Tahun 1872: Diutus Sultan Aceh untuk berunding dengan Belanda di Riau (sebagai taktik mengulur waktu). Menghubungi konsul Amerika dan Italia di Singapura untuk meminta bantuan militer melawan Belanda.
Rencana bantuan dari Amerika diketahui Belanda (diduga melalui informasi yang bocor/pengkhianatan). Hal ini memicu Belanda melakukan agresi militer pertama ke Aceh pada Maret 1873.
Pada tahun 1879, Pang Tibang secara resmi berbalik arah, meninggalkan perjuangan rakyat Aceh, dan bergabung dengan pihak Belanda untuk menyerang Aceh.
Namanya menjadi simbol pengkhianatan ("Gunting dalam lipatan") dalam sejarah Aceh hingga saat ini.
SUMBER : sejarah cirebon

No comments:
Post a Comment