25 April 2026

TIGA PENDOSA YANG TIDAK TERAMPUNI Ini catatan dalam "Babad Diponegoro". Pangeran Diponegoro sendiri yang menulis, mengapa Ratu Ageng keluar dari istana. Alasan pertama, karena sering berselisih dengan anaknya sendiri, Raja Jogja kedua, Sultan HB II. "... Ratu Ageng bagaimana dia berselisih dengan anaknya sendiri. Oleh karena itu ia keluar istana dengan rasa marah dan membuka pemukiman baru .... Tempat itu disebut Tegalrejo." Ratu Ageng kecewa dengan anaknya, Sultan HB II, karena tidak patuh dengan kewajiban Islam. Jarang berkunjung ke Masjid Agung, tempat ibadah resmi para raja. Alasan kedua, karena anaknya, Sultan HB II, dikelilingi pejabat tinggi yang juga mengabaikan ajaran Islam. Pejabat tinggi itu adalah Patih Danureja II, Tumenggung Sumodiningrat, dan Ronggo Prawirodirjo III. Mereka adalah para menantu Sultan HB II. Ratu Ageng menyebut mereka bertiga sebagai "para pendosa yang tidak terampuni." "Ketiga pejabat itu semuanya muda-muda nafsu Sang Sultan lebih besar daripada nafsu bapaknya begitu juga dengan ketiga pejabat ini yang semuanya berdosa melawan agama ...." Bagi yang tidak percaya, bisa baca sendiri babadnya. Sejarah kemudian mencatat kematian yang mengenaskan dari 3 pejabat itu. Patih Danureja II meninggal dibunuh rajanya. Ronggo Prawirodirjo III terbunuh atas perintah Daendeles. Dan, Tumenggung Sumodiningrat terbunuh dalam Geger Sepehi. #books #babaddiponegoro #sejarahdiponegoro

 TIGA PENDOSA YANG TIDAK TERAMPUNI


Ini catatan dalam "Babad Diponegoro".


Pangeran Diponegoro sendiri yang menulis, mengapa Ratu Ageng keluar dari istana.



Alasan pertama, karena sering berselisih dengan anaknya sendiri, Raja Jogja kedua, Sultan HB II.


"... Ratu Ageng

bagaimana dia berselisih 

dengan anaknya sendiri.

Oleh karena itu ia keluar istana dengan rasa marah

dan membuka pemukiman baru

....

Tempat itu disebut Tegalrejo."


Ratu Ageng kecewa dengan anaknya, Sultan HB II, karena tidak patuh dengan kewajiban Islam. Jarang berkunjung ke Masjid Agung, tempat ibadah resmi para raja.


Alasan kedua, karena anaknya, Sultan HB II, dikelilingi pejabat tinggi yang juga mengabaikan ajaran Islam.


Pejabat tinggi itu adalah Patih Danureja II, Tumenggung Sumodiningrat, dan Ronggo Prawirodirjo III. Mereka adalah para menantu Sultan HB II.


Ratu Ageng menyebut mereka bertiga sebagai "para pendosa yang tidak terampuni."


"Ketiga pejabat itu semuanya muda-muda

nafsu Sang Sultan 

lebih besar daripada nafsu bapaknya

begitu juga dengan ketiga pejabat ini

yang semuanya berdosa

melawan agama

...."


Bagi yang tidak percaya, bisa baca sendiri babadnya.


Sejarah kemudian mencatat kematian yang mengenaskan dari 3 pejabat itu.


Patih Danureja II meninggal dibunuh rajanya. Ronggo Prawirodirjo III terbunuh atas perintah Daendeles. Dan, Tumenggung Sumodiningrat terbunuh dalam Geger Sepehi.


Sumber : Nassirun Purwokartun

#books #babaddiponegoro #sejarahdiponegoro

No comments:

Post a Comment