Saat terjadi perang perebutan tahta di lingkungan Keraton Kasultanan Mataram yang beribukota di Kartasura di awal tahun 1700-an antara Amangkurat III melawan Pangeran Puger, saat itu yang menjabat sebagai Bupati Semarang adalah Kyai Mertonoyo (keturunan Pandanaran) dan bergelar Kyai Tumenggung Yudonegoro (1674-1713).
Dia saat itu berada di kubu Pangeran Puger dan akhirnya perang saudara tersebut dimenangkan oleh Pangeran Puger.
Karena ikut berjasa dalam memperjuangkan Pangeran Puger dalam meraih tahta, lalu Pangeran Puger (Sri Susuhunan Pakubuwono I)
mengangkat Bupati Semarang Kyai Tumenggung Yudonegoro menjadi seorang ADIPATI dan nama atau gelar yang disandangnya berubah menjadi Kyai Adipati Surohadimenggolo I.
Dari keraton dia juga menerima benda-benda pusaka sebagai tanda kebesaran berupa empat bilah keris, dua laras meriam, enam puluh pucuk senjata api, seratus dua puluh bilah pedang, dan gamelan sebanyak lima rakit atau lima set/perangkat.
Selain itu dia juga menerima pemberian berupa tanah sebagai daerah kekuasaannya yakni daerah sepanjang jalan Semarang-Salatiga yang meliputi sebanyak dua ribu desa.
Benda-benda pusaka milik Kadipaten Semarang zaman dulu pemberian Pangeran Puger (Sri Susuhunan Pakubuwono I) dari Keraton Kasultanan Mataram tersebut sekarang berada atau tersimpan di mana ya?

No comments:
Post a Comment