Baca sejarah jangan setengah-setengah, entar pemahamannya stunting. 🧠 Kalau masih nganggep Prasasti Kota Kapur itu catatan tertua soal Pulau Jawa, fiks butuh asupan omega-3 tambahan. Kota Kapur itu soal Sriwijaya, Bosku! Jawa (Yawadwipa) udah nampang di Ramayana sampe catatan Yunani pas orang lain masih belajar bikin pantun. Yuk, asupan nutrisinya dikencengin biar nggak salah server! 🥛🐟"
Dalam naskah asli India (Sanskerta), latar tempatnya ya di India. Tapi begitu dipegang pujangga kita (seperti dalam Kakawin Bharatayuddha), tiba-tiba Gunung Mahameru dipindah ke Jawa. Para dewa yang tadinya "asing" jadi terasa seperti tetangga sendiri karena setting-nya diubah ke lanskap Jawa yang hijau dan subur.
Jejak Awal Nama Jawa: Dari Epik India hingga Catatan Yunani
Pulau Jawa, salah satu pusat peradaban tertua di Nusantara, memiliki sejarah penamaan yang sangat panjang. Nama "Jawa" tidak muncul begitu saja, melainkan telah terekam dalam berbagai naskah kuno dari belahan dunia yang berbeda, mulai dari daratan India hingga kekaisaran Romawi-Yunani.
1. Sumber India Kuno: Yawadwipa dalam Epos Sanskrit
Catatan tertua mengenai Pulau Jawa ditemukan dalam kesusastraan India kuno, khususnya dalam kitab Ramayana dan Mahabharata (sekitar abad ke-4 SM hingga abad ke-1 M).
Dalam kitab Ramayana, dikisahkan tokoh Sugriwa mengirim utusan ke seluruh penjuru dunia untuk mencari Sita. Salah satu tempat yang disebutkan adalah Yawadwipa yang digambarkan sebagai "Pulau Jelai" ( Yawa berarti jelai/padi-padian, dan Dwipa berarti pulau). Tempat ini digambarkan sebagai wilayah yang kaya akan emas dan perak serta memiliki tujuh kerajaan.
2. Catatan Geografer Yunani: Iabadiu atau Labadiu
Pada abad ke-2 Masehi, seorang ahli geografi dan astronom terkenal dari Aleksandria, Claudius Ptolemy, menulis karya monumental berjudul Geographia. Dalam catatannya, ia menyebutkan sebuah pulau bernama Iabadiu atau Labadiu.
Berdasarkan deskripsi fonetik dan geografisnya, para sejarawan meyakini bahwa kata tersebut merupakan transliterasi Yunani dari Yawadwipa. Ptolemy mencatat bahwa pulau ini sangat subur dan menghasilkan banyak emas, yang memperkuat hubungan dagang antara Nusantara dengan dunia Barat melalui perantara India pada masa itu.
3. Bukti Arkeologis: Prasasti Canggal (732 M)
Meskipun literatur luar negeri telah menyebut Jawa sejak awal milenium, bukti tertulis tertua yang ditemukan secara fisik di Pulau Jawa sendiri adalah Prasasti Canggal.
Prasasti berangka tahun 654 Saka atau 732 Masehi ini ditemukan di halaman Candi Gunung Wukir, Magelang, Jawa Tengah. Prasasti ini ditulis menggunakan aksara Pallawa dan bahasa Sanskerta. Di dalamnya, secara eksplisit disebutkan nama Jawadwipa untuk merujuk pada pulau tempat Raja Sanjaya bertahta.
"Terdapat sebuah pulau yang sangat indah bernama Jawadwipa, yang kaya akan hasil bumi seperti biji-bijian (padi) dan tambang emas..." (Petikan makna isi Prasasti Canggal).
Perubahan penyebutan dari Yawadwipa (India), Iabadiu (Yunani), hingga Jawadwipa (Prasasti Canggal) menunjukkan bahwa Pulau Jawa telah dikenal sebagai wilayah yang makmur dan strategis sejak ribuan tahun lalu. Nama ini terus bertahan hingga hari ini sebagai identitas geografis dan budaya yang kuat di Indonesia.
menganggap Prasasti Kota Kapur (yang jelas-jelas soal sumpah setia kepada Sriwijaya di Sumatra) sebagai bukti tertua yang menyebut nama Jawa itu bukan cuma salah baca, tapi salah alamat. Itu ibarat orang baca sertifikat tanah tetangga tapi diklaim sebagai akta kelahiran sendiri.
#SejarahNusantara #Yawadwipa #Jawadwipa #SejarahJawa #ArkeologiIndonesia #PrasastiCanggal #LiterasiSejarah #BelajarSejarah #NusantaraKuno
Sumber : Wukir Mahendra

No comments:
Post a Comment