MENGINGAT :
1. Adanya, Sabda, Dawuh, Petunjuk dari MAHA SUCI yang diberi kan kepada ROMO SEMONO SASTROHADIJOYO Pada :
-Tanggal : 14 November 1955
- Jam : 6.05
- Hari : Senin Pahing
- Di : Surabya -Jawa Timur - INDONESIA.
Yang bunyinya :
- Angger PUTRANINGSUN, Jenengsira INGSUN paringi PURBAWASESAN INGSUN
- PANJENENGANINGSUN Iki MAHA SUCI
- Jeneng sira INGSUN AGEMI ; INGSUN PIJI; dadia PUTRANINGSUNG Kang SEJATI
- Kanggo Anandukake KARDI ya KARSANINGSUN, ANGGELAR " JAGAD ANYAR" ana ing ALAM NDONYAKENE.
Maksudnya adalah :
MAHA SUCI memberikan amanat kepada ROMO SASTROHADIJOYO.
Pada HAKEKATNYA yang menerima AMANAT tersebut adalah PUTRO.
Dalam hal ini ROMO SEMONO SASTROHADIJOYO sudah mewujudkan sebagai perwujudan PUTRO.
Dengan adanya Sabda dari MAHA SUCI yang bunyinya ;
" Kamu SAYA gunakan ; SAYA pakai ; Kamu satu satunya yang SAYA tunjuk dan SAYA pilih. Jadilah PUTRO KU yang SEJATI, untuk menggelar kan JAGAD ANYAR, di Dunia ini",
Yang dimaksud PUTRO adalah :
- PUT mempunyai arti sebagai LINIMPUTAN atau DILIPUTI atau DIPENUHI.
- RO mempunyai arti sebagai ROSO.
Jadi PUTRO berarti sebagai : LINIMPUTAN ROSO atau DILIPUTI ROSO atau DIPENUHI ROSO.
Dengan demikan perwujudan dari tubuh MANUSIA tersebut sudah merupakan ROSO.
ROSO ini merupakan perwujudan suatu pegelaran yang disebut ROSO SEJATI SEJATINE ROSO ; yang tergelar di seluruh tubuh.
ROSO ini merupakan UNSUR URIP yang ke TIGA.
Sabda ROMO SEMONO, perwujudan dari ROSO SEJATI SEJATINE ROSO tersebut sudah TUNGGAL dengan ROSO SEJATI SEJATINE ROSO yang tergelar di ALAM SEMSTA ini. Dan perwujudannya sebagi TIRTO SUCI KAMANDANU.
oleh sebab itu ROMO SEMONO mempunyai ASMO sebagai HERUCOKRO.
Dengan demikian ROMO HERUCOKRO SEMONO, juga merupakan perwujudan dari URIP SEJATI SEJATINE URIP, hal ini berarti bahwa ROMO HERUCOKRO SEMONO sudah TUNGGAL dengan perwujudan URIP SEJATI SEJATINE URIP yang ada di ALAM SEMESTA yang berarti juga bahwa ROMO SEMONO SASTROHADIJOYO sudah TUNGGAL dengan ALAM SEMESTA, yang berarti juga sudah TUNGGAL dengan MAHA SUCI.
Jadi arti dari " diagemi" atau digunakan adalah merupakan peristiwa : Manunggalnya MAHA SUCI dengan ROMO SEMONO..
Jadi pengertian dari PUTRO, adalah bukan berarti sebagai ANAK.
Demikian juga yang melaksanakan " menggelar JAGAD ANYAR " adalah bukan ROMO SEMONO sendiri, melainkan dilaksanakan oleh MAHA SUCI sendiri,
Adapun pengertian dari " JAGAD ANYAR " adalah :
Sistim kerja dari Angen-Angen; Budi Pekerti; dan Panca Indera TIDAK LAGI DIAKTIFKAN OLEH NAFSU melainkan oleh URIP SEJATI.
PENTINGNYA PELESTARIAN ;
- KUNCI ; PAWELING ; SINGKIR ; ASMO ; MIJIL.
- Dawuh ; Pangandika ; Wulang Wuruk atau Ajaran, yang telah diberikan oleh ROMO HERUCOKRO SEMONO.
DIdalam hal ini, sebetulnya ROMO HERUCOKRO SEMONO, tidak pernah mengadakan secara khusus, bentuk suatu ajaran yang diberikan kepada para Putro.
Yang saya maksud dengan ajaran, seperti apa yang telah saya sebutkan di atas, adalah merupakan suatu hasil wawancara atau Pangandikan atau pembicaraan atau nasehat atau penjabaran dari KUNCI ; PAWELING ; SINGKIR ; ASMO ; MIJIL dan PANGOLAH PANGERENGGO, yang diberikan secara langsung oleh ROMO HERUCOKRO SEMONO kepada kadhang dan saya sendiri.
Sedangkan paringan atau yang diberikan dari ROMO HERUCOKRO SEMONO, yang berupa ; KUNCI ; PAWELING ; SINGKIR ; ASMO ; MIJIL, adalah bukan bentuk suatu Ajaran, bukan pula suatu amalah atau Doa atau rapal.
Melainkan suatu "SARANA" untuk melaksanakan " LAKU MANUNGGAL Kinantenan sarwo MIJIL ".
Yang dimaksud dengan PANGOLAH PANGRENGGO adalah :
Suatu sistim atau cara, untuk memudahkan tercapainya di dalam usaha
" LAKU MANUNGGAL Kinantenan sarwo MIJIL. "
Dari : Parsaktian

No comments:
Post a Comment