Olga dari Kyiv diakui sebagai salah satu tokoh perempuan paling berpengaruh sekaligus paling ditakuti dalam sejarah awal Kievan Rus. Kisah kelamnya bermula ketika sang suami, Pangeran Igor—putra dari Rurik sang pendiri dinasti—tewas mengenaskan. Igor ditangkap dan dibvnuh secara kejam oleh suku Drevlians pada tahun 945 M akibat perselisihan upeti.
Tubuh Igor diik4t pada dua pohon yang dibengkokkan, dan saat tali dilepas, tvbuh sang pangeran terbel4h menjadi dua bagian.
Situasi semakin memanas ketika suku Drevlians justru mengirim 20 utusan untuk melamarnya agar pemimpin mereka, Pangeran Mal, bisa merebut takhta Kievan Rus.
Sambil memegang kendali takhta sebagai wali bagi putranya yang masih kecil, Sviatoslav I, Olga merancang serangkaian aksi balas dend4m ekstrem yang tercatat dalam kronik abad pertengahan (Kisah tahun-tahun lampau).
Bukannya tunduk pada pemaksaan nikah tersebut, Olga melancarkan empat tahap pemb4ntaian psikologis yang sangat kej4m:
1. Dikvbur Hidup-hidup: Olga berpura-pura menyambut 20 utusan pertama dengan meminta mereka tetap berada di dalam perahu sebagai tanda kehormatan. Perahu tersebut kemudian diangkat dan langsung dilemp4rkan ke dalam lubang dalam yang sudah disiapkan, lalu mereka dikvbur hidup-hidup.
2. Dijebak di Rumah Pemandian: Olga meminta suku Drevlians mengirimkan orang-orang paling mulia dan bangsawan mereka ke Kiev. Setibanya di sana, mereka diminta membersihkan diri di rumah pemandian (banya : Rusia). Saat mereka di dalam, pintu dikunci rapat dan rumah pemandian itu dib4kar habis.
3. Pemb4ntaian Massal Saat Pesta:Olga pergi ke tanah Drevlians dengan alasan ingin menggelar pesta pemakaman tradisi Slavia (trizna) di atas makam suaminya. Ketika ribuan orang Drevlians mabuk berat akibat jamuan, pasukan Olga langsung memb4ntai mereka tanpa ampun.
4. Teror Burung Berapi:Puncaknya terjadi pada tahun 946 M saat mengepung kota Iskorosten. Olga meminta upeti damai yang tampak ringan: tiga ekor merpati dan tiga ekor burung pipit dari setiap rumah. Setelah burung diserahkan, pasukan Olga mengikatkan kain berbahan belerang yang menyala pada kaki burung-burung tersebut. Saat burung-burung itu terbang kembali ke sarangnya di atap jerami, seluruh kota langsung membvmihangus dalam sekejap.
Meski beberapa taktik mengerikan ini diduga mendapat bumbu legenda seiring berjalannya waktu, dokumen sejarah dari Kekaisaran Bizantium membenarkan fakta kelam ini: Pangeran Igor memang dibunvh secara sadis, dan Ratu Olga benar-benar memimpin penump4san pemberontakan tersebut dengan tangan besi yang tak kenal ampun
Kisah nyata Ratu Olga yang sangat ekstrem ini diakui menjadi salah satu inspirasi utama bagi George R.R. Martin dalam menulis saga Game of Thrones. Taktik Olga menjebak musuh di pesta pemakaman sangat mirip dengan tragedi berd4rah The Red Wedding.
Selain itu, aksi ekstremnya memb4kar musuh di rumah pemandian dan membumihanguskan kota dengan burung berapi mencerminkan bagaimana Cersei Lannister dan Daenerys Targaryen menghancvrkan musuh-musuh mereka dengan api.
Di balik sejarahnya yang penuh d4rah, tindakan keras ini merupakan langkah politik demi mengamankan takhta anaknya dari perebutan kekuasaan. Setelah menstabilkan kerajaan, Olga menjadi bangsawan pertama di Rus yang memeluk agama Kristen. Atas perannya menyebarkan iman Kristen, Ratu Olga dikanonisasi oleh Gereja Ortodoks sebagai orang suci (Santa Olga) dengan gelar tertinggi.
#sejarah #ratuolga #santaolga #kievanrus #balasdend4m #gameofthrones #historyfacts

No comments:
Post a Comment