05 October 2026

Mobil itu seharusnya membawa seorang gubernur menuju ke Madiun. _November 1948. Gubernur Jawa Timur, Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo, sedang dalam perjalanan pulang dari Yogyakarta ibu kota RI saat itu. Di dalam mobil ada dua perwira polisi yang mendampinginya. Kombes Polisi M. Duryat. Kompol Suroko. Di kawasan hutan jati Bogo, Kedunggalar, Ngawi, sekelompok pasukan menghentikan mobil mereka. Gubernur Suryo dipaksa turun. Dua pengawalnya ikut diturunkan. Mereka kemudian dibawa menuju Kantor Kehutanan Sonde. Tidak ada lagi kendaraan yang bisa membawa mereka pulang. Mereka kemudian dibawa semakin jauh ke dalam hutan. Pakaian mereka dilucuti. Tubuh mereka dibiarkan tanpa perlindungan di tengah hutan. Lalu mereka diseret menuju tepi sungai. _10 November 1948. Di tepi Kali Kakah, Ngawi, ketiganya dieksekusi. Kepala mereka dipenggal. Jasad mereka ditinggalkan begitu saja di sekitar sungai. Empat hari berlalu sebelum penduduk setempat menemukannya. Tiga orang. Satu gubernur. Dua perwira polisi. Semuanya berakhir di tempat yang sama. Namun ada satu ihwal yang membuat kisah ini jauh lebih ganjil. Menurut kesaksian yang kemudian dicatat, Gubernur Suryo diduga bukan target utama. Saat itu, ia menggunakan mobil milik Sultan Hamengkubuwono IX. Mobil yang sedang diburu kelompok tersebut diduga justru mobil itu. Artinya, orang yang mereka hentikan bisa jadi bukan orang yang sebenarnya mereka cari. Gubernur pertama Jawa Timur gugur tepat 3 tahun setelah Pertempuran Surabaya 10 November 1945 yang dipimpinnya. Ia tewas di tengah perjalanan pulang. Sasaran target kendaraannya benar. Orangnya tidak _ by AJRaharjo

 Mobil itu seharusnya

membawa seorang gubernur

menuju ke Madiun.


_November 1948.



Gubernur Jawa Timur,

Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo,

sedang dalam perjalanan

pulang dari Yogyakarta

ibu kota RI saat itu.


Di dalam mobil

ada dua perwira polisi

yang mendampinginya.


Kombes Polisi M. Duryat.


Kompol Suroko.


Di kawasan hutan jati Bogo,

Kedunggalar, Ngawi,

sekelompok pasukan

menghentikan mobil mereka.


Gubernur Suryo

dipaksa turun.


Dua pengawalnya

ikut diturunkan.


Mereka kemudian

dibawa menuju

Kantor Kehutanan Sonde.


Tidak ada lagi

kendaraan yang bisa 

membawa mereka pulang.


Mereka kemudian

dibawa semakin jauh

ke dalam hutan.


Pakaian mereka

dilucuti.


Tubuh mereka

dibiarkan tanpa perlindungan

di tengah hutan.


Lalu mereka diseret

menuju tepi sungai.


_10 November 1948.


Di tepi Kali Kakah, Ngawi,

ketiganya dieksekusi.


Kepala mereka

dipenggal.


Jasad mereka

ditinggalkan begitu saja

di sekitar sungai.


Empat hari berlalu

sebelum penduduk setempat

menemukannya.


Tiga orang.


Satu gubernur.


Dua perwira polisi.


Semuanya berakhir

di tempat yang sama.


Namun ada satu ihwal

yang membuat kisah ini

jauh lebih ganjil.


Menurut kesaksian

yang kemudian dicatat,

Gubernur Suryo

diduga bukan target utama.


Saat itu,

ia menggunakan mobil

milik Sultan Hamengkubuwono IX.


Mobil yang sedang diburu

kelompok tersebut

diduga justru mobil itu.


Artinya,


orang yang mereka hentikan

bisa jadi bukan orang

yang sebenarnya mereka cari.


Gubernur pertama Jawa Timur

gugur tepat 3 tahun setelah

Pertempuran Surabaya 10 November 1945

yang dipimpinnya.


Ia tewas

di tengah perjalanan pulang.


Sasaran target kendaraannya benar.


Orangnya tidak


_


by AJRaharjo


Sumber : Ajoko Rahardjo

No comments:

Post a Comment