Ogah disetir Belanda, Mangkunegara VI pun mengundurkan diri dan pindah ke Surabaya
Dia memang tak sepopuler penguasa-penguasa sebelumnya seperti Mangkunegara I dan Mangkunegara IV, tapi Mangkunegara VI punya peran sentral dalam mereformasi kondisi ekonomi Kadipaten Mangkunegaran. Dia juga sosok berwatak keras, terbukti dengan keputusannya mundur sebagai adipati Pura Mangkunegaran karena ogah disetir oleh Belanda.
Mangkunegara VI lahir dengan nama RM Suyitno atau KPA Dayaningrat. Dia adalah adik KGPAA Mangkunegara V dan naik takhta menggantikan kakaknya pada 1896-1916 dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara VI.
Saat naik takhta, usianya 40 tahun. Jika sang kakak sangat giat membangun kesenian, Mangkunegara VI adalah sosok yang sangat fokus pada keuangan dan kondisi ekonomi kerajaan. Kas kerajaan yang sebelumnya hampir kosong, gemuk lagi setelah Mangkunegara VI berkuasa.
Yang dia lakukan adalah efisiensi, menyingkirkan segala macam kebutuhan yang tidak terlalu utama tapi sangat mengisap keuangan. Pada masa Mangkunegara VI ini, utang kerajaan yang ditinggalkan pendahulunya dapat dilunasi.
Mangkunegara VI juga mereformasi banyak hal, termasuk fesyen. Di antaranya, dia mempelopori model rambut pendek dengan memotong rambutnya sendiri serta mewajibkan semua pejabat serta kawula untuk tidak memanjangkan rambut, terutama bagi laki-laki.
Secara garis besar, kebijakan-kebijakannya sangat anti-Blanda. Tapi sayang, pemerintahannya berakhir dengan tragis.
Sejatinya, dia berkehendak menjadikan putranya, KPA Seojono Handajaningrat sebagai penerusnya, tapi diveto oleh kelompok kerabat Pangeran dan pihak Belanda. Karena itulah dia mengundurkan diri dan memutuskan pindah ke Surabaya.
Mangkunegara VI adalah putra Mangkunegara IV yang dikenal sebagai raja terkaya di Pulau Jawa pada zamannya. Meski begitu, kata sejarawan UI Bondan Kanumoyoso, dia memiliki sikap hidup yang efisien, sederhana, dan tidak suka foya-foya.
Mangkunegara VI wafat pada 25 Juni 1928 saat berusia 71 tahun. Dia tak dimakamkan di Astana Mangadeg atau Astana Girilayu sebagaimana raja-raja Mangkunegaran yang lain, tapi di Astana Oetara Nayu.
Baca artikel selengkapnya di sini https://intisari.grid.id/read/034360214/mangkunegara-vi-raja-reformis-yang-mengundurkan-diri-karena-ogah-disetir-belanda
#MangkunegaraVI #mangkunegaran

No comments:
Post a Comment