Pada 5 Oktober 1965, peringatan ke-20 Hari Angkatan Bersenj4t4 Republik Indonesia berlangsung dalam suasana duka. Pada hari itu, tujuh korban yang kemudian dikenal sebagai Pahlawan Revolusi dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, setelah jenazah mereka ditemukan dan dievakuasi dari Lubang Buaya pada 4 Oktober. Ketujuhnya adalah Ahmad Yani, R. Suprapto, M.T. Haryono, S. Parman, D.I. Panjaitan, Sutoyo Siswomiharjo, dan Pierre Tendean.
A.H. Nasution hadir dalam upacara tersebut dalam keadaan masih terluka setelah berhasil lolos dari upaya pencvlikan pada 1 Oktober. Dalam pidatonya, ia menyebut bahwa hari yang biasanya menjadi peringatan penting bagi Angkatan Bersenj4t4 itu kali ini berlangsung dalam suasana yang berbeda. Nasution kemudian menyebut nama satu per satu rekan yang telah meningg4l dan mengatakan bahwa mereka yang masih hidup memiliki kewajiban untuk meneruskan tugas yang ditinggalkan. Pidato itu disampaikan sebagai penghormatan terakhir sebelum jen4z4h dimakamkan.
Salah satu bagian pidatonya yang paling sering dikenang adalah ketika Nasution mengatakan, “Fitnah lebih jah4t dari pembvnvh4n.” Pernyataan tersebut muncul ketika ia membahas tuduh4n dan pencemaran nama terhadap para korban. Namun, di bagian lain, Nasution justru meminta agar para prajurit tidak menyimpan dendam. Ia menyerukan agar mereka tetap berpegang pada keadilan dan kebenaran. Dengan demikian, pidatonya bukan hanya berisi kesedihan atas kehilangan rekan-rekannya, tetapi juga pesan kepada mereka yang masih hidup untuk melanjutkan tugas tanpa meninggalkan prinsip yang diyakininya.
Sehari setelah pemakaman tersebut, 6 Oktober 1965, putri Nasution, Ade Irma Suryani Nasution, meningg4l dunia akibat luk4 t3mb4k yang diderit4nya ketika terjadi penyer4ngan di rumah keluarga Nasution pada 1 Oktober. Rangkaian peristiwa dalam beberapa hari itu membuat awal Oktober 1965 menjadi salah satu periode penting dalam sejarah Indonesia, yang kemudian terus menjadi bahan kajian dan perdebatan sejarah mengenai peristiwa 30 September 1965.
Referensi:
• Kemendikdasmen ; Arsip dan kajian yang dikutip Kompas ; serta laporan sejarah mengenai pem4kaman 5 Oktober 1965.
Sumber : Halimah Adam

No comments:
Post a Comment