TIGA PENDOSA YANG TIDAK TERAMPUNI
Ini catatan dalam "Babad Diponegoro".
Pangeran Diponegoro sendiri yang menulis, mengapa Ratu Ageng keluar dari istana.
Alasan pertama, karena sering berselisih dengan anaknya sendiri, Raja Jogja kedua, Sultan HB II.
"... Ratu Ageng
bagaimana dia berselisih
dengan anaknya sendiri.
Oleh karena itu ia keluar istana dengan rasa marah
dan membuka pemukiman baru
....
Tempat itu disebut Tegalrejo."
Ratu Ageng kecewa dengan anaknya, Sultan HB II, karena tidak patuh dengan kewajiban Islam. Jarang berkunjung ke Masjid Agung, tempat ibadah resmi para raja.
Alasan kedua, karena anaknya, Sultan HB II, dikelilingi pejabat tinggi yang juga mengabaikan ajaran Islam.
Pejabat tinggi itu adalah Patih Danureja II, Tumenggung Sumodiningrat, dan Ronggo Prawirodirjo III. Mereka adalah para menantu Sultan HB II.
Ratu Ageng menyebut mereka bertiga sebagai "para pendosa yang tidak terampuni."
"Ketiga pejabat itu semuanya muda-muda
nafsu Sang Sultan
lebih besar daripada nafsu bapaknya
begitu juga dengan ketiga pejabat ini
yang semuanya berdosa
melawan agama
...."
Bagi yang tidak percaya, bisa baca sendiri babadnya.
Sejarah kemudian mencatat kematian yang mengenaskan dari 3 pejabat itu.
Patih Danureja II meninggal dibunuh rajanya. Ronggo Prawirodirjo III terbunuh atas perintah Daendeles. Dan, Tumenggung Sumodiningrat terbunuh dalam Geger Sepehi.
Sumber : Nassirun Purwokartun
#books #babaddiponegoro #sejarahdiponegoro

No comments:
Post a Comment