Kisah Bapakku dan Emakku
Bapakku Tjari bin Saljan (31 tahun) dan emakku Hindun binti Rumban (20 tahun) menikah pada hari Djumah 9 Besar 87 H (1387 H) atau bertepatan dengan Jumat 8 maret 1968 jam 09.00 wib.
Mereka menikah di KUA Kecamatan Ampelgading Kabupaten Pemalang. Yang menikahkan bapaknya emakku Rumban bin Tjato (48 tahun). Mas kawinnya berupa uang sebesar Rp100 rupiah dibayar tunai.
Bapakku berstatus duda, istri pertama sudah bercerai. Istri pertamanya bernama Sarini binti Rakiban dan dikaruniai anak 2 yakni Muslichah (lahir 24/12/1959) dan Tarsinah (lahir 13/08/1965). Saat itu bapakku tinggal di Bedji (Beji, Pemalang). Sarini tinggal Dusun Pedurungan RT 8 RW 2, Desa Taman, Pemalang. Bapakku punya adik yg tinggal di Baros Pekalongan.
Emakku berstatus janda, belum memiliki anak dan tinggal di Desa Jatirejo Kec. Ampelgading Kabupaten Pemalang. Saya kurang tahu siapa suami pertamanya.
Jika merunut pada buku nikah, pekerjaan mereka adalah petani. Mungkin saja mereka bertemu saat menjadi petani. ☺
Yang menarik dari arsip-arsip yang saya buka, pada 1 Juli 1966 bapakku diangkat menjadi PNS Sementara di Rindam VII/Diponegoro di Magelang. Sebelumnya hanya Pekerja Harian Tetap (PHT) di tempat itu. Belum diketahui mulai kapan bekerja sebagai PHT.
Ini berarti bahwa saat bapakku menikah dengan emakku, bapakku sebenarnya sudah bekerja di Rindam VII Diponegoro di Magelang, bukan sebagai petani (jika merujuk pada buku nikah). Ah betapa rendah hatinya bapakku. ☺
Mengapa bapakku bisa bekerja di Magelang?
Bapakku dan emakku pernah bercerita, pasca peristiwa 1965 bapakku meninggalkan Pemalang ikut dompleng truk tentara dari Magelang yang saat itu melakukan pengamanan di Pemalang. Bapakku takut 'kena' jika tetap tinggal di Pemalang. Kita tahu di kawasan itu (termasuk Tegal, Brebes dsk) menjadi 'area merah'.
Berkat dompleng tentara itulah bapakku bisa bekerja di Rindam VII/Diponegoro Magelang meskipun cuma sebagai Pekerja Harian Tetap (entah mulai kapan, mungkin antara Oktober 1965 - 1 Juli 1966). Sebagai PNS Sementara, tugasnya menjadi Pelayan Makan (bagian dapur) pada 1 Januari 1968 dengan golongan 1a bergaji Rp440 pada 1 Oktober 1973 naik golongan menjadi 1b bergaji Rp712.
Bapakku pensiun pada 1 Juni 1993 dengan golongan 2a dengan gaji akhir sekitar Rp114.000,- dan meninggal pada 11 Januari 1999 dalam usia 62 tahun. Sedangkan emakku meninggal pada 14 April 2026 dalam usia 80 tahun.
Bapakku dan emakku memiliki 5 anak laki-laki (Pendowo) yang semuanya lahir di Magelang. Aku sendiri nomer 3. Kami bangga pada mereka.
Sumber : Bagus Priyana ( Agung Dragon )


No comments:
Post a Comment