14 July 2026

PETA NEGARA TJIANDJOER: GAMBARAN AWAL TATA KOTA CIANJUR PADA MASA HINDIA BELANDA Gambar ini merupakan peta kuno "Plan der Negorij Tjiandjoer", yang berarti "Rencana atau Denah Negeri Cianjur". Peta ini dibuat pada masa pemerintahan Hindia Belanda sebagai bagian dari dokumentasi administrasi wilayah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Di dalamnya terlihat tata letak pusat pemerintahan, jalan-jalan utama, sungai, permukiman, serta bangunan-bangunan penting yang menjadi pusat aktivitas masyarakat dan pemerintahan pada masa itu. Peta seperti ini digunakan oleh pemerintah kolonial untuk keperluan administrasi, perpajakan, pembangunan infrastruktur, hingga pengawasan wilayah. Beberapa keterangan pada legenda peta masih menggunakan bahasa Belanda, antara lain: Plan der Negorij Tjiandjoer = Denah atau Rencana Negeri Cianjur. Residentiehuis = Rumah Residen (kediaman pejabat Residen Belanda). Regentswoning = Rumah Bupati. Woning van den Regent = Kediaman Bupati. Tjimanoek/Tji… = Nama sungai atau aliran air di sekitar wilayah tersebut. Moskee = Masjid. Pendopo = Balai atau pendopo pemerintahan Bupati. Alun-alun = Lapangan utama pusat kota. Keterangan tulisan tangan di bagian bawah menjelaskan bahwa peta tersebut disusun berdasarkan pengukuran lapangan dan menunjukkan posisi bangunan pemerintahan serta batas-batas wilayah Cianjur pada saat itu. Karena menggunakan ejaan lama Belanda dan tulisan tangan abad ke-19, sebagian kalimat sulit dibaca secara utuh. Namun secara keseluruhan, dokumen ini merupakan arsip penting yang memperlihatkan bagaimana pusat Kota Cianjur dirancang dan dikelola pada masa kolonial. Sumber: Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Koleksi Peta Hindia Belanda, Plan der Negorij Tjiandjoer. ( FB Sejarah Cirebon)

 PETA NEGARA TJIANDJOER: GAMBARAN AWAL TATA KOTA CIANJUR PADA MASA HINDIA BELANDA



Gambar ini merupakan peta kuno "Plan der Negorij Tjiandjoer", yang berarti "Rencana atau Denah Negeri Cianjur". Peta ini dibuat pada masa pemerintahan Hindia Belanda sebagai bagian dari dokumentasi administrasi wilayah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Di dalamnya terlihat tata letak pusat pemerintahan, jalan-jalan utama, sungai, permukiman, serta bangunan-bangunan penting yang menjadi pusat aktivitas masyarakat dan pemerintahan pada masa itu. Peta seperti ini digunakan oleh pemerintah kolonial untuk keperluan administrasi, perpajakan, pembangunan infrastruktur, hingga pengawasan wilayah.


Beberapa keterangan pada legenda peta masih menggunakan bahasa Belanda, antara lain:


Plan der Negorij Tjiandjoer = Denah atau Rencana Negeri Cianjur.


Residentiehuis = Rumah Residen (kediaman pejabat Residen Belanda).


Regentswoning = Rumah Bupati.


Woning van den Regent = Kediaman Bupati.


Tjimanoek/Tji… = Nama sungai atau aliran air di sekitar wilayah tersebut.


Moskee = Masjid.


Pendopo = Balai atau pendopo pemerintahan Bupati.


Alun-alun = Lapangan utama pusat kota.


Keterangan tulisan tangan di bagian bawah menjelaskan bahwa peta tersebut disusun berdasarkan pengukuran lapangan dan menunjukkan posisi bangunan pemerintahan serta batas-batas wilayah Cianjur pada saat itu. Karena menggunakan ejaan lama Belanda dan tulisan tangan abad ke-19, sebagian kalimat sulit dibaca secara utuh. Namun secara keseluruhan, dokumen ini merupakan arsip penting yang memperlihatkan bagaimana pusat Kota Cianjur dirancang dan dikelola pada masa kolonial.


Sumber: 

Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Koleksi Peta Hindia Belanda, Plan der Negorij Tjiandjoer.

( FB Sejarah Cirebon)

No comments:

Post a Comment