15 March 2026

Pada 14 Maret 1957, kabinet Ali Sastroamidjojo II jatuh. Kabinet ini mendapatkan mandat pada 20 Maret 1956 yang merupakan koalisi antara PNI, Masyumi dan NU. Kejatuhannya tidak terlepas dari berbagai pergolakan di daerah yang dipimpin oleh beberapa Jenderal Angkatan Darat. Pergolakan tersebut kemudian berkembang menjadi pemberontakan yang selain didukung oleh Imperialis AS juga didukung oleh Masyumi dan PSI. Kabinet Ali Sastroamidjojo II mengambil sikap tegas terhadap pemberontakan tersebut. Masyumi kemudian mengajukan mosi tidak percaya terhadap Kabinet. Pada 21 Januari 1957, Masyumi menarik seluruh menterinya dari Kabinet dan Kabinet juga kehilangan 57 suara di DPR. Sukarno sendiri sudah menyampaikan dalam pidato mengenai “Konsepsi Presiden” bahwa Demokrasi Parlementer tidak cocok untuk Indonesia. Melipat Ganda, Membakar Tirani! #momentumsejarah #arahjuang http://linktr.ee/arahjuang

 Pada 14 Maret 1957, kabinet Ali Sastroamidjojo II jatuh. Kabinet ini mendapatkan mandat pada 20 Maret 1956 yang merupakan koalisi antara PNI, Masyumi dan NU. Kejatuhannya tidak terlepas dari berbagai pergolakan di daerah yang dipimpin oleh beberapa Jenderal Angkatan Darat. Pergolakan tersebut kemudian berkembang menjadi pemberontakan yang selain didukung oleh Imperialis AS juga didukung oleh Masyumi dan PSI.


Kabinet Ali Sastroamidjojo II mengambil sikap tegas terhadap pemberontakan tersebut. Masyumi kemudian mengajukan mosi tidak percaya terhadap Kabinet. Pada 21 Januari 1957, Masyumi menarik seluruh menterinya dari Kabinet dan Kabinet juga kehilangan 57 suara di DPR. Sukarno sendiri sudah menyampaikan dalam pidato mengenai “Konsepsi Presiden” bahwa Demokrasi Parlementer tidak cocok untuk Indonesia. 


Melipat Ganda, Membakar Tirani! 

#momentumsejarah

#arahjuang



http://linktr.ee/arahjuang

No comments:

Post a Comment