24 July 2026

💐Kisah asmara Istri ke-5 Bung Karno dan Kartini Manoppo, merupakan salah satu sejarah romansa paling unik karena berawal dari sebuah karya seni. Berikut adalah linimasa sejarah pertemuan hingga pernikahan mereka : 1. Terpikat Melalui Lukisan "Lady with Kebaya" ✍🏻 Sejarah ini bermula ketika maestro pelukis Indonesia, Basoeki Abdullah, menggelar sebuah pameran lukisan. Sebagai seorang pencinta seni tingkat tinggi, Presiden Soekarno hadir untuk menikmati karya-karya tersebut. Langkah Bung Karno terhenti di depan sebuah lukisan cat minyak berukuran 113 cm x 76 cm yang berjudul Lady with Kebaya. Bung Karno langsung terpana dan jatuh hati melihat kecantikan luar biasa dari sosok wanita yang ada di dalam lukisan tersebut. Beliau langsung bertanya kepada Basoeki Abdullah mengenai identitas sang model dan meminta alamatnya. Wanita di lukisan itu tidak lain adalah Kartini Manoppo. 2. Pertemuan di Angkasa Sebelum Bung Karno mencari tahu lebih dalam, takdir ternyata mempertemukan mereka di udara pada tahun 1958. Saat Bung Karno menumpang pesawat Garuda Indonesia untuk kunjungan dinas, Kartini Manoppo sedang bertugas sebagai pramugari di penerbangan tersebut. Mengetahui bahwa Kartini adalah wanita yang ada di dalam lukisan Basoeki Abdullah, Bung Karno langsung memberikan perhatian khusus. Tidak lama setelah itu, Kartini ditarik untuk bergabung menjadi pramugari tetap di pesawat kepresidenan bernama Dolok Martimbang. Sejak saat itu, Kartini hampir tidak pernah absen mendampingi penerbangan dinas Bung Karno, baik di dalam maupun ke luar negeri. 3. Tugas ke Amerika & Lamaran Bung Karno Pada September 1959, Kartini yang saat itu berusia 26 tahun diutus oleh pemerintah sebagai wakil Indonesia dalam ajang Pacific Festival di San Francisco, Amerika Serikat, untuk mempromosikan pakaian tradisional Nusantara. Sekembalinya dari Amerika Serikat, Bung Karno yang sudah sangat terpikat langsung melamar gadis bangsawan asal Sulawesi Utara tersebut. Mereka kemudian menikah secara tertutup pada tahun 1959. 4. Akhir Kisah yang Sunyi Setelah resmi menikah, Bung Karno memfasilitasi Kartini sebuah rumah di Jalan Panarukan No. 21, Jakarta. Namun, karena situasi politik Indonesia yang bergejolak pada pertengahan era 1960-an, Kartini yang sedang mengandung diungsikan ke Jerman demi keselamatannya. Di sanalah ia melahirkan putra mereka, Totok Suryawan Soekarnoputra, pada tahun 1967. Ketika terjadi pergantian kekuasaan, rumah kediaman mereka disita oleh pemerintah baru. Kartini tidak menuntut harta warisan apa pun dari Bung Karno, kecuali secarik surat wasiat dari sang proklamator yang meminta agar anak mereka diberi nama "Suriawan". Kartini memilih menutup diri dari publik hingga wafatnya di Jakarta pada tahun 1990. 🪦 Kartini Manoppo dimakamkan di pemakaman keluarga di Kelurahan Kotabangon, Kecamatan Kotamobagu Timur, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara. #KartiniManoppo #Soekarno #SejarahIndonesia #LadyWithKebaya #PramugariGaruda #BasoekiAbdullah #RomansaSejarah

 💐Kisah asmara Istri ke-5 Bung Karno dan Kartini Manoppo, merupakan salah satu sejarah romansa paling unik karena berawal dari sebuah karya seni.



Berikut adalah linimasa sejarah pertemuan hingga pernikahan mereka :


1. Terpikat Melalui Lukisan "Lady with Kebaya"


✍🏻 Sejarah ini bermula ketika maestro pelukis Indonesia, Basoeki Abdullah, menggelar sebuah pameran lukisan. Sebagai seorang pencinta seni tingkat tinggi, Presiden Soekarno hadir untuk menikmati karya-karya tersebut.


Langkah Bung Karno terhenti di depan sebuah lukisan cat minyak berukuran 113 cm x 76 cm yang berjudul Lady with Kebaya. Bung Karno langsung terpana dan jatuh hati melihat kecantikan luar biasa dari sosok wanita yang ada di dalam lukisan tersebut. Beliau langsung bertanya kepada Basoeki Abdullah mengenai identitas sang model dan meminta alamatnya. Wanita di lukisan itu tidak lain adalah Kartini Manoppo.


2. Pertemuan di Angkasa


Sebelum Bung Karno mencari tahu lebih dalam, takdir ternyata mempertemukan mereka di udara pada tahun 1958. Saat Bung Karno menumpang pesawat Garuda Indonesia untuk kunjungan dinas, Kartini Manoppo sedang bertugas sebagai pramugari di penerbangan tersebut.


Mengetahui bahwa Kartini adalah wanita yang ada di dalam lukisan Basoeki Abdullah, Bung Karno langsung memberikan perhatian khusus. Tidak lama setelah itu, Kartini ditarik untuk bergabung menjadi pramugari tetap di pesawat kepresidenan bernama Dolok Martimbang. Sejak saat itu, Kartini hampir tidak pernah absen mendampingi penerbangan dinas Bung Karno, baik di dalam maupun ke luar negeri.


3. Tugas ke Amerika & Lamaran Bung Karno


Pada September 1959, Kartini yang saat itu berusia 26 tahun diutus oleh pemerintah sebagai wakil Indonesia dalam ajang Pacific Festival di San Francisco, Amerika Serikat, untuk mempromosikan pakaian tradisional Nusantara.


Sekembalinya dari Amerika Serikat, Bung Karno yang sudah sangat terpikat langsung melamar gadis bangsawan asal Sulawesi Utara tersebut. Mereka kemudian menikah secara tertutup pada tahun 1959.


4. Akhir Kisah yang Sunyi


Setelah resmi menikah, Bung Karno memfasilitasi Kartini sebuah rumah di Jalan Panarukan No. 21, Jakarta. Namun, karena situasi politik Indonesia yang bergejolak pada pertengahan era 1960-an, Kartini yang sedang mengandung diungsikan ke Jerman demi keselamatannya. Di sanalah ia melahirkan putra mereka, Totok Suryawan Soekarnoputra, pada tahun 1967.


Ketika terjadi pergantian kekuasaan, rumah kediaman mereka disita oleh pemerintah baru. Kartini tidak menuntut harta warisan apa pun dari Bung Karno, kecuali secarik surat wasiat dari sang proklamator yang meminta agar anak mereka diberi nama "Suriawan". Kartini memilih menutup diri dari publik hingga wafatnya di Jakarta pada tahun 1990.


🪦 Kartini Manoppo dimakamkan di pemakaman keluarga di Kelurahan Kotabangon, Kecamatan Kotamobagu Timur, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara.


#KartiniManoppo #Soekarno #SejarahIndonesia #LadyWithKebaya #PramugariGaruda #BasoekiAbdullah #RomansaSejarah


Sumber : Whulandarie Ikha

No comments:

Post a Comment