25 June 2026

📜 BIOGRAFI LENGKAP & RINCI: JENDERAL BASUKI RAHMAT Nama lengkap: Raden Basuki Rahmat (sering ditulis Basoeki Rachmat) Lahir: 4 November 1921, Desa Senori, Kecamatan Senori, Tuban, Jawa Timur Wafat: 9 Januari 1969, Jakarta, umur 47 tahun; penyebab: serangan jantung Gelar: Pahlawan Nasional RI, kenaikan pangkat anumerta jadi Jenderal TNI 🧒 Awal Kehidupan & Pendidikan - Ayah: Raden Soedarsono Soenodihardjo (asisten camat) - Yatim usia 4 tahun (ibu meninggal), piatu usia 11 tahun (ayah meninggal); dibesarkan keluarga kerabat - Pendidikan: - HIS (Sekolah Rakyat) Tuban - MULO (setingkat SMP) Surabaya - HIK Muhammadiyah Yogyakarta (lulus 1942) - Tak langsung melanjutkan sekolah, lalu masuk pendidikan militer masa pendudukan Jepang ⚔️ KARIER MILITER RINCI Masa Jepang (1943–1945) - Masuk PETA (Pembela Tanah Air) sekolah Bogor - Lulus jadi Syodanco (Komandan Kompi), ditempatkan di Pacitan Masa Kemerdekaan & Perjuangan - Agustus 1945: Mendirikan BKR di Maospati, Madiun - 5 Oktober 1945: Masuk TKR → Komandan Batalyon Ngawi, pangkat Mayor - Agresi Militer Belanda I & II: Memimpin pasukan melawan Belanda di Bojonegoro, Temanggung, Kediri, Madiun, Ngawi - Pasca Perjanjian Renville: Bertugas mengamankan perbatasan wilayah Jawa Timur - 1950: Masuk AKABRI, naik jadi Letnan Kolonel - 1956–1959: Atase Militer RI di Melbourne, Australia - 1960: Kembali ke Indonesia → Kepala Staf Kodam V/Brawijaya - 1962: Diangkat Panglima Kodam V/Brawijaya (pangkat Mayor Jenderal) - 1965: Pasca G30S/PKI → Memimpin penertiban dan pemulihan keamanan seluruh Jawa Timur 📜 KARIER POLITIK & PERAN SEJARAH - 24 Februari 1966: Diangkat Menteri Urusan Veteran & Demobilisasi Kabinet Dwikora II - 11 Maret 1966: Peran krusial → Salah satu dari 3 saksi utama penandatanganan Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret) bersama Jenderal M. Jusuf dan Amir Machmud . Bertugas membawa dokumen dari Istana Bogor ke Markas Kostrad untuk diserahkan kepada Soeharto - 18 Maret 1966: Dilantik Menteri Dalam Negeri RI; juga menjabat Penjabat Gubernur DKI Jakarta hingga 28 April 1966 - Juni 1968: Tetap menduduki posisi Mendagri di Kabinet Pembangunan I Soeharto 🕊️ WAFAT & PENGHARGAAN - 9 Januari 1969: Meninggal mendadak karena serangan jantung saat masih menjabat; dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta - SK Presiden No. 1/TK/1969: Dianugerahi gelar Pahlawan Nasional dan pangkat Jenderal TNI (Anumerta) di hari yang sama - Namanya diabadikan: Jalan Basuki Rahmat di ratusan kota, nama gedung, hingga ruas jalan utama di Tuban dan Samarinda 📌 RINGKASAN JABATAN - Syodanco PETA → Komandan TKR Ngawi - Atase Militer Australia → Pangdam V/Brawijaya - Menteri Veteran → Saksi Supersemar - Mendagri RI → Pj Gubernur DKI Jakarta Sumber: Wikipedia Indonesia, LPP RRI, Kemensos RI, buku Basoeki Rachmat dan Supersemar..

 📜 BIOGRAFI LENGKAP & RINCI: JENDERAL BASUKI RAHMAT



Nama lengkap: Raden Basuki Rahmat (sering ditulis Basoeki Rachmat) 

Lahir: 4 November 1921, Desa Senori, Kecamatan Senori, Tuban, Jawa Timur 

Wafat: 9 Januari 1969, Jakarta, umur 47 tahun; penyebab: serangan jantung 

Gelar: Pahlawan Nasional RI, kenaikan pangkat anumerta jadi Jenderal TNI 


🧒 Awal Kehidupan & Pendidikan

- Ayah: Raden Soedarsono Soenodihardjo (asisten camat)

- Yatim usia 4 tahun (ibu meninggal), piatu usia 11 tahun (ayah meninggal); dibesarkan keluarga kerabat 

- Pendidikan:

- HIS (Sekolah Rakyat) Tuban

- MULO (setingkat SMP) Surabaya

- HIK Muhammadiyah Yogyakarta (lulus 1942) 

- Tak langsung melanjutkan sekolah, lalu masuk pendidikan militer masa pendudukan Jepang


⚔️ KARIER MILITER RINCI

Masa Jepang (1943–1945)

- Masuk PETA (Pembela Tanah Air) sekolah Bogor 

- Lulus jadi Syodanco (Komandan Kompi), ditempatkan di Pacitan 

Masa Kemerdekaan & Perjuangan

- Agustus 1945: Mendirikan BKR di Maospati, Madiun 

- 5 Oktober 1945: Masuk TKR → Komandan Batalyon Ngawi, pangkat Mayor 

- Agresi Militer Belanda I & II: Memimpin pasukan melawan Belanda di Bojonegoro, Temanggung, Kediri, Madiun, Ngawi 

- Pasca Perjanjian Renville: Bertugas mengamankan perbatasan wilayah Jawa Timur 

- 1950: Masuk AKABRI, naik jadi Letnan Kolonel

- 1956–1959: Atase Militer RI di Melbourne, Australia 

- 1960: Kembali ke Indonesia → Kepala Staf Kodam V/Brawijaya 

- 1962: Diangkat Panglima Kodam V/Brawijaya (pangkat Mayor Jenderal) 

- 1965: Pasca G30S/PKI → Memimpin penertiban dan pemulihan keamanan seluruh Jawa Timur 


📜 KARIER POLITIK & PERAN SEJARAH

 

- 24 Februari 1966: Diangkat Menteri Urusan Veteran & Demobilisasi Kabinet Dwikora II 

- 11 Maret 1966: Peran krusial → Salah satu dari 3 saksi utama penandatanganan Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret) bersama Jenderal M. Jusuf dan Amir Machmud . Bertugas membawa dokumen dari Istana Bogor ke Markas Kostrad untuk diserahkan kepada Soeharto 

- 18 Maret 1966: Dilantik Menteri Dalam Negeri RI; juga menjabat Penjabat Gubernur DKI Jakarta hingga 28 April 1966 

- Juni 1968: Tetap menduduki posisi Mendagri di Kabinet Pembangunan I Soeharto 


🕊️ WAFAT & PENGHARGAAN

- 9 Januari 1969: Meninggal mendadak karena serangan jantung saat masih menjabat; dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta 

- SK Presiden No. 1/TK/1969: Dianugerahi gelar Pahlawan Nasional dan pangkat Jenderal TNI (Anumerta) di hari yang sama 

- Namanya diabadikan: Jalan Basuki Rahmat di ratusan kota, nama gedung, hingga ruas jalan utama di Tuban dan Samarinda

 

📌 RINGKASAN JABATAN

- Syodanco PETA → Komandan TKR Ngawi

- Atase Militer Australia → Pangdam V/Brawijaya

- Menteri Veteran → Saksi Supersemar

- Mendagri RI → Pj Gubernur DKI Jakarta 

Sumber: Wikipedia Indonesia, LPP RRI, Kemensos RI, buku Basoeki Rachmat dan Supersemar..



No comments:

Post a Comment