[JAWABAN PEMIMPIN MONGOL SAAT DISURUH PAUS INOSENSIUS IV UNTUK MENYEMBAH TUHANNYA]
Pasca invasi mematikan kavaleri Mongol yang meratakan Polandia dan Hungaria pada tahun 1241 M, ketakutan melanda seluruh benua Eropa.
Paus Inosensius IV dari Vatikan mengutus seorang biarawan pemberani bernama Giovanni da Pian del Carpine untuk melakukan perjalanan ribuan kilometer menuju ibu kota Mongol di Karakorum.
Biarawan tersebut membawa surat resmi Vatikan yang berisi seruan agar bangsa Mongol menghentikan pembantaian terhadap umat Kristen, bertobat, dan memeluk agama Kristen.
Selama beberapa minggu Utusan resmi itu akhirnya tiba di karakorum, ia tiba tepat saat penobatan Guyuk Khan, cucu dari Genghis Khan, menjadi Khagan Agung ke-III Kekaisaran Mongol.
Di dalam tenda emas kekaisaran yang megah, Guyuk Khan mendengarkan terjemahan surat dari Vatikan tersebut.
Ia tidak marah, melainkan tersenyum sinis melihat keangkuhan para penguasa Eropa yang tidak memahami peta kekuatan dunia.
Menyukapi isi dari surat tersebut, Guyuk Khan memerintahkan para juru tulisnya menyiapkan surat balasan resmi berstempel emas kekaisaran.
Di hadapan utusan Vatikan yang gemetar, Guyuk Khan membacakan penggalan balasan suratnya dengan suara menggelegar:
"Engkau mengatakan 'Aku harus memeluk agama Kristen'. Namun bagaimana engkau tahu siapa yang diridhoi oleh Tuhan? Dari matahari terbit hingga matahari terbenam, seluruh tanah telah ditundukkan kepada kami. Jika ini bukan karena kehendak Tuhan, bagaimana mungkin manusia biasa bisa melakukannya? Datanglah engkau bersama seluruh raja Eropa ke hadapanku untuk bersumpah setia, atau kami akan menganggap kalian sebagai musuh!"
Mendengar isi surat balasan dari guyuk khan Giovanni da Pian berlutut menerima gulungan surat berstempel emas tersebut dengan tangan gemetar.
Ia menyadari realitas pahit bahwa Eropa tidak selamat karena diplomasi atau doa Vatikan, melainkan semata-mata karena kematian Ogedei Khan yang memaksa pasukan Mongol menarik diri kembali ke timur.

No comments:
Post a Comment