Abu Bakar , Chapter 4 Menaklukkan iran dan Menggebuk Romawi sekaligus. Persia (Sassanid) Iran dan Byzantium Romawi timur (Yunani-Turki) saat itu adalah negara super power seperti USA dan Rusia jaman sekarang. Raksasa yang sudah terlalu lama berkuasa, birokrasinya korup, dan "CEO"-nya gonta-ganti karena kudeta internal. Abu Bakar melihat celah ini bukan sebagai invasi haus darah, tapi sebagai Security Patch untuk melindungi perbatasan. Beliau mengirim Khalid bin Walid ke Irak, pintu gerbang Persia.
Khalid bin Walid tidak datang untuk negosiasi bertele-tele. Di pertempuran Dzat as-Salasil (Perang Berantai), Khalid mengirim email—eh, surat, ke komandan Persia, Hurmuz, yang isinya sangat savage: "Masuklah Islam maka kamu selamat, atau bayarlah pajak, atau hadapi pasukan yang mencintai kematian sebagaimana kalian mencintai kehidupan."
Hurmuz meremehkan, dan hasilnya? Khalid melakukan speedrun penaklukan. Dalam waktu singkat, wilayah-wilayah strategis seperti Al-Hira jatuh. Khalid bergerak begitu cepat sampai intelijen Persia bingung menentukan koordinat posisinya. Ini adalah Perang arab-iran versi abad ke-7.
Setelah Irak-Iran berhasil di-crack oleh Khalid bin Walid, Abu Bakar mendapatkan laporan bahwa Romawi Timur (Byzantium) Rusia-Turki sedang melakukan Massive Recruitment di wilayah Syam. Strategi Abu Bakar kali ini bukan cuma kirim pasukan, tapi kirim "Virus" yang tidak bisa dibendung.
Beliau mengirim empat jenderal ke titik-titik berbeda agar fokus pertahanan Heraklius terpecah—mirip serangan DDoS yang bikin server lawan down karena kebanyakan request.
Namun, Romawi bukan pemain amatir. Mereka punya Firewall tebal di Ajnadain.
Sadar pasukannya di Syam terancam gagal loading, Abu Bakar memerintahkan Khalid bin Walid untuk melakukan migrasi dari Irak ke Syam. Khalid melakukan manuver yang secara logika militer dianggap corrupt data: Beliau menyeberangi padang pasir Samawah yang tidak punya sumber air.
Khalid menggunakan trik Storage internal: memaksa unta minum air sampai kapasitas maksimal, lalu menjahit mulut unta agar airnya tidak dimuntahkan, dan menyembelihnya satu per satu di tengah jalan untuk cadangan air pasukan. Ini bukan sihir, ini murni kalkulasi logistik yang sangat presisi.
Begitu Khalid muncul di belakang garis Romawi, Heraklius di Konstantinopel langsung kena mental hit. Pasukan Romawi yang jumlahnya jauh lebih besar mendadak merasa seperti menggunakan software jadul menghadapi hacker kelas dunia.
Khalid bergabung dengan jenderal lain di Ajnadain dan melakukan Hard Reset terhadap pasukan Romawi. Hasilnya? Syam terbuka lebar untuk di-instal ulang dengan sistem baru dari Madinah.
Sumber : Bambang Prasojo
#TheGreatFounder #LegacyOfAbuBakar #WorldHistory #ExpansionStrategy
#IntegritasTanpaBatas #SejarahSahabat #DeepDiveHistory #FYPIndonesia

No comments:
Post a Comment