PART 2 —FATHU MAKKAH ,Kota Jatuh, Ikrimah Lari, Kabur ke Yaman .
Hari di mana seluruh kota yang selama ini menentang Islam, akhirnya takluk tanpa pertumpahan darah besar. Rasulullah masuk Makkah dengan kepala tertunduk, penuh syukur. Sebagian besar penduduk Quraisy menerima amnesti. Damai.
Tapi Ikrimah bukan tipe orang yang bisa terima kenyataan dengan mudah. Waktu pasukan Muslim masuk, dia malah ngumpulin orang-orang yang sepaham dan melakukan perlawanan terakhir. Hasilnya? Pasukan Khalid bin Walid membubarkan mereka dalam hitungan singkat.
Ikrimah kalah. Dan dia tahu — namanya ada di daftar orang yang akan dihukum mati.
Maka dia lari. Dia tinggalkan Makkah, tinggalkan istrinya, tinggalkan segalanya. Dia naik kapal menuju Yaman — sejauh mungkin dari Muhammad dan Islam.
Di sinilah titik paling dramatis dan paling menggetarkan dari seluruh kisah ini.
Ikrimah melarikan diri menuju Yaman dengan perjalanan laut untuk menghindari hukuman mati.
Dalam perjalanannya tersebut, badai tiba-tiba menghantam kapal. Para awak kapal berkata, "Selamatkanlah diri kalian! Selamatkanlah dirimu, karena tuhan-tuhanmu tidak berguna bagimu di sini."
Kalimat para awak kapal itu seperti petir di tengah badai. Seluruh berhala yang selama ini ia bela, seluruh keyakinan yang ia pertahankan dengan darah dan perang — tidak satu pun mampu menolongnya di tengah lautan yang mengamuk.
Ikrimah berkata lirih, "Demi Allah, jika ketulusan tidak dapat menyelamatkanku di laut, itu tidak akan menyelamatkanku di darat. Ya Allah, Engkau memiliki perjanjian denganku bahwa jika Engkau mengampuniku dari apa yang aku alami, aku akan mendatangi Muhammad dan meletakkan tanganku di tangannya, dan aku tidak akan mendapati apapun kecuali pengampunan yang murah hati."
Angin tersebut kemudian mereda dan Ikrimah kembali ke Makkah menjadi seorang Muslim sesuai janjinya.
Para ulama menyebut kisah inilah yang menjadi sebab turunnya Surah Luqman ayat 32.
Tapi ada yang nggak dia perhitungkan. Istrinya, Ummu Hakim, perempuan yang dia tinggal kabur begitu saja — ternyata justru pergi menemui Rasulullah dan meminta jaminan keselamatan untuk suaminya.
Isteri Ikrimah berkata kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah, sesungguhnya Ikrimah telah melarikan diri ke negeri Yaman karena ia takut kalau-kalau kamu akan membunuhnya. Aku memohon kepadamu supaya engkau berkenan menjamin keselamatannya."
Rasulullah menjawab, "Dia akan berada dalam keadaan aman!"
Mendengar jawaban itu, isteri Ikrimah memohon diri dan pergi untuk mencari suaminya.
Ummu Hakim menyusul suaminya hingga ke tepi pantai Tihamah. Ketika mereka bertemu, Ummu Hakim menyampaikan jaminan keamanan dari Rasulullah.
Ikrimah bertanya kepada isterinya, "Benarkah apa yang telah engkau lakukan itu?"
Isterinya menjawab, "Benar, aku telah berbicara dengan beliau dan beliau pun akan memberikan jaminan keselamatan atas dirimu."
Lalu terjadi momen yang sangat manusiawi — Ikrimah bermaksud untuk melakukan hubungan suami-isteri dengan isterinya, tetapi isterinya menolak.
Istrinya berkata, "Engkau orang kafir, sedangkan aku orang Muslim."
Ikrimah berkata, "Penolakan kamu itu adalah masalah besar bagi diriku."
Penolakan itu justru menjadi dorongan terkuat yang mendorong Ikrimah segera bersyahadat.
Kadang orang yang paling keras justru diselamatkan oleh orang yang paling lembut di sisinya.
Sumber : Bambang Prasodjo
#Ikrimah #FathuMakkah #SejarahIslam #KisahCinta #Storytelling

No comments:
Post a Comment