22 January 2026

Sri Sultan Hamengkubuwono III lahir dengan nama Raden Mas Surojo, adalah raja Kesultanan Yogyakarta yang memerintah dalam dua periode singkat: 1810–1811 dan 1812–1814. Dua Periode Takhta: Ia pertama kali naik takhta pada Desember 1810 menggantikan ayahnya, Hamengkubuwono II, yang dilengserkan oleh Belanda di bawah kepemimpinan Daendels. Ia sempat turun takhta saat ayahnya kembali berkuasa pada 1811, namun diangkat kembali oleh Inggris setelah peristiwa Geger Sepehi pada 1812. Beliau adalah ayah kandung dari Pangeran Diponegoro, putra sulungnya yang memimpin Perang Jawa. Masa pemerintahannya ditandai dengan tekanan besar dari pihak Inggris melalui Thomas Stamford Raffles, termasuk kewajiban menandatangani kontrak-kontrak politik yang memberatkan kedaulatan keraton. Warisan Budaya: Ia dikenal membangun Kampung Ketandan sebagai pusat pemukiman komunitas Tionghoa di Yogyakarta dan memiliki kereta kuda legendaris bernama Kyai Mondro Juwolo pemberian Inggris. Beliau wafat pada 3 November 1814 di usia 45 tahun dan digantikan oleh putranya, Hamengkubuwono IV.

 Sri Sultan Hamengkubuwono III


lahir dengan nama Raden Mas Surojo, adalah raja Kesultanan Yogyakarta yang memerintah dalam dua periode singkat: 1810–1811 dan 1812–1814. 



Dua Periode Takhta: Ia pertama kali naik takhta pada Desember 1810 menggantikan ayahnya, Hamengkubuwono II, yang dilengserkan oleh Belanda di bawah kepemimpinan Daendels. Ia sempat turun takhta saat ayahnya kembali berkuasa pada 1811, namun diangkat kembali oleh Inggris setelah peristiwa Geger Sepehi pada 1812.


Beliau adalah ayah kandung dari Pangeran Diponegoro, putra sulungnya yang memimpin Perang Jawa.


Masa pemerintahannya ditandai dengan tekanan besar dari pihak Inggris melalui Thomas Stamford Raffles, termasuk kewajiban menandatangani kontrak-kontrak politik yang memberatkan kedaulatan keraton.


Warisan Budaya: Ia dikenal membangun Kampung Ketandan sebagai pusat pemukiman komunitas Tionghoa di Yogyakarta dan memiliki kereta kuda legendaris bernama Kyai Mondro Juwolo pemberian Inggris. 

Beliau wafat pada 3 November 1814 di usia 45 tahun dan digantikan oleh putranya, Hamengkubuwono IV.

No comments:

Post a Comment