15 March 2026

Catatan Pribadi Truman Tahun 1947 Ungkap Pandangan Keras terhadap Yahudi: "Sangat, Sangat Egois" Sebuah catatan tulisan tangan milik Presiden Amerika Serikat ke-33, Harry S. Truman, yang baru terungkap ke publik menunjukkan pandangan keras sang presiden terhadap orang Yahudi. Dalam catatan bertanggal 21 Juli 1947 tersebut, Truman menulis bahwa orang Yahudi "sangat, sangat egois" dan ketika memiliki kekuasaan, kekejaman mereka "tidak kalah dengan Hitler atau Stalin". Catatan yang ditemukan di Perpustakaan Truman di Independence, Missouri, ini ditulis di bagian belakang sebuah buku berjudul The Real Estate Board of New York, Inc., Diary and Manual 1947. Dokumen tersebut luput dari perhatian selama hampir empat dekade sejak disumbangkan pada tahun 1965, hingga seorang pustakawan menemukannya secara tidak sengaja saat sedang merapikan rak buku. Menurut arsip yang dirilis oleh National Archives, catatan tersebut ditulis setelah Truman menerima telepon dari Henry Morgenthau Jr., mantan Menteri Keuangan yang menjabat di bawah pemerintahan Franklin D. Roosevelt. Morgenthau, yang merupakan seorang Yahudi, menelepon Truman dalam kapasitasnya sebagai ketua United Jewish Appeal untuk membahas nasib kapal pengungsi Yahudi di Palestina . Saat itu, dunia baru saja menyaksikan insiden kapal Exodus 1947 yang membawa 4.500 pengungsi Yahudi korban Holocaust. Kapal tersebut dicegat oleh tentara Inggris di perairan Palestina, dan para pengungsi termasuk seribu anak-anak dipaksa kembali ke Eropa, tempat di mana mereka baru saja mengalami pembantaian sistematis . Truman jelas merasa terganggu dengan intervensi tersebut. "Dia sama sekali tidak berhak menelepon saya. Orang Yahudi tidak memiliki rasa proporsional, juga tidak memiliki penilaian apa pun tentang urusan dunia" tulis Truman dalam diarinya. Dalam entri sepanjang tiga halaman tersebut, Truman menuliskan kalimat yang hingga kini masih mengejutkan para sejarawan: "Orang-orang Yahudi, menurut saya, sangat, sangat egois. Mereka tidak peduli berapa banyak orang Estonia, Latvia, Finlandia, Polandia, Yugoslavia, atau Yunani yang dibunuh atau dianiaya sebagai pengungsi, selama orang Yahudi mendapat perlakuan khusus. Namun ketika mereka memiliki kekuasaan, baik fisik, finansial, maupun politik, baik Hitler maupun Stalin tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka dalam hal kekejaman atau penganiayaan terhadap kaum yang tertindas" . Truman kemudian menambahkan refleksi yang lebih filosofis: "Tempatkan seorang yang tertindas di atas, dan tidak ada bedanya apakah namanya Rusia, Yahudi, Negro, Manajemen, Buruh, Mormon, Baptis ia akan menjadi kacau. Saya menemukan sangat, sangat sedikit yang mengingat kondisi masa lalu mereka ketika kemakmuran datang". Kontradiksi dengan Kebijakan Resmi Penemuan ini mengejutkan banyak pihak karena Truman selama ini dikenal sebagai presiden yang pada Mei 1948 kurang dari setahun setelah catatan itu ditulis menjadi pemimpin dunia pertama yang mengakui kedaulatan Negara Israel. Ia juga dikenal membantu pengungsi Yahudi pasca-Perang Dunia II . Sara Bloomfield, direktur Museum Peringatan Holocaust Amerika Serikat, mengaku terkejut dengan temuan ini. "Itu benar-benar mengejutkan saya karena apa yang saya ketahui tentang catatan Truman. Simpati Truman terhadap penderitaan orang Yahudi sangat jelas terlihat," ujarnya kepada Washington Post . Sejarawan mencatat bahwa meskipun Truman menggunakan bahasa yang keras, tindakannya justru menunjukkan dukungan nyata terhadap pembentukan rumah bagi orang Yahudi. Robert Morgenthau, putra Henry Morgenthau yang merupakan Jaksa Agung Manhattan, ketika ditanya tentang catatan kemarahan Truman tersebut, hanya mengatakan, "Saya senang ayah saya melakukan panggilan itu". Konteks Lebih Luas Dalam diari yang sama, Truman juga mencatat berbagai peristiwa penting tahun 1947, termasuk kematian ibunya, diagnosis penyakit jantung, serta upayanya membujuk Jenderal Dwight Eisenhower untuk maju sebagai calon presiden dari Partai Demokrat dengan Truman sebagai calon wakil presiden sebuah upaya untuk menghalangi Jenderal Douglas MacArthur yang saat itu dianggap akan mencalonkan diri dari Partai Republik . Para ahli menekankan bahwa catatan pribadi presiden tidak selalu mencerminkan kebijakan publik. Seperti halnya Thomas Jefferson dan Richard Nixon yang juga tercatat memiliki pandangan pribadi negatif terhadap Yahudi namun tetap menjalankan kebijakan yang melindungi hak-hak mereka, Truman dinilai mampu memisahkan opini pribadi dari tanggung jawab kenegaraan . Perpustakaan Truman kini menempatkan dokumen tersebut sebagai salah satu temuan terpenting dalam dua dekade terakhir, memberikan wawasan langka tentang pemikiran pribadi seorang presiden di tengah tekanan internasional pasca-Perang Dunia II . #yahudi #israel #amerika #truman #zionis ✍🏻 IndepthNTB

 Catatan Pribadi Truman Tahun 1947 Ungkap Pandangan Keras terhadap Yahudi: "Sangat, Sangat Egois"



Sebuah catatan tulisan tangan milik Presiden Amerika Serikat ke-33, Harry S. Truman, yang baru terungkap ke publik menunjukkan pandangan keras sang presiden terhadap orang Yahudi. Dalam catatan bertanggal 21 Juli 1947 tersebut, Truman menulis bahwa orang Yahudi "sangat, sangat egois" dan ketika memiliki kekuasaan, kekejaman mereka "tidak kalah dengan Hitler atau Stalin".


Catatan yang ditemukan di Perpustakaan Truman di Independence, Missouri, ini ditulis di bagian belakang sebuah buku berjudul The Real Estate Board of New York, Inc., Diary and Manual 1947. Dokumen tersebut luput dari perhatian selama hampir empat dekade sejak disumbangkan pada tahun 1965, hingga seorang pustakawan menemukannya secara tidak sengaja saat sedang merapikan rak buku.


Menurut arsip yang dirilis oleh National Archives, catatan tersebut ditulis setelah Truman menerima telepon dari Henry Morgenthau Jr., mantan Menteri Keuangan yang menjabat di bawah pemerintahan Franklin D. Roosevelt. Morgenthau, yang merupakan seorang Yahudi, menelepon Truman dalam kapasitasnya sebagai ketua United Jewish Appeal untuk membahas nasib kapal pengungsi Yahudi di Palestina .


Saat itu, dunia baru saja menyaksikan insiden kapal Exodus 1947 yang membawa 4.500 pengungsi Yahudi korban Holocaust. Kapal tersebut dicegat oleh tentara Inggris di perairan Palestina, dan para pengungsi termasuk seribu anak-anak dipaksa kembali ke Eropa, tempat di mana mereka baru saja mengalami pembantaian sistematis .


Truman jelas merasa terganggu dengan intervensi tersebut. "Dia sama sekali tidak berhak menelepon saya. Orang Yahudi tidak memiliki rasa proporsional, juga tidak memiliki penilaian apa pun tentang urusan dunia" tulis Truman dalam diarinya.


Dalam entri sepanjang tiga halaman tersebut, Truman menuliskan kalimat yang hingga kini masih mengejutkan para sejarawan:


"Orang-orang Yahudi, menurut saya, sangat, sangat egois. Mereka tidak peduli berapa banyak orang Estonia, Latvia, Finlandia, Polandia, Yugoslavia, atau Yunani yang dibunuh atau dianiaya sebagai pengungsi, selama orang Yahudi mendapat perlakuan khusus. Namun ketika mereka memiliki kekuasaan, baik fisik, finansial, maupun politik, baik Hitler maupun Stalin tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka dalam hal kekejaman atau penganiayaan terhadap kaum yang tertindas" .


Truman kemudian menambahkan refleksi yang lebih filosofis: "Tempatkan seorang yang tertindas di atas, dan tidak ada bedanya apakah namanya Rusia, Yahudi, Negro, Manajemen, Buruh, Mormon, Baptis ia akan menjadi kacau. Saya menemukan sangat, sangat sedikit yang mengingat kondisi masa lalu mereka ketika kemakmuran datang".


Kontradiksi dengan Kebijakan Resmi


Penemuan ini mengejutkan banyak pihak karena Truman selama ini dikenal sebagai presiden yang pada Mei 1948 kurang dari setahun setelah catatan itu ditulis menjadi pemimpin dunia pertama yang mengakui kedaulatan Negara Israel. Ia juga dikenal membantu pengungsi Yahudi pasca-Perang Dunia II .


Sara Bloomfield, direktur Museum Peringatan Holocaust Amerika Serikat, mengaku terkejut dengan temuan ini. "Itu benar-benar mengejutkan saya karena apa yang saya ketahui tentang catatan Truman. Simpati Truman terhadap penderitaan orang Yahudi sangat jelas terlihat," ujarnya kepada Washington Post .


Sejarawan mencatat bahwa meskipun Truman menggunakan bahasa yang keras, tindakannya justru menunjukkan dukungan nyata terhadap pembentukan rumah bagi orang Yahudi. Robert Morgenthau, putra Henry Morgenthau yang merupakan Jaksa Agung Manhattan, ketika ditanya tentang catatan kemarahan Truman tersebut, hanya mengatakan, "Saya senang ayah saya melakukan panggilan itu".


Konteks Lebih Luas


Dalam diari yang sama, Truman juga mencatat berbagai peristiwa penting tahun 1947, termasuk kematian ibunya, diagnosis penyakit jantung, serta upayanya membujuk Jenderal Dwight Eisenhower untuk maju sebagai calon presiden dari Partai Demokrat dengan Truman sebagai calon wakil presiden sebuah upaya untuk menghalangi Jenderal Douglas MacArthur yang saat itu dianggap akan mencalonkan diri dari Partai Republik .


Para ahli menekankan bahwa catatan pribadi presiden tidak selalu mencerminkan kebijakan publik. Seperti halnya Thomas Jefferson dan Richard Nixon yang juga tercatat memiliki pandangan pribadi negatif terhadap Yahudi namun tetap menjalankan kebijakan yang melindungi hak-hak mereka, Truman dinilai mampu memisahkan opini pribadi dari tanggung jawab kenegaraan .


Perpustakaan Truman kini menempatkan dokumen tersebut sebagai salah satu temuan terpenting dalam dua dekade terakhir, memberikan wawasan langka tentang pemikiran pribadi seorang presiden di tengah tekanan internasional pasca-Perang Dunia II .


#yahudi #israel #amerika #truman #zionis

Sumber : Ulum Samudra

✍🏻 IndepthNTB

No comments:

Post a Comment