Dalam foto terlampir tampak Muhammad Bahadur Shah II, sultan Muslim terakhir di India... Ya, itu adalah foto asli, bukan lukisan!
India ternyata tidak selalu menjadi negara Hindu! Banyak anak muda kita hari ini mengira bahwa India telah menjadi negara Hindu sejak zaman dahulu, tanpa menyadari bahwa negeri ini pernah berada di bawah naungan kekuasaan Islam selama hampir 800 tahun.
Dalam foto terlampir tampak Muhammad Bahadur Shah II, sultan Muslim terakhir di India... Ya, itu adalah foto asli, bukan lukisan!
Inggris mulai mencengkeramkan kukunya di India di bawah kedok korporasi bernama Perusahaan Hindia Timur Inggris (British East India Company). Seiring menguatnya pengaruh mereka, Inggris mulai memerangi Islam dan secara perlahan melucuti kekuasaan umat Islam.
Pada tahun 1857, para ulama Muslim menggelar pertemuan penting di Masjid Jami, Delhi, lalu mengeluarkan fatwa jihad untuk melawan penjajahan Inggris—sebuah fatwa yang ditandatangani oleh para ulama terkemuka di India.
Pemberontakan besar-besaran pun pecah, melibatkan berbagai elemen masyarakat, baik Muslim maupun non-Muslim. Para pemberontak sepakat memilih Muhammad Bahadur sebagai pemimpin mereka, meskipun usianya sudah senja.
Namun, Inggris—dengan memanfaatkan perpecahan dan dukungan dari kelompok Sikh serta pihak lainnya—menumpas pergerakan tersebut dengan sangat kejam:
• Membu*nuh para ulama dan mengek*sekusi para pemberontak.
• Menangkap Sultan Muhammad Bahadur.
• Meme*nggal ke*pala putra-putranya tepat di hadapannya sebelum membuangnya ke pengasingan di Burma.
Sultan wafat dalam pengasingan di usia 89 tahun pada tahun 1862.
Peristiwa kelam ini sekaligus mengakhiri babak kekuasaan Islam di India, yang fondasinya telah diletakkan sejak penaklukan Mahmud al-Ghaznawi pada tahun 1001 M. Meski kekuasaan telah usai, umat Islam meninggalkan warisan peradaban agung yang jejak megahnya masih berdiri kokoh hingga hari ini.
Sejarah kolonialisme Inggris sarat dengan tipu daya dan penderitaan bagi umat Islam—dari India hingga Plstina, dari Afrika hingga Timur Tengah. Dan sejarah itu perlahan akan tenggelam jika kita memilih untuk diam.
Ya. Pernah ada kekuasaan politik Muslim yang sangat luas di anak benua India, tetapi itu tidak berarti seluruh penduduk India otomatis menjadi Muslim. Ada beberapa alasan historis yang penting:
1. “Islam pernah berkuasa” ≠ “mayoritas penduduk masuk Islam”
Dinasti dan kerajaan Muslim seperti Kesultanan Delhi dan kemudian Kekaisaran Mughal menguasai wilayah yang luas pada periode berbeda. Namun, mereka memerintah masyarakat yang sejak awal sangat besar dan beragam, termasuk komunitas Hindu, Buddha, Jain, Sikh, dan lainnya.
Kekuasaan politik dan perubahan agama adalah dua proses yang berbeda.
2. Penduduk Hindu sudah sangat besar
Tradisi keagamaan yang kemudian dikategorikan sebagai Hindu telah berkembang di India selama berabad-abad sebelum munculnya kerajaan-kerajaan Muslim. Jadi, ketika penguasa Muslim datang, mereka tidak memasuki wilayah yang kosong secara demografis, melainkan wilayah dengan populasi non-Muslim yang sangat besar.
3. Penyebaran Islam tidak hanya bergantung pada penguasa
Islam di India juga berkembang melalui perdagangan, ulama, jaringan sufi, komunitas Muslim lokal, dan proses sosial selama berabad-abad. Konversi terjadi di berbagai daerah, tetapi tidak dalam skala yang mengubah seluruh anak benua menjadi Muslim.
Karena itu, anggapan bahwa “kalau penguasanya Muslim, rakyat pasti dipaksa masuk Islam” terlalu menyederhanakan sejarah. Bukti demografis menunjukkan bahwa perpindahan agama secara keseluruhan merupakan proses yang kompleks.
4. Kekuasaan Muslim juga tidak berlangsung sebagai satu pemerintahan tunggal
Istilah “Islam berkuasa di India” perlu hati-hati. Ada banyak kerajaan dan dinasti yang berbeda, dengan wilayah, kebijakan, dan masa pemerintahan yang berbeda. Bahkan pada masa Mughal, kekuasaan mereka tidak selalu mencakup seluruh wilayah yang sekarang disebut India.
5. Setelah berakhirnya pemerintahan Muslim, komposisi penduduk tetap berubah secara bertahap
Pada sensus India 2011, sekitar 79,8% penduduk India beragama Hindu dan 14,2% Muslim. Pew Research Center juga menemukan bahwa perpindahan agama di India modern relatif kecil; sekitar 98% orang dewasa masih menganut agama tempat mereka dibesarkan.
Menariknya, pada 1951–2011 proporsi Muslim memang meningkat dari 9,8% menjadi 14,2%, sementara proporsi Hindu turun dari 84,1% menjadi 79,8%. Jadi Islam tetap berkembang secara demografis meskipun India secara keseluruhan tetap mayoritas Hindu.
Kesimpulannya
India tetap mayoritas Hindu bukan karena Islam tidak pernah berkuasa, tetapi karena kekuasaan politik tidak otomatis menghasilkan perubahan agama secara massal. India memiliki populasi Hindu yang sangat besar sejak sebelum periode kerajaan Muslim, sementara Islam menyebar melalui berbagai jalur sosial dan menghasilkan komunitas Muslim yang sangat besar tanpa menjadi mayoritas di seluruh India.
Bahkan pada 2011, sekitar 94% umat Hindu dunia tinggal di India, sementara India juga memiliki salah satu populasi Muslim terbesar di dunia.

No comments:
Post a Comment