Part 1: Pola "orang kepercayaan yang kemudian naik takhta" sebenarnya berulang terus sepanjang sejarah manusia. Namanya juga pola hingga kini akan terus berulang. Baik langsung ataupun di belakang layar.
Berikut beberapa kisah paling dramatis dan menarik. Dinasti yang Lahir dari "Tangan Kanan".
Mulai karier bukan sebagai manajer, tapi cuma sebagai pengawal pribadi gubernur. Itulah Imad ad-Din Zengi. Dia awalnya cuma budak pengawal di Mosul. Tapi karena dia punya "radar" yang tajam buat baca situasi, dia pelan-pelan naik pangkat sampai akhirnya punya dinasti sendiri.
Lalu pola terulang pada anak buahnya yaitu Shalahuddin Al-Ayyubi sendiri. Dia awalnya cuma "orang suruhan" yang dikirim buat bantu Dinasti Fatimiyah di Mesir. Tugasnya cuma stabilkan situasi dan lapor balik ke bosnya, Nuruddin Zengi.
Tapi pas Khalifah meninggal tanpa pewaris kuat, Shalahuddin nggak nunggu instruksi lama-lama. Dia ambil kendali, dirikan Dinasti Ayyubiyah, dan bikin bos lamanya ketar-ketir. Nuruddin mau bertindak, eh keburu meninggal. Mesir dan Syam pun jatuh ke tangan "sang asisten".
Lebih ekstrem lagi adalah kaum Mamluk. Mereka ini budak militer yang dibeli, dilatih, dan dijadikan elit. Tapi tahun 1250, mereka memutuskan buat "pecat" majikan mereka secara permanen lewat jalur pembunuhan Sultan Turanshah.
Hasilnya? Mereka berkuasa 300 tahun dan jadi satu-satunya kekuatan yang bisa bikin pasukan Mongol "log out" di Ain Jalut.
Di Nusantara, kita punya Gajah Mada. Dia mulai dari posisi bekel—kepala pengawal istana Majapahit. Bukan posisi "Top Management". Tapi momen "golden ticket"-nya datang pas dia berhasil nyelametin Raja Jayanegara dari pemberontakan Ra Kuti.
Kesetiaan di saat kritis itu jadi "investasi" yang bikin dia naik jadi Mahapatih. Perang bubat yang bikin rakyat Pajajaran dendam kesumat adalah inisiatifnya pribadi. Sumpah Palapa yang legendaris itu diucapkan bukan oleh Raja, tapi oleh dia—sang asisten yang punya visi melampaui majikannya.
Sumber : Bambang Prasojo
#SejarahDunia #Geopolitik #GajahMada #Shalahuddin #Kekuasaan

No comments:
Post a Comment