Krama Desa bermaksud mengkramakan nama tempat agar "dirasakan" setingkat dengan langgam bahasa.
Kebiasaan ini ternyata pernah pada suatu waktu menjadi "norm" terutama dalam persuratan antara raja dengan pemerintah kolonial, kadang dalam tulisan sastra penggantian nama juga dipakai agar nyambung dengan guru lagu (rima) di akhir tembang macapat.
Contohnya
Mataram - Mentaram - Mentawis
Yogya - Ngayuja - Ngayukya
Di Yogya, orang mengkramakan nama tempat seperti :
Wonosari - Wonosantun
Gunung Kidul - Redi Kidul, Dhaksinarga
Kulon Progo - Kilen Pragi
Nama Bregada
Ketanggung - Ketanggel
Patangpuluh - Kawandasa
Lombok Abrit
Pada pandangan sebagian ahli bahasa tindakan ini tidak perlu, tetapi tradisi lama ini setidaknya telah tertulis dalam surat2 raja, babad dan karya sastra.
Pendapat anda bagaimana ?
Berikut nama2 wilayah dalam arsip British Library, beserta nama asal tempat yg disebutkan sesuai nama yg ditulis dalam surat dan beberapa memakai krama desa.
========
Cuci gudang buku sejarah
https://s.shopee.co.id/4LDu7XhVLU?share_channel_code=1

No comments:
Post a Comment