnya untuk Membunuhnya, 



Colorado, 1907 Agustus 1907. Pegunungan San Juan, Colorado. Hattie Mae Cole, 10 tahun, sedang memetik buah beri bersama ibunya, Luanne, 32 tahun, ketika seekor singa gunung seberat 180 pon menyerangnya. Menyeretnya dalam sepuluh detik. Ayahnya berada di Denver. 


Hattie Mae menemukan darah dan jejak. Dia mengambil senapan .32-20 milik ayahnya, selendang ibunya, dan mengikuti. Selama 6 bulan dia melacak kucing itu. Dia mempelajari mangsanya, sumber airnya, sarangnya. 


Musim dingin tiba. November. Dia merangkak ke dalam sarang saat singa itu keluar. Tidur di sana. Baunya seperti singa itu. Ketika singa itu kembali, ia tidak menyerang. Ia berbaring. Dia menempatkan laras senapan di belakang telinganya dan menembak. 


Menyeretnya sejauh 8 mil pulang. Membungkus tulang ibunya dengan kulit singa itu. Menguburnya di dalamnya. Penduduk kota memanggilnya "Gadis Singa." Dia tidak pernah menikah. Meninggal tahun 1973. 


Kulit binatang itu menjadi selimutnya hingga akhir hayatnya. Dia berkata kepada surat kabar, "Kulit itu telah merenggut nyawanya. Aku pun mengambilnya."



No comments:

Post a Comment