Lanjut di part 4 terakhir hari ini.
Kalau sekarang sampean jadi "tangan kanan" seseorang, pastikan bangun koneksi di luar lingkaran itu. Jangan sampai pas "Mataharinya" tenggelam, sampean tidak punya kapal sendiri buat berlayar. Karena di politik, orang yang paling dekat dengan api memang paling cepat hangat, tapi juga paling berisiko jadi abu.
Di China Liu Bang (Dinasti Han).
Kalau kita ngomongin lowborn to emperor, Liu Bang adalah "kakeknya" semua kisah ini.
Awalnya Dia cuma pejabat desa rendah (semacam hansip/kepala lingkungan) yang tugas utamanya mengawal narapidana tapi malah mimpin mereka memberontak.
Berbeda sama rivalnya yang bangsawan sombong, Liu Bang itu "merakyat" dan pintar dengerin nasihat bawahannya. Dia membangun dinasti yang bertahan 400 tahun cuma bermodal insting bertahan hidup dari level akar rumput.
Di Jepang Toyotomi Hideyoshi (The Great Unifier).
Ini adalah contoh paling legendaris soal "orang kepercayaan" di sejarah Jepang.
Awalnya Cuma anak petani miskin yang jadi pembawa sandal buat Oda Nobunaga (panglima perang paling ditakuti).
Pas Nobunaga dikhianati dan tewas, Hideyoshi bergerak paling cepat buat balas dendam. Dia ambil alih semua pengaruh tuannya dan jadi orang paling berkuasa di Jepang (Kampaku). Dari pembawa sandal jadi penguasa tunggal—bener-bener definisi "akses adalah peluang".
Di Korea: Yi Ui-min. Versi "otot" yang lahir dari kasta rendah. Dia jadi pengawal Raja karena badan besarnya, tapi akhirnya justru membunuh Raja yang dikawalnya demi mendikte pemerintahan selama belasan tahun.
#nobunaga #koreanking #Oligarki #HistoryLessons #PowerPlay

No comments:
Post a Comment