24 March 2026

Pertemuan antara Presiden Soekarno dan Che Guevara adalah salah satu momen ikonik dalam sejarah diplomasi dunia, yang mempertemukan dua tokoh revolusioner besar dari belahan bumi yang berbeda. Berikut adalah ringkasan kisah pertemuan bersejarah tersebut: 1. Waktu dan Tempat Pertemuan ini terjadi pada Juni 1959 di Jakarta. Che Guevara datang ke Indonesia sebagai bagian dari delegasi resmi Kuba, hanya beberapa bulan setelah kemenangan Revolusi Kuba (Januari 1959). Saat itu, Che menjabat sebagai menteri dan utusan khusus Fidel Castro untuk menjalin hubungan dengan negara-negara Asia dan Afrika. 2. Keakraban yang Tak Terduga Meski berasal dari latar belakang budaya yang sangat berbeda, keduanya langsung merasa cocok. Soekarno menyambut Che dengan sangat hangat. Ada beberapa detail menarik dari interaksi mereka: • Hobi yang Sama: Keduanya dikenal sebagai perokok berat. Dalam beberapa foto, terlihat mereka saling berbagi cerutu (Che dengan cerutu Kuba-nya) dan rokok kretek (favorit Soekarno). • Obrolan Santai: Mereka tidak hanya bicara soal politik formal, tapi juga bercanda. Kabarnya, Che sempat mengagumi koleksi seni Soekarno di Istana. 3. Kesamaan Ideologi Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan seremonial. Ada misi politik yang kuat di baliknya: • Anti-Imperialisme: Keduanya memiliki musuh bersama, yaitu kolonialisme dan imperialisme Barat (NEKOLIM, istilah Soekarno). • Semangat KAA: Che sangat terinspirasi oleh semangat Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 di Bandung. Ia ingin membawa semangat solidaritas bangsa-bangsa selatan tersebut ke Amerika Latin. • Revolusi Mental: Soekarno bercerita tentang konsep Marhaenisme dan revolusi Indonesia, sementara Che berbagi pengalaman gerilya di hutan Sierra Maestra. 4. Dampak Pertemuan • Hubungan Diplomatik: Pertemuan ini menjadi fondasi kuat hubungan diplomatik Indonesia-Kuba. Soekarno kemudian membalas kunjungan tersebut dengan pergi ke Havana pada tahun 1960, di mana ia menjadi kepala negara asing pertama yang mengunjungi Kuba setelah revolusi. • Simbol Perlawanan: Foto-foto mereka yang sedang tertawa bersama menjadi simbol persatuan negara berkembang melawan dominasi kekuatan besar dunia di era Perang Dingin. Fakta Menarik: Saat Soekarno berkunjung ke Kuba tahun 1960, ia menghadiahi Fidel Castro sebuah keris, sementara Castro memberikan seragam militer Kuba kepada Soekarno. Keakraban yang dimulai dari pertemuan dengan Che inilah yang membuat hubungan kedua negara sangat romantis di era 60-an.

 Pertemuan antara Presiden Soekarno dan Che Guevara adalah salah satu momen ikonik dalam sejarah diplomasi dunia, yang mempertemukan dua tokoh revolusioner besar dari belahan bumi yang berbeda.



Berikut adalah ringkasan kisah pertemuan bersejarah tersebut:

1. Waktu dan Tempat

Pertemuan ini terjadi pada Juni 1959 di Jakarta. Che Guevara datang ke Indonesia sebagai bagian dari delegasi resmi Kuba, hanya beberapa bulan setelah kemenangan Revolusi Kuba (Januari 1959). Saat itu, Che menjabat sebagai menteri dan utusan khusus Fidel Castro untuk menjalin hubungan dengan negara-negara Asia dan Afrika.

2. Keakraban yang Tak Terduga

Meski berasal dari latar belakang budaya yang sangat berbeda, keduanya langsung merasa cocok. Soekarno menyambut Che dengan sangat hangat. Ada beberapa detail menarik dari interaksi mereka:

• Hobi yang Sama: Keduanya dikenal sebagai perokok berat. Dalam beberapa foto, terlihat mereka saling berbagi cerutu (Che dengan cerutu Kuba-nya) dan rokok kretek (favorit Soekarno).

• Obrolan Santai: Mereka tidak hanya bicara soal politik formal, tapi juga bercanda. Kabarnya, Che sempat mengagumi koleksi seni Soekarno di Istana.

3. Kesamaan Ideologi

Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan seremonial. Ada misi politik yang kuat di baliknya:

• Anti-Imperialisme: Keduanya memiliki musuh bersama, yaitu kolonialisme dan imperialisme Barat (NEKOLIM, istilah Soekarno).

• Semangat KAA: Che sangat terinspirasi oleh semangat Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 di Bandung. Ia ingin membawa semangat solidaritas bangsa-bangsa selatan tersebut ke Amerika Latin.

• Revolusi Mental: Soekarno bercerita tentang konsep Marhaenisme dan revolusi Indonesia, sementara Che berbagi pengalaman gerilya di hutan Sierra Maestra.

4. Dampak Pertemuan

• Hubungan Diplomatik: Pertemuan ini menjadi fondasi kuat hubungan diplomatik Indonesia-Kuba. Soekarno kemudian membalas kunjungan tersebut dengan pergi ke Havana pada tahun 1960, di mana ia menjadi kepala negara asing pertama yang mengunjungi Kuba setelah revolusi.

• Simbol Perlawanan: Foto-foto mereka yang sedang tertawa bersama menjadi simbol persatuan negara berkembang melawan dominasi kekuatan besar dunia di era Perang Dingin.

Fakta Menarik:

Saat Soekarno berkunjung ke Kuba tahun 1960, ia menghadiahi Fidel Castro sebuah keris, sementara Castro memberikan seragam militer Kuba kepada Soekarno. Keakraban yang dimulai dari pertemuan dengan Che inilah yang membuat hubungan kedua negara sangat romantis di era 60-an.

No comments:

Post a Comment