27 April 2026

Orang di dalam foto ini adalah Imam Khomeini, di perbatasan Irak-Kuwait pada tahun 1979. Ketika beliau meninggalkan Irak menuju Kuwait, yang juga menolak menerimanya dan tidak ada negara Arab yang mau menerimanya pada waktu itu. Jadi Imam terdampar di perbatasan Irak-Kuwait, tidak menemukan siapa pun yang mau menerimanya dan tidak dapat kembali ke Irak. Beliau tinggal di sana selama tiga hari dengan beberapa muridnya yang tidak lebih dari lima orang serta keluarganya di gurun yang terik... Pada bulan ketujuh di wilayah perbatasan Safwan. Di sana, salah satu muridnya bertanya kepadanya, "Apa yang akan Anda lakukan?" Beliau menjawab, "Bukankah Allah cukup bagi hamba-Nya? Marilah kita menunggu kehendak Allah..." Sehari kemudian, Prancis mengirimkan memorandum yang menyerukan penerimaan Imam Khomeini sebagai pengungsi politik. *sumber tulisan dari akun X @mshhdy15890

 Orang di dalam foto ini adalah Imam Khomeini, di perbatasan Irak-Kuwait pada tahun 1979.



Ketika beliau meninggalkan Irak menuju Kuwait, yang juga menolak menerimanya dan tidak ada negara Arab yang mau menerimanya pada waktu itu. Jadi Imam terdampar di perbatasan Irak-Kuwait, tidak menemukan siapa pun yang mau menerimanya dan tidak dapat kembali ke Irak. 


Beliau tinggal di sana selama tiga hari dengan beberapa muridnya yang tidak lebih dari lima orang serta keluarganya di gurun yang terik...


Pada bulan ketujuh di wilayah perbatasan Safwan. Di sana, salah satu muridnya bertanya kepadanya, "Apa yang akan Anda lakukan?" Beliau menjawab, "Bukankah Allah cukup bagi hamba-Nya? Marilah kita menunggu kehendak Allah..." 


Sehari kemudian, Prancis mengirimkan memorandum yang menyerukan penerimaan Imam Khomeini sebagai pengungsi politik.


*sumber tulisan dari akun X @mshhdy15890

No comments:

Post a Comment