22 December 2025

Ide warna bendera Merah-Putih Indonesia sebenarnya sudah ada sejak era Kerajaan Kediri & Majapahit di abad ke-13. Kemudian mulai dijadikan simbol perlawanan terhadap Belanda sejak Kongres Pemuda 1928. Dan resmi dikibarkan pada 17 Agustus 1945. Namun, dibalik kisah soal Bendera Pusaka Merah-Putih yang dijahit Fatmawati ada kisah perjuangan yang tak mudah. Di tahun 1944, Sukarno dan Fatmawati telah menjadikan kemerdekaan Indonesia sebagai cita-cita seumur hidup mereka. Di era itu, kain berwarna merah sangat sulit didapatkan sementara kain berwarna putih sangat banyak. Seorang pengusaha Jepang bersimpati pada Ibu Fat kemudian mencarinya dan dapat. Dijahit lalu disimpan. Hingga dikibarkan pada 17 Agustus 1945. Pada 1946, Belanda mulai punya keinginan masuk kembali ke Indonesia. Sukarno, Fatmawati dan Guntur yang berusia 2 tahun pindah ke Jogjakarta atas permintaan Sultan Hamengkubuwono IX. Demi keselamatan. Bendera itu lalu dititipkan ke orang kepercayaan Sukarno bernama Muntahar agar dibawa ke Jogja demi menghindari razia Belanda. Jika dilihat timeline waktu Megawati yang lahir pada 23 Januari 1947, itu adalah tahun Ibu Fat mengandung Mega. Bendera selamat tiba di Jogja. Saat Mega berusia 17 tahun, Mega adalah anggota paskibraka di hari perayaan Proklamasi 17 Agustus 1964. Ia pembawa baki bendera Merah-Putih. Tiga tahun setelahnya, di tahun 1967, ketika Soeharto menjabat Pj Presiden situasi politik tak menentu. Sukarno saat itu menjadi Tahanan Politik di Wisma Yaso Jakarta. Ibu Fat saat itu ditengah situasi politik tak menentu memilih menyimpan bendera itu dirumah mereka. Rezim Orde Baru mencari keberadaan bendera itu. Mega lalu diberi tugas oleh ibu Fat untuk membawanya ke tempat Sukarno ditahan. Itu jelas tugas berat. Jangankan bendera. Sayur lodeh kiriman Ibu Fat ke Sukarno saja diperiksa ketat. Ibu Fat lalu melilitkan bendera itu ke perut Mega. Baju yang dipakai Mega sengaja longgar saat membawa bendera itu. Ibunya berpesan ke Mega : "bila ditanya kenapa gemuk, bilang lagi hamil muda" Bendera itupun tiba ke tangan Sukarno sebelum diserahkan ke utusan Soeharto. Ini yang pula yang jadi alasan soal Merah-Putih, Mega sangat emosional. #katakita

 Ide warna bendera Merah-Putih Indonesia sebenarnya sudah ada sejak era Kerajaan Kediri & Majapahit di abad ke-13. 


Kemudian mulai dijadikan simbol perlawanan terhadap Belanda sejak Kongres Pemuda 1928. Dan resmi dikibarkan pada 17 Agustus 1945.



Namun, dibalik kisah soal Bendera Pusaka Merah-Putih yang dijahit Fatmawati ada kisah perjuangan yang tak mudah. 


Di tahun 1944, Sukarno dan Fatmawati telah menjadikan kemerdekaan Indonesia sebagai cita-cita seumur hidup mereka. 


Di era itu, kain berwarna merah sangat sulit didapatkan sementara kain berwarna putih sangat banyak.


Seorang pengusaha Jepang bersimpati pada Ibu Fat kemudian mencarinya dan dapat. Dijahit lalu disimpan. Hingga dikibarkan pada 17 Agustus 1945. 


Pada 1946, Belanda mulai punya keinginan masuk kembali ke Indonesia. Sukarno, Fatmawati dan Guntur yang berusia 2 tahun pindah ke Jogjakarta atas permintaan Sultan Hamengkubuwono IX. Demi keselamatan. 


Bendera itu lalu dititipkan ke orang kepercayaan Sukarno bernama Muntahar agar dibawa ke Jogja demi menghindari razia Belanda. 


Jika dilihat timeline waktu Megawati yang lahir pada 23 Januari 1947, itu adalah tahun Ibu Fat mengandung Mega. Bendera selamat tiba di Jogja. 


Saat Mega berusia 17 tahun, Mega adalah  anggota paskibraka di hari perayaan Proklamasi 17 Agustus 1964. Ia pembawa baki bendera Merah-Putih. 


Tiga tahun setelahnya, di tahun 1967, ketika Soeharto menjabat Pj Presiden situasi politik tak menentu. 


Sukarno saat itu menjadi Tahanan Politik di Wisma Yaso Jakarta. Ibu Fat saat itu ditengah situasi politik tak menentu memilih menyimpan bendera itu dirumah mereka.


Rezim Orde Baru mencari keberadaan bendera itu. Mega lalu diberi tugas oleh ibu Fat untuk membawanya ke tempat Sukarno ditahan. 


Itu jelas tugas berat. Jangankan bendera. Sayur lodeh kiriman Ibu Fat ke Sukarno saja diperiksa ketat. 


Ibu Fat lalu melilitkan bendera itu ke perut Mega. Baju yang dipakai Mega sengaja longgar saat membawa bendera itu.


Ibunya berpesan ke Mega : "bila ditanya kenapa gemuk, bilang lagi hamil muda"


Bendera itupun tiba ke tangan Sukarno sebelum diserahkan ke utusan Soeharto.


Ini yang pula yang jadi alasan soal Merah-Putih, Mega sangat emosional.


#katakita

Sumber : Dedy Sitorus

No comments:

Post a Comment